Ini Penjelasan Surabaya United Soal Tuntutan Mbamba
Editor Bolanet | 28 Desember 2015 22:35
Rahmad mengatakan bahwa situasi berubah sejak Indonesia Super League (ISL) 2015 dibuyarkan lebih awal oleh PSSI. Kita patuh terhadap federasi. Saat diputus force majeure, dan harus putus kontrak dengan pemain, ini situasi dan kondisi yang berat, tulis Rahmad dalam pesan pendeknya kepada Bola.net, Senin (28/12).
Klub sudah berhenti memberikan gaji sejak force majeure. Berlaku sejak 2 Mei 2015. Padahal kompetisi baru jalan bulan April, imbuh pria berkacamata ini. Rahmad menambahkan, meski kompetisi sudah tak berjalan, manajemen tetap memberikan kewajibannya kepada pemain. Meski nilainya 25 persen dari gaji.
Sambil memberikan izin tarkam untuk tambahan finansial, klub tetap berikan uang atau bantuan kepada pemain meski tidak ada kegiatan. Bisa dianggap CSR, jelas Rahmad. Mbamba termasuk yang tetap menerima bantuan biaya hidup. Besarannya di bawah gaji. Karena memang bukan gaji, pungkasnya. [initial]
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
5 Pemain Surabaya United Ditawari Jadi Polisi
Bola Indonesia 12 April 2016, 10:14
-
Surabaya United Merger Dengan PS Polri?
Bola Indonesia 12 April 2016, 09:14
-
Arema Cronus Rencanakan Uji Coba Kontra Surabaya United
Bola Indonesia 11 April 2016, 22:27
-
Ini Penjelasan Surabaya United Soal Carlos de Mello
Bola Indonesia 11 April 2016, 15:25
-
Surabaya United Ganti Pelatih?
Bola Indonesia 11 April 2016, 14:45
LATEST UPDATE
-
Kalah dari Newcastle, Bukti Mental Juara MU Belum Cukup Oke
Liga Inggris 6 Maret 2026, 15:21
-
Inikah Calon Pengganti Manuel Ugarte di Manchester United?
Liga Inggris 6 Maret 2026, 15:07
-
Situasi Memanas di Bernabeu: Arbeloa Terancam Jadi Korban Berikutnya
Liga Spanyol 6 Maret 2026, 14:59
-
5 Pembalap MotoGP 2026 Masih Buru Kemenangan Perdana, 2 di Antaranya Rookie
Otomotif 6 Maret 2026, 14:55













