ISL Tertunda, Jokowi Didesak Copot Menpora
Editor Bolanet | 20 Februari 2015 17:41
- Keputusan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) menunda pelaksanaan kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2015, terus menuai kekecewaan.
Bahkan, Ketua Masyarakat Pecinta Sepak Bola Indonesia (MPSI), Zuchli Imran Putra, mengaku sudah menyurati Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, untuk segera mengubah keputusannya tersebut. Imran dan kawan-kawan, menyampaikan langsung surat tersebut ke kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Jumat (20/2) siang.
Namun mereka tidak dapat bertemu dengan Menpora Imam, lantaran langsung dihadang pihak keamanan kantor Kemenpora. Kemudian, mereka hanya diarahkan pihak keamanan untuk menitipkan surat tersebut ke bagian persuratan.
Kami ini terdiri dari para pelaku, penikmat, pelatih, pemain, wasit, suporter, pedagang, operator klub, pemilik klub dan sebagainya. Jika sampai Senin (23/2) kami tidak mendapatkan kabar positif, kami bakal lancarkan aksi yang menuntut Presiden RI, Joko Widodo, untuk mencopot Imam Nahrawi sebagai Menpora, ujar Imran.
Ingat peristiwa Presiden Soeharto diturunkan secara paksa oleh mahasiswa? Itu jumlah mahasiswa tidak seberapa jika dibandingkan masyarakat sepak bola yang sangat banyak. Jadi, Menpora Imam harus segera merubah keputusannya, tegasnya.
Dilanjutkan Imran, dampak dari tidak dikeluarkannya rekomendasi penyelenggaraan kompetisi ISL pada 20 Februari lalu, sangat berdampak sangat luas. Tidak hanya PT Liga Indonesia dan klub yang merasakannya. Dikatakannya lagi, melainkan agenda tim nasional dan program yang sudah disusun menjadi berantakan.
Pedagang kecil yang menjual kaos, air minuman dan sebagainya, rugi. Panitia pelaksana pertandingan (Panpel), suporter, klub yang sudah mengontrak pemain dan mendapatkan dana dari sponsor, televisi yang sudah siap menayangkan pertandingan, semuanya menjadi rugi. Apa yang menanggung semua itu Menpora, Tim Sembilan atau BOPI yang tidak jelas itu? pungkasnya. [initial]
(esa/pra)
Bahkan, Ketua Masyarakat Pecinta Sepak Bola Indonesia (MPSI), Zuchli Imran Putra, mengaku sudah menyurati Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, untuk segera mengubah keputusannya tersebut. Imran dan kawan-kawan, menyampaikan langsung surat tersebut ke kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Jumat (20/2) siang.
Namun mereka tidak dapat bertemu dengan Menpora Imam, lantaran langsung dihadang pihak keamanan kantor Kemenpora. Kemudian, mereka hanya diarahkan pihak keamanan untuk menitipkan surat tersebut ke bagian persuratan.
Kami ini terdiri dari para pelaku, penikmat, pelatih, pemain, wasit, suporter, pedagang, operator klub, pemilik klub dan sebagainya. Jika sampai Senin (23/2) kami tidak mendapatkan kabar positif, kami bakal lancarkan aksi yang menuntut Presiden RI, Joko Widodo, untuk mencopot Imam Nahrawi sebagai Menpora, ujar Imran.
Ingat peristiwa Presiden Soeharto diturunkan secara paksa oleh mahasiswa? Itu jumlah mahasiswa tidak seberapa jika dibandingkan masyarakat sepak bola yang sangat banyak. Jadi, Menpora Imam harus segera merubah keputusannya, tegasnya.
Dilanjutkan Imran, dampak dari tidak dikeluarkannya rekomendasi penyelenggaraan kompetisi ISL pada 20 Februari lalu, sangat berdampak sangat luas. Tidak hanya PT Liga Indonesia dan klub yang merasakannya. Dikatakannya lagi, melainkan agenda tim nasional dan program yang sudah disusun menjadi berantakan.
Pedagang kecil yang menjual kaos, air minuman dan sebagainya, rugi. Panitia pelaksana pertandingan (Panpel), suporter, klub yang sudah mengontrak pemain dan mendapatkan dana dari sponsor, televisi yang sudah siap menayangkan pertandingan, semuanya menjadi rugi. Apa yang menanggung semua itu Menpora, Tim Sembilan atau BOPI yang tidak jelas itu? pungkasnya. [initial]
Jangan Lewatkan!
Diminta Ingat Sejarah, BOPI Tak Berwenang Campuri Sepakbola
Tunggu Respons FIFA, PT LI dan Klub ISL Cari Solusi di Bandung
PT LI: Ini Bukan Masalah Sederhana, Tapi Sangat, Sangat Serius
PT LI: Syarat Kemenpora dan BOPI Menambah Beban Klub ISL
PT LI Jadwal Ulang Kompetisi ISL Musim 2015
ISL Ditunda, PT LI-PSSI Gelar Rapat Darurat Dan Akan Lapor FIFA
BOPI Bongkar Borok PT Liga Indonesia
Kick-off ISL 2015 Resmi Ditunda
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Menpora Apresiasi Lompatan Besar Futsal dan Dominasi Tenis Indonesia pada Awal 2026
Tenis 9 Februari 2026, 13:00
LATEST UPDATE
-
Link Streaming Java United vs Bhayangkara FC di BRI Super League, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 15:17
-
Prediksi Barcelona vs Alaves 1 November 2026
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 14:26
-
Prediksi Milan vs Inter 1 November 2026
Liga Italia 30 Oktober 2026, 13:29
-
Prediksi Bayern vs Dortmund 1 November 2026
Bundesliga 30 Oktober 2026, 12:31
-
Prediksi Udinese vs Roma 1 November 2026
Liga Italia 30 Oktober 2026, 11:25
-
Prediksi Man City vs Brighton 31 Oktober 2026
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 10:38
-
Prediksi Chelsea vs Man Utd 31 Oktober 2026
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 09:38
-
Prediksi Le Havre vs PSG 31 Oktober 2026
Liga Eropa Lain 30 Oktober 2026, 08:15
-
Sesko Cedera, Ini 5 Striker yang Bisa Direkrut Manchester United pada Januari
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 07:02
-
Cristiano Ronaldo Raih B.O.A.T Award, Mengapa Penghargaan Ini Kontroversial?
Liga Champions 30 Oktober 2026, 06:55
-
Mendalami Kebangkitan Ronald Araujo di Liverpool usia Tinggalkan Barcelona
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 06:48
-
Manchester United Catat Kerugian Transfer Terbesar di Eropa
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 06:41
-
Raphinha Dipanggil Timnas Brasil, Barcelona Kembali Khawatir
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 06:33
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18






