Kasus Tunggakan Gaji, FIFPro Tegaskan Dukungan Terhadap Para Pemain Kalteng Putra
Ari Prayoga | 1 Februari 2024 03:25
Bola.net - Kasus tunggakan gaji yang dialami para pemain Kalteng Putra menarik perhatian FIFPro. Organisasi yang menaungi asosiasi pesepak bola di seluruh dunia ini mengaku mendukung penuh para penggawa tim berjuluk Laskar Isen Mulang ini untuk mendapatkan hak mereka.
"Kami mendukung para pemain Kalteng Putra, yang hanya meminta klub untuk menghormati hak-hak dasar mereka sebagai karyawan dan membayar gaji yang menjadi hak mereka," demikian pernyataan resmi FIFPro dalam laman resmi mereka.
"Sangat mengecewakan bahwa petinggi Kalteng Putra tidak hanya tak menghormati kontrak pemain dengan tidak membayar gaji pemain, tapi juga memberikan tekanan yang tidak semestinya kepada para pemain dengan mengintimidasi mereka melalui kriminalisasi," sambung mereka.
FIFPro pun menyebut bahwa upaya kriminalisasi terhadap pemain yang memperjuangkan haknya ini bukanlah yang pertama kali di Indonesia. Sebelumnya, menurut mereka, taktik ini sudah sempat dipergunakan untuk membungkam Alex Dos Santos, yang menuntut pembayaran hak dari Persikabo.
"Strategi ini pernah dilakukan sebelumnya di Indonesia dan telah dijatuhi sanksi oleh FIFA," tulis FIFPro.
Sebelumnya, manajemen Kalteng Putra melayangkan gugatan kepada para pemainnya. Para pemain ini dituding mencemarkan nama baik klub berjuluk Laskar Isen Mulang tersebut, setelah mengunggah perihal keterlambatan gaji mereka. Para pemain ini dijerat dengan Undang-Undang ITE.
Selain itu, kuasa hukum Kalteng Putra, juga memastikan bahwa klub tersebut akan menggugat secara perdata para pemain tersebut. Hal ini karena klub yang bermarkas di Palangkaraya tersebut merasa tak melanggar kontrak dengan para pemain.
Simak artikel selengkapnya di bawah ini.
Kronologi Konflik Pemain vs Manajemen Kalteng Putra
Dalam keterangan resminya, FIFPro juga membeber kronologi kasus antara pemain Kalteng Putra dan manajemen klub tersebut. Menurutnya, akibat belum menerima pembayaran gaji, para pemain sempat menolak bermain dalam laga play-off Liga 2.
FIFPro, dalam pernyataan mereka, menyebut bahwa para pemain terpaksa mengambil langkah ini. Sebelumnya, upaya mereka menemui manajemen dan pemilik klub. Manajemen Kalteng Putra pun dinilai gagal memenuhi janji mereka sepekan sebelumnya, untuk membayar tunggakan gaji.
Setelah para pemain menolak bermain lagi, perwakilan klub mendesak mereka untuk pergi 'demi alasan keamanan dan keselamatan'. Setelah orang-orang tak dikenal mendatangi mess mereka di tengah malam dan menuntut mereka untuk bermain , para pemain kemudian pulang. Kondisi jadi kian buruk setelah manajemen Kalteng Putra mengajukan tuntutan terhadap para pemain yang memposting tentang masalah tersebut di akun media sosial mereka.
Minta FIFA dan PSSI Turun Tangan
FIFPro tak hanya menyuarakan dukungan terhadap para pemain Kalteng Putra. Mereka juga meminta agar institusi-institusi terkait, seperti FIFA dan PSSI ikut turun tangan dalam masalah ini.
"FIFPro telah melaporkan masalah ini kepada FIFA," kata mereka.
"FIFPRO juga meminta Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) turun tangan menyelesaikan masalah tunggakan gaji dan menghentikan praktik tidak terpuji dari manajemen klub," tandasnya.
(Bola.net/Dendy Gandakusumah)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Cari Pengganti Rafael Leao, AC Milan Ikut Berebut Winger West Ham
Liga Italia 4 Juni 2026, 21:50
LATEST UPDATE
-
Transfer Sukses Mbeumo dan Cunha Jadi Cetak Biru Strategi Man Utd
Liga Inggris 5 Juni 2026, 04:56
-
Hasil Prancis vs Pantai Gading: Gol Amad Diallo Tumbangkan Les Bleus
Piala Dunia 5 Juni 2026, 04:26
-
Prediksi Timnas Indonesia vs Oman 5 Juni 2026
Tim Nasional 5 Juni 2026, 03:12
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47
















