Kata La Nyalla, Penunjukan Gusti Randa jadi Ketua Umum Salahi Statuta PSSI
Afdholud Dzikry | 21 Maret 2019 15:12
Bola.net - - Penunjukan Gusti Randa sebagai Ketua Umum PSSI mendapatkan banyak komentar dari berbagai kalangan. Terbaru, mantan Ketum PSSI La Nyalla Mattalitti ikut angkat bicara.
Dalam komentarnya, La Nyalla mengatakan bahwa penunjukan Gusti Randa adalah sesuatu yang menyalahi statuta PSSI.
La Nyalla mengatakan, sebagai Komisaris PT Liga Indonesia Baru (PT LIB), Gusti seharusnya tidak boleh merangkap jabatan setara di PSSI. “Ada konflik kepentingan di sana. Bagaimana orang yang duduk di operator bisa menjadi ketua di regulator,” katanya.
Menurutnya, apa pun alasannya, rangkap hingga tiga jabatan sekaligus tidak bisa dibenarkan menurut aturan. Di mata La Nyalla, Iwan Budianto lebih berhak atas posisi tersebut ketimbang Gusti Randa. Karena di Kongres, Iwan terpilih sebagai Wakil Ketua.
"Kalau pun di era Edy Rahmayadi dia dijadikan kepala staf Ketua Umum PSSI, ketika Edy mundur dan posisinya dikembalikan, sudah seharusnya posisi Ketua diberikan ke Iwan," tuturnya.
Simak komentar selengkapnya mengenai kondisi terkini PSSI dan posisi Gusti Randa di bawah ini ya Bolaneters!
Salahi Statuta
Dalam Statuta PSSI, khususnya Pasal 39 mengenai Ketua Umum, tidak disebutkan bahwa Ketum PSSI punya hak prerogatif untuk menunjuk seseorang sebagai penggantinya, Sebagaimana yang dikatakan oleh Gusti Randa. Masih di Pasal 39 ayat D poin 6, tertulis apabila Ketua Umum tidak ada atau berhalangan, maka wakil ketua umum dengan usia tertua akan menggantikannya.
Semestinya, ketika Joko Driyono tidak aktif di posisinya, maka Iwan Budianto selaku Wakil Ketua Umum PSSI yang akan mengambil alih.
Hal yang sama dilontarkan oleh Wakil Ketua Asprov PSSI Jatim, Wardy Azhari Siagian. Menurutnya, mekanisme penunjukan Gusti Randa tidak bisa dibenarkan jika mengacu pada statuta PSSI. Baginya, jabatan tersebut seharusnya secara otomatis diberikan ke Iwan Budianto.
"Kewenangan atau diskresi Ketua Umum sekali pun, kalau itu menyalahi aturan tetap saja salah. Secara organisasi, ini sudah kacau balau," seloroh Wardy.
Lebih ironis, Joko Driyono belum menyatakan mundur sebagai ketua umum PSSI ketika penunjukan itu dilakukan. "Operator rangkap jabatan menjadi regulator itu sudah salah, ditambah lagi mekanisme penunjukan di saat Joko Driyono belum resmi mundur," kata Wardy.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Emil Audero: Kami Membuat Sejarah
Tim Nasional 6 Oktober 2026, 07:14
-
Emil Audero Jadi Pahlawan Timnas Indonesia, Rayo Vallecano Kirim Ucapan Selamat
Tim Nasional 6 Oktober 2026, 06:26
-
Timnas Indonesia Juara, Anggun C Sasmi Terharu Nyanyikan Tanah Airku
Tim Nasional 6 Oktober 2026, 06:21
-
Rapor Timnas Indonesia vs Thailand: Mental Baja Sang Juara!
Tim Nasional 6 Oktober 2026, 06:16
LATEST UPDATE
-
Mimpi-mimpi Mitchell Baker: Bermain di Piala Dunia dan Premier League
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 23:47
-
Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dihajar Chelsea
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:39
-
Lisandro Martinez yang Konyol!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:02
-
Halloween untuk MU: Kalah dari Chelsea, Setan Merah Ukir Rekor Terburuk Sejak 1988!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 21:47
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
-
Strategi Cerdas Marc Marquez Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pantang Memimpin Balapan!
Otomotif 31 Oktober 2026, 19:14
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18




