Ketika Persebaya Lagi-lagi Dibuat Frustrasi oleh Dimas Galih
Gia Yuda Pradana | 2 Maret 2020 11:19
Bola.net - Persebaya Surabaya sejatinya berambisi menang di laga perdana Shopee Liga 1 2020, melawan Persik Kediri. Namun, ambisi menang Bajul Ijo itu rusak. Bermain di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya (29/2/2020), mereka cuma bisa imbang 1-1.
Ini tak lepas dari penampilan cemerlang kiper Dimas Galih di bawah mistar Persik. Persebaya lagi-lagi dibuat frustrasi olehnya.
Tim asal Kota Pahlawan itu bermain sangat agresif hingga membukukan 13 peluang. Skuat Persebaya terlihat frustrasi dalam 30 menit terakhir pertandingan karena gagal membobol gawang Persik lagi, dalam kondisi skor sementara 1-1.
Persebaya untuk kali kedua menghadapi mimpi buruk bernama Dimas Galih. Penjaga gawang Persik itu beberapa kali mampu mengamankan gawangnya dari tembakan pemain Persebaya. Tercatat, ia berhasil menghalau lima tembakan tim tuan rumah.
Ini sudah menjadi kali kedua Dimas Galih membuat Persebaya gagal mengamankan poin penuh di kandang sendiri. Musim lalu, kiper berusia 27 tahun itu menjadi tembok Kalteng Putra saat bertandang di tempat yang sama, 21 Mei 2019. Skor laga itu juga identik, 1-1.
Motivasi Sang Mantan
Menariknya, Dimas adalah mantan pemain Persebaya sekaligus lahir dan besar di Surabaya. Dia mengaku memang sangat punya motivasi khusus untuk membuat mantan timnya kesulitan dan tidak memenangi pertandingan.
"Saya selalu punya motivasi khusus saat menghadapi Persebaya. Justru karena status saya mantan pemain Persebaya, saya ingin tampil paling maksimal. Ada niatan untuk membuktikan bahwa saya ini bisa makin lebih baik, meski bermain di klub lain," kata Dimas.
Satu gol Persebaya dicetak oleh Hansamu Yama pada menit ke-37 setelah memanfaatkan umpan Mahmoud Eid dengan sundulan. Empat menit sebelumnya, Persik unggul terlebih dahulu melalui Gaspar Vega, yang sukses mengeksekusi penalti.
Modal Bagus
Setelah itu, beberapa kali David da Silva dan barisan penyerang Persebaya dibuat frustrasi lantaran gagal menggetarkan jala gawang Persik. Ricky Kambuaya lantas muncul dengan melepas beberapa tembakan, namun bisa dimentahkan oleh Dimas Galih.
"Saya sedikit banyak tahu beberapa kemampuan khas pemain Persebaya. Itu jadi modal saya membaca gerakan mereka. Persiapan saya sangat matang untuk mengantisipasi beberapa kemungkinan," ujar Dimas.
"Tapi, permainan pemain belakang kami juga harus diapresiasi. Teman-teman sangat membantu saya untuk membuat Persebaya kesulitan mencari celah mencetak gol. Komunikasi berjalan lancar dan berhasil membuat tim menahan imbang Persebaya," imbuhnya.
Penjaga gawang kelahiran 23 November 2017 itu mengawali karier junior di kompetisi internal Persebaya. Kemudian, Dimas juga menjadi bagian Persebaya U-21 dan berjuang membawa Persebaya promosi ke Liga 1 saat menjadi kiper utama di Liga 2 2017.
Pada akhir musim 2018, dia kecewa tidak mendapat tawaran perpanjangan kontrak dari Persebaya. Itulah mengapa, Dimas Galih merasa wajib membuktikan kualitasnya saat menghadapi klub yang sangat berjasa dalam kariernya tersebut.
Antagonis
Dimas bahkan benar-benar menjadi aktor antagonis saat bertandang ke Surabaya dengan seragam Kalteng Putra. Selain penampilan apiknya, dia dianggap kerap mengulur waktu dengan jatuh kesakitan.
Saat peluit panjang dibunyikan, Dimas menjadi pemain Kalteng Putra pertama yang bersorak kegirangan mampu mencuri poin di Kota Pahlawan. Sontak, caci maki dari suporter Persebaya, Bonek, mengarah kepada kiper dengan tinggi 184 cm itu.
Kali situasinya sudah berbeda. Dimas memilih untuk tidak banyak “berdrama” dengan seragam tim Macan Putih. Hanya sekali dia terjatuh kesakitan sesudah menangkap bola pada waktu tambahan. Bonek hanya meneriakkan boo kepadanya. Tidak ada lagi caci maki.
"Saya sangat memahami Bonek. Mereka pasti ingin Persebaya menang. Wajar saja kalau mereka meneriaki saya seperti itu. Saya sendiri sebagai pemain profesional fokus memberikan yang terbaik untuk Persik. Alhamdulillah, kami membawa pulang satu poin ke Kediri," pungkasnya.
Disadur dari: Bola.com/Penulis Aditya Wany/Editor Aning Jati
Published: 2 Maret 2020
Baca juga artikel-artikel lainnya:
- Hasil Pertandingan Persebaya Surabaya vs Persik Kediri: Skor 1-1
- Rahasia Persik Kediri Bisa Curi Poin di Markas Persebaya
- Hasil Imbang Kontra Persebaya Menambah Kepercayaan Diri Persik Kediri
- Highlights Shopee Liga 1: Persebaya Surabaya 1-1 Persik Kediri
- Benturan Lawan Persik, Persebaya Pantau Kondisi Aryn Williams
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
BRI Super League 2025/2026: Arema FC dan Ian Puleio Resmi Berpisah
Bola Indonesia 16 Januari 2026, 21:44
-
BRI Super League: Persita Tangerang yang Rendah Hati, tapi Ambisius
Bola Indonesia 15 Januari 2026, 19:18
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton Inter vs Arsenal: Jam Berapa Siaran Langsung UCL Laga Ini?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 17:45
-
Kebangkitan Kobbie Mainoo Jadi Momen Emas bagi Ineos di Manchester United, Kok Bisa?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 17:11
-
Prediksi Slavia Praha vs Barcelona 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 17:00
-
Marc-Andre ter Stegen Absen dari Barcelona, Segera Jalani Tes Medis di Girona
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 16:45
-
Daftar Pemain Barcelona untuk Laga Liga Champions Kontra Slavia Praha
Liga Champions 20 Januari 2026, 16:26
-
Michael Carrick Ingin Boyong Pemain Middlesbrough ini ke Manchester United?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 16:22
-
Ian Wright Ngeri-ngeri Sedap Lihat Penampilan MU, Bakal Jadi Momok Bagi Arsenal!
Liga Inggris 20 Januari 2026, 16:03
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06











