Ketua JC Kesulitan Rumuskan Pengembalian Empat Exco
Editor Bolanet | 22 September 2012 23:48
- Ketua Komite Gabungan/Joint Committee (JC), Todung Mulya Lubis mengatakan jika proses pengembalian empat mantan anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI yang telah dipecat, tidak akan berjalan mudah.
Namun, dirinya meminta waktu yang cukup supaya Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI Halim Mahfudz segera merumuskan prosedur pengembalian empat Exco dan melaporkannya kepada JC dan Satgas AFC.
Semua pihak baik PSSI ataupun KPSI harus menghormati keputusan yang telah dibuat supaya Indonesia terhindar dari sanksi. Jika tidak segera tercapai kesepakatan, maka FIFA akan menjatuhkan sanksi kepada Indonesia, ucapnya.
Ini merupakan setback untuk sepakbola Indonesia yang prestasinya tidak maju-maju seperti sekarang, imbuh Todung.
Dikatakannya lagi, pemecatan empat Exco, La Nyalla Mahmud Matalitti, Erwin Dwi Budiawan, Roberto Rouw dan Toni Apriliani ketika itu sudah tepat lantaran merujuk pada keputusan Komite Etik PSSI nomor 002/PTS/M-Ke-PSSI/12/2011 tertanggal 26 Desember 2011.
La Nyalla, Erwin Dwi Budiawan, Roberto Rouw, Tony Aprilani dinilai melanggar statuta PSSI pasal 36 dan 42. Selain itu, melanggar kode etik fair play PSSI Pasal 6, 9, 12 dan 18. Dasar pemecatan adalah statuta PSSI, Kode Etik Fair Play PSSI, Statuta FIFA. Kode Etik FIFA Surat Keputusan (SK) KONI tentang pengangkatan pengurus PSSI, tutupnya. (bola/esa)
Namun, dirinya meminta waktu yang cukup supaya Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI Halim Mahfudz segera merumuskan prosedur pengembalian empat Exco dan melaporkannya kepada JC dan Satgas AFC.
Semua pihak baik PSSI ataupun KPSI harus menghormati keputusan yang telah dibuat supaya Indonesia terhindar dari sanksi. Jika tidak segera tercapai kesepakatan, maka FIFA akan menjatuhkan sanksi kepada Indonesia, ucapnya.
Ini merupakan setback untuk sepakbola Indonesia yang prestasinya tidak maju-maju seperti sekarang, imbuh Todung.
Dikatakannya lagi, pemecatan empat Exco, La Nyalla Mahmud Matalitti, Erwin Dwi Budiawan, Roberto Rouw dan Toni Apriliani ketika itu sudah tepat lantaran merujuk pada keputusan Komite Etik PSSI nomor 002/PTS/M-Ke-PSSI/12/2011 tertanggal 26 Desember 2011.
La Nyalla, Erwin Dwi Budiawan, Roberto Rouw, Tony Aprilani dinilai melanggar statuta PSSI pasal 36 dan 42. Selain itu, melanggar kode etik fair play PSSI Pasal 6, 9, 12 dan 18. Dasar pemecatan adalah statuta PSSI, Kode Etik Fair Play PSSI, Statuta FIFA. Kode Etik FIFA Surat Keputusan (SK) KONI tentang pengangkatan pengurus PSSI, tutupnya. (bola/esa)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Joint Committee Sepakati Penggabungan Kompetisi
Bola Indonesia 20 September 2012, 20:19
-
Format Penggabungan Kompetisi Sudah Dimiliki PSSI
Bola Indonesia 18 September 2012, 23:00
-
Ketua JC Tolak Bergulirnya ISL November Nanti
Bola Indonesia 9 Agustus 2012, 20:45
-
Rapat Joint Committee Jilid Dua Diundur 2 Agustus
Bola Indonesia 27 Juli 2012, 16:50
-
Joko Driyono Berharap Rapat Kedua Joint Committee Lebih Siap
Bola Indonesia 24 Juli 2012, 23:00
LATEST UPDATE
-
Hasil, Jadwal, Klasemen, dan Top Skor Piala Dunia 2026
Piala Dunia 20 Juni 2026, 10:59
-
Man of the Match Brasil vs Haiti: Vinicius Junior
Piala Dunia 20 Juni 2026, 10:47
-
Gelar Kejuaraan MMA, Pertacami Incar Medali Emas Asian Games 2026
Olahraga Lain-Lain 20 Juni 2026, 10:10
-
Klasemen Grup C Piala Dunia 2026 Usai Brasil dan Maroko Menang
Piala Dunia 20 Juni 2026, 10:03
-
Hasil Brasil vs Haiti: Matheus Cunha dan Vinicius Bersinar, Samba Menang
Piala Dunia 20 Juni 2026, 09:36
-
Man of the Match Skotlandia vs Maroko: Ismael Saibari
Piala Dunia 20 Juni 2026, 07:06
LATEST EDITORIAL
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41
-
10 Negara dengan Koleksi Trofi Mayor Terbanyak, Argentina Ungguli Brasil
Editorial 11 Juni 2026, 14:28










