Kisah Greg Nwokolo: Pamitnya Kuliah, Tapi Malah jadi Pesepakbola Profesional yang Sukses
Afdholud Dzikry | 9 Juli 2020 10:45
Bola.net - Siapa sih yang tak mengenal sosok Greg Nwokolo? Pecinta sepak bola Indonesia pasti mengenal sosok yang bisa dikatakan pesepak bola papan atas di pentas Liga Indonesia. Dan menjadi pesepak bola sukses seperti sekarang tak pernah dibayangkan olehnya. Kok bisa?
Hal ini terkuak ketika Greg Nwokolo bercerita proses awal dirinya menjadi pesepak bola profesional melalui Channel YouTube Hanif dan Rendy Show. Usut punya usut, ternyata awalnya sama sekali tidak terpikirkan ia bisa pesepak bola profesional.
Pada 2003, orangtua Greg yang berlatarbelakang pebisnis mengirimnya ke Singapura untuk melanjutan pendidikan. Di Singapura, disela waktu luangnya, Greg ikut bermain pada sebuah komunitas sepak bola di sekitar area kampusnya.
"Hanya kumpulan orang-orang yang hobi bermain sepak bola. Bukan juga klub amatir. Hanya pada satu ketika ada staf pelatih dari Tampines Rovers yang melihat kami bermain. Ia pun menawarkan saya ikut seleksi di klubnya," kenang Greg.
Di Tampines Rovers, Greg diberi waktu tiga hari untuk unjuk kemampuan. "Tapi, hanya sehari latihan bersama tim, saya diajak menemui manajemen klub untuk negosiasi. Kami langsung deal. Gaji saya saat itu 500 dolar Singapura per bulan," kata Greg.
Berawal Uji Coba Kontra Timnas Indonesia
Bersama Tampines, Greg Nwokolo meraih trofi juara Liga Singapura 2004 dan Piala Singapura pada tahun yang sama. Peruntungan Greg kian terbuka ketika Tampines berujicoba dengan tim nasional Indonesia.
Pada laga itu, ia mencetak dua gol. "Usai pertandingan, Pak M. Zein yang juga Ketua Persijatim mengajak saya bermain di klubnya," ceritanya.
Greg tidak menolak tawaran itu. Proses perpindahannya ke Persijatim terbilang lancar melalui proses transfer. "Ketika di Indonesia, bapak saya menelpon untuk menanyakan kabar kuliah saya. Dia kaget ketika saya menjawab sudah di Indonesia dan menjadi pemain sepak bola," ungkap Greg.
Seperti diketahui, kepemilikan saham Persijatim diambil oleh Pemprov Sumatera Selatan dan berubah nama menjadi Sriwijaya FC. Greg pun semusim memperkuat klub yang bermarkas di Stadion Gelra Jakabaring itu.
Selepas dari Sriwijaya, ia memperkuat dua klub Singapura Young Lions (2005) dan Warriors (2006)), PSIS Semarang(2006), PSMS Medan (2006-2007) Persis Solo (2007-2008) dan Persija Jakarta (2008-2009).
Bersaing dengan Paulo Sergio di Portugal

Usai musim 2008-09, Greg sempat mengecap ketatnya kompetisi Eropa bersama Olhanense di Liga Portugal pada musim 2009-2010. Ketika itu, agennya menawarinya untuk mengikuti trial di klub itu.
Menurut Greg, prosesnya terbilang lancar meski pada awalnya ia sempat diremehkan. "Pelatih klub itu bertanya saya sebelumnya bermain di mana," Greg mengawali cerita.
"Dia kaget dan heran, ketika saya menjawab bermain di berbagai klub di Indonesia. Mungkin karena tak ingin mengecewakan saya, dia memberi saya waktu tiga hari untuk seleksi," ungkap Greg.
Kualitas dan skill di atas rata-rata membuat penampilan Greg dalam latihan langsung menarik perhatian tim pelatih Olhanense.
"Mereka langsung meminta manajemen menggelar emergency game atau uji coba dengan klub lain pada hari kedua. Pada laga itu, saya mencetak gol dan kemudian ditawari kontrak dengan durasi tiga tahun," Greg menuturkan.
Greg mengungkap pengalaman menariknya di Olhanense. Di klub itu, ada Paulo Sergio yang kini membela Bali United di Liga 1 2020. "Saya dan Sergio bersaing ketat mendapatkan menit bermain karena berposisi sama. Jadinya, selama di Olhanense, saya dengan Paulo ibarat kucing dan tikus," ungkap Greg.
Meski tampil baik bersama Olhanense, Greg mengaku tak betah. Apalagi, ia tak tahan dengan udara dingin. "Saat musim dingin, saya terlihat aneh karena memakai baju tebal berlapis dan jadi bahan candaan pemain lain," kata Greg.
Lawan Terkuat
Pada saat yang sama, manajer Persija saat itu, Haryanto Badjuri terus mengontaknya dan mengajaknya kembali ke Macan Kemayoran.
"Eddy Syah (agen pemain) juga memberikan gambaran yang masuk akal bila saya kembali ke Persija. Saya pun menghadap manajemen Olhanense untuk mengutarakan keinginan saya untuk mundur karena sulit dengan beraptasi dengan cuaca," jelas Greg.
Ia pun akhirnya kembali berkompetisi di Liga Indonesia dengan membela Persija dan pada 2011, ia resmi berstatus sebagai warga negara Indonesia. Pada kesempatan sama, Greg mengungkap lawan terberatnya selama bermain di Liga Indonesia.
Bila bermain sebagai striker utama, Greg menunjuk Victor Igbonefo dan Hamka Hamzah sebagai stoper yang kerap membuatnya kesulitan. "Kalau Victor, ia sudah tahu cara dan pergerakan saya. Jadi harus kreatif menghadapinya. Sementara Hamka, dia stoper yang pintar," ujarnya.
Greg juga menunjuk Putu Gede dan Asnawi Mangkualam sebagai bek sayap yang kerap membuatnya kewalahan. "Kedua pemain ini kuat, cepat dan tanpa kompromi. Apalagi keduanya masih muda," papar Greg.
Permainan tanpa kompromi lawan tampaknya jadi 'hantu' tersendiri buat Greg. Buktinya, ia menyebut nama Hariono, Kim Kurniawan dan Hendro Siswanto sebagai pemain yang menyulitkannya bila berperan sebagai second striker.
Dilain pihak, Greg mengungkap pemain favoritnya saat ini yakni Abimanyu, gelandang muda Madura United. Menurutnya Abimanyu punya visi dan kemampuan mengatur irama permainan.
"Umpannya pun terukur. Ia seperti Firman Utina dan Ahmad Bustomi. Menurut saya, ia sudah pantas bermain di tim senior," pungkas Greg.
Tonton Video Menarik Ini
Disadur dari: Bola.com (Abdi Satria/Hendry Wibowo)
Published: 9/7/2020
Baca Artikel Menarik ini Juga Bolaneters!
Wonderkid Persija Enjoy dengan Protokol Kesehatan Ketat Timnas Indonesia U-16
Ungkapan Wonderkid Persija Setelah Jalani Tes Swab bersama Timnas Indonesia U-16
Jadwal Bali Virtual Island Cup 2020, Selasa 7 Juli 2020 di Vidio: Gavin Kwan Vs Marc Klok
Wonderkid Persija Ungkap Kebahagiaan Usai Ikuti TC Timnas Indonesia U-16
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Link Streaming Persebaya vs Persijap, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 17:59
-
Legenda Liverpool Dukung MU Pekerjakan Unai Emery: Dia Pelatih yang Luar Biasa!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:54
-
Kabar Baik MU? Ada Klub Inggris yang Mau Beli Marcus Rashford
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:41
-
Gokil! Bos Besar Pastikan AC Milan Bakal Jor-joran di Bursa Transfer Januari 2027
Liga Italia 30 Oktober 2026, 17:28
-
Sudah Tidak Bahagia di MU, Barcelona Siap Jadi Rumah Baru untuk Lisandro Martinez
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:00
LATEST UPDATE
-
Prediksi Lazio vs Cagliari 1 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 11:23
-
Prediksi Como vs Venezia 1 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 11:16
-
Hasil Kualifikasi MotoGP Malaysia 2026: Alex Marquez Pole, Marc Marquez Kedua
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:47
-
Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:32
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 10:30
-
RESMI: Jorge Martin Mundur dari MotoGP Malaysia 2026
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:27
-
Live Streaming Dewa United vs Persija Jakarta: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:25
-
Live Streaming Arema FC vs Bali United: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:21
-
Live Streaming Persik vs Persita: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:16
-
Live Streaming PSM Makssar vs Madura United: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:12
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18
