KLB PSSI Direstui Pemerintah
Editor Bolanet | 9 Desember 2012 11:37
- Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Djohar Arifin Husin, memastikan Kongres Luar Biasa (KLB) tetap digelar di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Senin (10/12).
Hal tersebut setelah mendapatkan restu dari Pelaksana tugas (Plt) Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra), Agung Laksono di kediaman dirinya, Sabtu (8/12).
Kami sudah bertemu dengan Agung Laksono untuk membahas persiapan kongres. Kemudian, kami diberikan arahan untuk menyelenggarakan KLB, ujar Djohar Arifin Husin.
Mengenai dipilihnya Palangkaraya, Djohar menjelaskan karena sudah dipersiapkan sejak lama. Apalagi, PSSI juga sudah melaporkan tempat penyelenggaraan KLB kepada FIFA dan AFC.
Agenda KLB yaitu, penyatuan kompetisi, perubahan dan pengesahan statuta PSSI, dan pengembalian empat anggota Komite Eksekutif (exco), sambungnya.
Djohar berharap, dengan adanya hasil KLB di Palangkaraya, Indonesia bisa terhindar dari sanksi FIFA. Selain itu, dilanjutkannya, semua masalah yang terjadi dapat terselesaikan.
Sementara itu, Ketua komite gabungan/Joint Committee (JC), Saut Sirait menambahkan, peserta KLB kini masih dalam tahap verifikasi yang dilakukan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI Halim Mahfudz dan perwakilan dari Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) Sefdin Syaifuddin.
JC sudah memutuskan bahwa peserta KLB disesuaikan dengan MOU, yakni peserta KLB di Solo, tuturnya. (esa/bgn)
Hal tersebut setelah mendapatkan restu dari Pelaksana tugas (Plt) Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra), Agung Laksono di kediaman dirinya, Sabtu (8/12).
Kami sudah bertemu dengan Agung Laksono untuk membahas persiapan kongres. Kemudian, kami diberikan arahan untuk menyelenggarakan KLB, ujar Djohar Arifin Husin.
Mengenai dipilihnya Palangkaraya, Djohar menjelaskan karena sudah dipersiapkan sejak lama. Apalagi, PSSI juga sudah melaporkan tempat penyelenggaraan KLB kepada FIFA dan AFC.
Agenda KLB yaitu, penyatuan kompetisi, perubahan dan pengesahan statuta PSSI, dan pengembalian empat anggota Komite Eksekutif (exco), sambungnya.
Djohar berharap, dengan adanya hasil KLB di Palangkaraya, Indonesia bisa terhindar dari sanksi FIFA. Selain itu, dilanjutkannya, semua masalah yang terjadi dapat terselesaikan.
Sementara itu, Ketua komite gabungan/Joint Committee (JC), Saut Sirait menambahkan, peserta KLB kini masih dalam tahap verifikasi yang dilakukan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI Halim Mahfudz dan perwakilan dari Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) Sefdin Syaifuddin.
JC sudah memutuskan bahwa peserta KLB disesuaikan dengan MOU, yakni peserta KLB di Solo, tuturnya. (esa/bgn)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Bantah Tinggalkan Utang, Djohar Klaim Malah Bikin PSSI Untung
Bola Indonesia 6 Juli 2015, 16:06
-
La Nyalla: Djohar Tinggalkan PSSI dengan Utang 19 Miliar
Bola Indonesia 6 Juli 2015, 15:42
-
Skandal Keuangan di PSSI, Djohar Lepas Tangan
Bola Indonesia 6 Juli 2015, 15:29
-
Asprov PSSI Sulbar Ikut-ikutan Kecam Menpora dan Djohar
Bola Indonesia 3 Juli 2015, 10:08
-
Komite Etika PSSI Berharap Djohar Arifin Gentlemen
Bola Indonesia 2 Juli 2015, 21:16
LATEST UPDATE
-
Lamine Yamal Raih Pemain Terbaik La Liga 2025/2026
Liga Spanyol 6 Juni 2026, 16:05
-
Agen Jurgen Klopp Buka Suara soal Rumor ke Real Madrid
Liga Spanyol 6 Juni 2026, 16:00
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47













