Klub Anggota Pengcab PSSI Surabaya Tolak Pembekuan
Editor Bolanet | 5 Mei 2010 22:34
Juru Bicara 18 klub anggota Pengcab PSSI Surabaya, Mohammad Mirdasy kepada wartawan di Surabaya, Rabu, mengatakan, pembekuan itu merupakan keputusan sepihak, karena klub anggota menganggap hasil musyawarah cabang luar biasa pada 27 April lalu sudah sah.
Bahkan, 18 klub anggota tersebut telah meminta tim formatur yang dipimpin Ketua Pengcab PSSI terpilih periode 2010-2014, Saleh Ismail Mukadar, untuk membentuk kepengurusan baru agar pembinaan dan kompetisi internal bisa secepatnya digelar.
"Kondisi saat ini sudah mengarah kepada hal-hal yang tidak kondusif, karena pemilik utama pengcab adalah klub-klub anggota yang selama ini tidak mempersoalkan kepengurusan," katanya.
Pengurus Surabaya Football Club (SFC)--salah satu klub anggota Pengcab PSSI Surabaya--ini, menambahkan sebanyak 18 klub anggota menganggap tidak ada konflik di internal Pengcab PSSI Surabaya dan yang terjadi saat ini hanya perbedaan pandangan.
Mirdasy berharap Pengprov PSSI Jatim tidak memaksakan kehendak, karena tidak menutup kemungkinan klub-klub anggota Pengcab PSSI Surabaya akan melakukan perlawanan hukum terhadap keputusan pembekuan tersebut.
"Tapi, kami berharap semuanya bisa diselesaikan secara baik dan fokus ke pembinaan. Kami juga akan terus melakukan komunikasi dengan klub-klub lain yang belum mau mengakui hasil muscablub," ujarnya.
Kuasa Hukum Pengcab PSSI Surabaya, Mohammad Sholeh menambahkan pembekukan yang dilakukan Pengprov PSSI Jatim cacat hukum dan melanggar Pedoman Dasar organisasi tersebut.
Sholeh menjelaskan, syarat-syarat pembekuan tidak terpenuhi seperti yang tercantum pada pasar 12 Pedoman Dasar Pengprov PSSI Jatim.
Kata kunci dari pasal tersebut adalah "apabila tindakan-tindakan yang dapat merugikan atau mencederai persepakbolaan daerah maupun nasional".
"Pertanyaannya sekarang, kaitannya apa muscablub dengan merugikan atau mencederai persepakbolaan di daerah. Jika muscab atau musprov dianggap cacat, seharusnya bisa diminta untuk ulang, bukannya dibekukan," katanya.
Sholeh menilai keputusan pembekuan itu karena didasari sikap emosional dan ketidaksepahaman terhadap peraturan yang dibuat sendiri oleh Pengprov PSSI Jatim.
"Kami juga akan melaporkan kasus ini kepada Komisi Disiplin PSSI agar memberi hukuman kepada PSSI Jatim. Namun, apakah berani Komdis PSSI memberikan sanksi tersebut," tambahnya.
Selain ke Komdis PSSI, Pengcab PSSI Surabaya juga akan melaporkan kasus pembekuan tersebut ke Badan Arbitrase Olahraga.
Pengurus Pengprov PSSI Jatim bidang hukum, Ahmad Yulianto mengatakan keputusan pembekuan kepengurusan Pengcab PSSI Surabaya sudah sesuai aturan dan legalitas.
"Kalau mereka mau menggunakan jalur hukum, silakan saja," ujar Yulianto yang juga ditunjuk PSSI Jatim sebagai caretaker Pengcab PSSI Surabaya ini. (ant/mac)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Kartu Merah Breel Embolo Saat Lawan Argentina, VAR Dinilai Melewati Batas
Piala Dunia 12 Juli 2026, 20:04
-
Alasan Sebenarnya Declan Rice Diganti Saat Jeda
Piala Dunia 12 Juli 2026, 19:26
-
Erling Haaland dan Piala Dunia yang Mengubah Dirinya
Piala Dunia 12 Juli 2026, 16:26
-
Atletico Bukakan Jalan Bagi Manchester United untuk Rekrut Joao Gomes
Liga Inggris 12 Juli 2026, 16:00
-
Manchester United Segera Ajukan Tawaran Perdana untuk Manu Kone
Piala Dunia 12 Juli 2026, 15:00
-
Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026, 15-16 Juli 2026
Piala Dunia 12 Juli 2026, 11:15
-
Man of the Match Argentina vs Swiss: Julian Alvarez
Piala Dunia 12 Juli 2026, 11:00
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55







