
Bola.net - Breel Embolo menjadi pusat perdebatan usai menerima kartu merah saat Swiss kalah 1-3 dari Argentina di perempat final Piala Dunia 2026. Insiden itu kembali memunculkan pertanyaan mengenai peran VAR yang dinilai telah melewati batas dalam mengambil keputusan.
Kontroversi bermula pada menit ke-71 ketika wasit Joao Pinheiro meninjau ulang pelanggaran yang melibatkan Embolo dan Leandro Paredes. Hasil pemeriksaan VAR mengubah keputusan awal yang semula memberikan kartu kuning kepada Paredes.
Kartu kuning untuk gelandang Argentina itu dibatalkan melalui prosedur mistaken identity. Sebaliknya, Embolo menerima kartu kuning kedua karena dianggap melakukan simulasi sehingga harus meninggalkan lapangan.
Swiss akhirnya bermain dengan 10 pemain hingga waktu normal berakhir dan sepanjang babak tambahan. Situasi tersebut mengubah jalannya pertandingan sebelum Argentina memastikan kemenangan lewat gol Julian Alvarez dan Lautaro Martinez.
Pakar Wasit Nilai VAR Sudah Melampaui Fungsinya
Mantan wasit FIFA, Christina Unkel, memberikan penilaian menarik terkait keputusan terhadap Breel Embolo. Menurutnya, FIFA memakai mekanisme mistaken identity untuk menangani kasus yang sejatinya berkaitan dengan simulasi.
"Keputusan Embolo konsisten dengan keputusan Almiron. FIFA memperlakukan situasi seperti ini sebagai mistaken identity, padahal sebenarnya VAR merekomendasikan pelanggaran simulasi. Bagian yang kontroversial adalah VAR bukan hanya mengubah pemainnya, tetapi juga mengubah jenis pelanggarannya. Kita sudah memasuki wilayah wasit mengadili ulang pertandingan."
Unkel menilai persoalan utamanya bukan sekadar pergantian pemain yang menerima kartu. Ia berpandangan VAR telah mengubah jenis pelanggaran, sesuatu yang memicu perdebatan mengenai batas kewenangan teknologi tersebut.
Granit Xhaka Kecewa dengan Keputusan Wasit
Kapten Swiss, Granit Xhaka, juga meluapkan kekecewaannya setelah pertandingan berakhir. Ia merasa keputusan yang berujung kartu merah untuk Embolo menjadi momen yang mengubah arah laga.
"Aturannya memang seperti itu, tetapi menurut saya, keputusan ini membunuh pertandingan," kata Xhaka. Pernyataan itu muncul setelah Swiss kehilangan momentum yang sempat dibangun melalui gol penyeimbang Dan Ndoye.
Kasus Breel Embolo kemudian dibandingkan dengan insiden Miguel Almiron pada laga Amerika Serikat kontra Paraguay. Kedua kejadian memiliki pola serupa, yakni kartu awal untuk pelanggaran dibatalkan setelah tinjauan VAR, lalu hukuman diberikan kepada pemain yang dianggap melakukan simulasi.
Sumber: Give Me Sport
Advertisement
Berita Terkait
-
Piala Dunia 27 Oktober 2026 06:28Harry Kane Raih Ballon d'Or 2026, Akhiri Penantian 25 Tahun Inggris
-
Piala Dunia 27 Oktober 2026 06:21Harry Kane Raih Gerd Muller Trophy 2026 dengan 73 Gol
-
Piala Dunia 27 Oktober 2026 05:55Spanyol Sapu Bersih Yashin Trophy 2026 Putra dan Putri
-
Piala Dunia 27 Oktober 2026 05:45Luis de la Fuente Raih Men's Coach of the Year 2026, Cetak Sejarah
-
Amerika Latin 18 Oktober 2026 15:25Lionel Messi Dapat Penghormatan Unik, Namanya Diabadikan pada Spesies Tanaman
LATEST UPDATE
-
Tim Nasional 31 Oktober 2026 23:47Mimpi-mimpi Mitchell Baker: Bermain di Piala Dunia dan Premier League
-
Liga Inggris 31 Oktober 2026 22:39Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dihajar Chelsea
-
Liga Inggris 31 Oktober 2026 22:02Lisandro Martinez yang Konyol!
BERITA LAINNYA
-
piala dunia 30 Oktober 2026 22:20Hitung Mundur Menuju 1000 Gol Cristiano Ronaldo, Kurang Berapa?
-
piala dunia 27 Oktober 2026 08:15Rekap Ballon d'Or 2026: Daftar Lengkap Para Pemenang Penghargaan
-
piala dunia 27 Oktober 2026 06:41Alexia Putellas Raih Ballon d'Or Feminin 2026, Sempurnakan Comeback
-
piala dunia 27 Oktober 2026 06:28Harry Kane Raih Ballon d'Or 2026, Akhiri Penantian 25 Tahun Inggris
-
piala dunia 27 Oktober 2026 06:21Harry Kane Raih Gerd Muller Trophy 2026 dengan 73 Gol
-
piala dunia 27 Oktober 2026 05:55Spanyol Sapu Bersih Yashin Trophy 2026 Putra dan Putri
SOROT
-
Liputan6 31 Oktober 2026 00:27Prabowo Ingatkan Generasi Muda Jangan Malas Belajar Sejarah
-
Liputan6 30 Oktober 2026 23:40Naik Whoosh dari Cimahi, Prabowo Sapa Warga di Stasiun Halim
-
Liputan6 30 Oktober 2026 22:56Hadiah Istimewa Pramono untuk 10 Lurah Finalis Benyamin S Award
-
Liputan6 30 Oktober 2026 21:45Menteri Wihaji: Perbaiki Negara Dimulai dari Keluarga
-
Liputan6 30 Oktober 2026 20:48SMA Taruna Nusantara Kini Gratis, Prabowo Perluas Jadi 6 Kampus
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...
















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5382303/original/097438400_1760576399-Chief_Executive_Officer__CEO__Danantara__Rosan_Perkasa_Roeslani_-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382832/original/057071200_1793012315-Prabowo_Subianto_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386841/original/019767400_1793378421-presidenri.go.id-30102026232744-6ae4c580aa9360.38613246-e1793377727603.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386830/original/012264700_1793375966-IMG_1430.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386812/original/083859800_1793371732-IMG_1252.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386790/original/076408100_1793368092-28f33103-de2e-4df7-828d-659c9aef0269.jpg)
