Korupsi di Sepakbola Indonesia Dinilai Lebih Parah Ketimbang FIFA
Editor Bolanet | 9 Juni 2015 20:20
- Komunitas Suporter Anti Korupsi (KoruPSSI) menilai korupsi yang membelit sepakbola Indonesia berada dalam taraf mengkhawatirkan. Bahkan, mereka menyebut korupsi di sepakbola Indonesia cenderung lebih parah ketimbang yang terjadi di FIFA.
Di level Indonesia, sebenarnya peta korupsinya hampir sama dengan FIFA, ujar Koordinator KoruPSSI, Partoba Pangaribuan.
Bahkan, korupsi di sini cenderung lebih parah karena terdapat korupsi APBN di dalamnya, sambungnya.
Sebelumnya, Senin (08/06), KoruPSSI menyambangi kantor KPK dengan membawa setumpuk dokumen ihwal dugaan korupsi yang terjadi di tubuh PSSI. Paling tidak, ada tiga hal yang patut diduga sebagai praktik korupsi di tubuh federasi sepakbola Indonesia ini.
Lebih lanjut, selain korupsi, KoruPSSI juga menyebut banyak tindakan lancung dalam sepakbola Indonesia. Tindakan-tindakan lancung itu antara lain: pengaturan skor, jual beli pertandingan dan prestasi juara, judi sepakbola, sepakbola gajah, pengemplangan pajak, klub tanpa NPWP dan banyak lagi lainnya.
Namun, karena penegakkan hukum melalui kepolisian belum mampu bertindak maka korupsi sepakbola itu tidak tersentuh, tandasnya. (den/dzi)
Di level Indonesia, sebenarnya peta korupsinya hampir sama dengan FIFA, ujar Koordinator KoruPSSI, Partoba Pangaribuan.
Bahkan, korupsi di sini cenderung lebih parah karena terdapat korupsi APBN di dalamnya, sambungnya.
Sebelumnya, Senin (08/06), KoruPSSI menyambangi kantor KPK dengan membawa setumpuk dokumen ihwal dugaan korupsi yang terjadi di tubuh PSSI. Paling tidak, ada tiga hal yang patut diduga sebagai praktik korupsi di tubuh federasi sepakbola Indonesia ini.
Lebih lanjut, selain korupsi, KoruPSSI juga menyebut banyak tindakan lancung dalam sepakbola Indonesia. Tindakan-tindakan lancung itu antara lain: pengaturan skor, jual beli pertandingan dan prestasi juara, judi sepakbola, sepakbola gajah, pengemplangan pajak, klub tanpa NPWP dan banyak lagi lainnya.
Namun, karena penegakkan hukum melalui kepolisian belum mampu bertindak maka korupsi sepakbola itu tidak tersentuh, tandasnya. (den/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Hasil BRI Super League: Madura United Raih Poin Penuh dari Markas PSM Makassar
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 17:44
-
Legenda Thailand Dukung Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 16:36
-
Live Streaming Barcelona vs Alaves: Jadwal dan Link Nonton
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 15:21
-
Live Streaming AC Milan vs Inter Milan: Jadwal dan Link Nonton
Liga Italia 31 Oktober 2026, 15:16
-
Live Streaming Udinese vs Roma: Jadwal dan Link Nonton
Liga Italia 31 Oktober 2026, 15:11
-
Live Streaming Man City vs Brighton: Jadwal dan Link Nonton
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 15:06
-
Live Streaming Chelsea vs Man Utd: Jadwal dan Link Nonton
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 15:01
-
Klasemen MotoGP 2026 Usai Sprint Race Malaysia: Marc Marquez Makin Kokoh di Puncak
Otomotif 31 Oktober 2026, 14:43
-
Hasil Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pedro Acosta Menang, Marc Marquez Posisi ke-2
Otomotif 31 Oktober 2026, 14:34
-
Prediksi Juventus vs Napoli 2 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 14:16
-
Prediksi Liverpool vs Arsenal 1 November 2026
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 13:08
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18









