Kurniawan dan Cerita di Balik Keberhasilan Persebaya Juara Liga Indonesia 2004
Gia Yuda Pradana | 15 Juni 2020 11:26
Bola.net - Kurniawan Dwi Yulianto pernah membawa dua klub berbeda meraih trofi juara Liga Indonesia. Yang pertama adalah bersama PSM Makassar pada musim 1999-2000. Yang kedua adalah bersama Persebaya Surabaya di musim 2004.
Menurut Kurniawan Dwi Yuliuanto pada channel youtube sportOne, meski sama-sama mendapatkan manajemen yang total dalam melayani tim, proses dan tantangan untuk mencapai juara berbeda, terutama pada 2004. Ada tiga tim yang sama-sama berpeluang meraih juara.
Selain Persebaya, ada Persija Jakarta dan PSM Makassar. Meski berstatus tuan rumah pada laga terakhir di Stadion Gelora 10 Nopember, 23 Desember, tak mudah buat Bajul Ijo meraih kemenangan. Lawan mereka adalah Persija yang materi pemainnya tak kalah mentereng dan berstatus pimpinan klasemen sementara.
Persija berada di puncak dengan koleksi 60 poin atau unggul dua angka atas Persebaya dan PSM. Artinya, kemenangan jadi harga mati buat Persebaya seraya berharap PSM tidak menang besar atas PSMS Medan di Stadion Andi Mattalatta Mattoangin.
Khusus dengan PSM, Persebaya diuntungkan oleh margin gol yang lebih baik. Kurniawan menambahkan sehari sebelum pertandingan, seluruh elemen tim yakin bisa memenangkan pertandingan.
Pelatih Persebaya saat itu, Jacksen Tiago, sudah merancang taktik untuk mewujudkan target kemenangan. Manajemen Persebaya yang dikendalikan duet Haji Santo-Saleh Mukadar yang sepanjang musim total melayani tim terus memotivasi pemain.
Bonek, suporter militan Persebaya, sudah siap berpesta menyambut trofi juara setelah musim sebelumnya bergembira merayakan sukses klub kebanggaan promosi ke kompetisi kasta tertinggi.
Namun, pada hari pertandingan, konsentrasi pemain sempat buyar. Hujan yang deras menguyur Kota Surabaya membuat lapangan di Stadion Gelora 10 Nopember tergenang dan membuat pertandingan sempat tertunda hampir dua jam. Belum lagi, teriakan puluhan ribu suporter yang sudah memadati terdengar jelas yang jaraknya memang tak jauh dari mes pemain.
Penyesuaian Taktik
Akibat hujan pula, pemain terpaksa naik bus dan masuk lewat pintu depan. Padahal, sebelumnya, kalau menghadapi tim besar, pemain hanya berjalan kaki dari mes dan masuk lewat pintu belakang.
Situasi dan kondisi lapangan yang berubah, otomatis taktik harus disesuaikan. Jacksen Tiago meminta Kurniawan agar lebih agresif di lini pertahanan awan.
"Saya ditugaskan sebagai orang pertama yang mengadang serangan lawan. Saya pun harus lebih lama dalam memegang bola menunggu lini kedua datang untuk mencetak gol," ujar Kurniawan Dwi Yulianto.
Dari sisi teknis sudah ada solusi. Tapi, tetap saja ada keraguan dalam diri pemain sebelum berangkat ke stadion.
"Terus terang saat itu saya dan pemain lain galau juga. Membayangkan suasana stadion, gimana kalau menang apalagi kalah. Tapi, pas saat melakukan pemanasan, perlahan tapi pasti beban agak berkurang."
Persebaya akhirnya meraih trofi juara setelah mengalahkan Persija 2-1. Dua gol kemenangan Bajul Ijo dicetak oleh Danilo Fernando dan Luciano da Silva. Gol Persija lahir berkat bunuh diri Mat Halil. Sementara di Makassar, PSM hanya mampu menang 2-1 atas PSMS. Persebaya dan PSM sama-sama mengoleksi 61 poin atau unggul satu angka dari Persija.
Bela 11 Klub Berbeda di Indonesia

Selain PSM dan Pesebaya yang dibawanya meraih trofi juara, Kurniawan tercatat bermain pada sembilan klub lain di kompetisi tanah air. Ia pernah membela klub klub Malaysia, Sarawak FA pada 2005-2006.
Kurniawan punya alasan tersendiri mengapa tak pernah bertahan lama pada satu klub, kecuali Pelita Bakrie yang menjadi tim pertamanya sepulang bermain di Eropa.
"Sebagai pemain, saya tentu ingin mendapatkan kontrak jangka panjang. Hanya waktu kan, dana operasional tergantung pada APBD. Manajemen atau pengelolanya pun kadang berganti. Sehingga rata-rata mereka hanya mau mengontrak pemain hanya satu musim," terang Kurniawan.
Sejatinya, kata Kurniawan, pemain lebih nyaman dengan kontrak jangka panjang karena ada kepastian kelangsungan karier. Itulah mengapa, ia mengapresiasi perkembangan klub belakangan ini. Ada sebagian klub yang sudah memberikan kontrak jangka panjang buat pemainnnya.
"Saya pikir cara ini lebih baik. Pemain lebih fokus mengembangkan kemampuannya untuk mendongkrak prestasi tim," terang eks striker FC Lucern (Swiss) ini.
Kurniawan juga tak setuju anggapan Indonesia kekurangan striker bertalenta. "Sebenarnya kita punya banyak striker yang bagus. Hanya masalahnya ada pada jam terbang. Pelatih lebih memilih striker asing karena tuntutan kemenangan dari manajemen dan suporter. Jadi dilematis juga. Itulah mengapa saya mengapresiasi klub yang berani memainkan striker lokal seperti Arema FC," pungkasnya.
Sumber: Youtube sportOne
Disadur dari: Bola.com/Abdi Satria/Yus Mei Sawitri
Published: 15 Juni 2020
Baca juga artikel-artikel lainnya:
Persebaya dalam Angka: Klub dengan Sejarah Panjang di Persepakbolaan Indonesia
Persib Bandung dalam Angka: Klub Kondang dan Terpopuler di Indonesia
Melihat 3 Stadion Berkelas di DIY Jelang Kembalinya Liga 1
Persija Komentari Dirut Baru PT LIB yang Nihil Latar Belakang Sepak Bola
4 Hal Ini Buktikan Sepak Bola Indonesia itu Sungguh Ajaib
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Link Live Streaming Borneo FC vs Persija Jakarta di BRI Super League 2026/2027
Bola Indonesia 5 September 2026, 17:00
-
Prediksi BRI Super League: Persib vs PSM Makassar 6 September 2026
Bola Indonesia 5 September 2026, 16:00
LATEST UPDATE
-
Rapor Pemain AC Milan Saat Ditahan Imbang Juventus: Cisse Brillian, De Winter Solid!
Liga Italia 7 September 2026, 08:30
-
Comeback di Menit Akhir, Luciano Spalletti Acungi Jempol Perjuangan Juventus
Liga Italia 7 September 2026, 08:00
-
Rapor Pemain Chelsea Usai Kalah dari Arsenal: Rogers Menjanjikan, Palmer Tenggelam!
Liga Inggris 7 September 2026, 07:45
-
Pengakuan Jujur Ruben Amorim: AC Milan Tidak Layak Menang Lawan Juventus!
Liga Italia 7 September 2026, 07:30
-
Rapor Pemain Arsenal usai Comeback Lawan Chelsea: Saka Mematikan, Odegaard Pembeda!
Liga Inggris 7 September 2026, 07:15
-
Cetak Gol Tapi MU Gagal Menang, Perasaan Benjamin Sesko Campur Aduk
Liga Inggris 7 September 2026, 07:00
-
Barcelona Hancurkan Valencia, Hansi Flick Full Senyum!
Liga Spanyol 7 September 2026, 06:30
-
Kena Comeback Arsenal, Xabi Alonso Akui Chelsea Sempat Lengah
Liga Inggris 7 September 2026, 05:45
-
Bekuk Chelsea, Mikel Arteta Sanjung Mental Juara Arsenal
Liga Inggris 7 September 2026, 05:15
-
Man of the Match Juventus vs AC Milan: Francisco Conceicao
Liga Italia 7 September 2026, 04:34
-
Hasil Juventus vs AC Milan: Gol Telat Gatti Buyarkan Kemenangan Rossoneri!
Liga Italia 7 September 2026, 04:25
-
Man of the Match Arsenal vs Chelsea: Martin Odegaard
Liga Inggris 7 September 2026, 00:53
-
Hasil Arsenal vs Chelsea: The Gunners Comeback dan Menang di Derby London
Liga Inggris 7 September 2026, 00:27
-
Tempat Menonton Juventus vs AC Milan di Serie A, 7 September 2026
Liga Italia 6 September 2026, 23:59
-
Link Streaming Juventus vs AC Milan 7 September 2026
Liga Italia 6 September 2026, 23:45
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51



