FOLLOW US:


Melihat 3 Stadion Berkelas di DIY Jelang Kembalinya Liga 1

15-06-2020 10:01

 | Gia Yuda Pradana

Melihat 3 Stadion Berkelas di DIY Jelang Kembalinya Liga 1
Stadion Mandala Krida © Bola.com/Vincentius Atmaja

Bola.net - Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersiap menjadi salah satu kota penyelenggara Shopee Liga 1 2020 yang berpotensi digulirkan pada September atau Oktober mendatang.

DIY diketahui memiliki sarana pendukung sepak bola yang cukup lengkap. Ada setidaknya tiga stadion berkelas yang ada di wilayah DIY, ditunjang fasilitas memadai.

PSSI merencanakan seluruh pertandingan terpusat di Pulau Jawa. Ketua PSSI, Mochamad Iriawan mengungkapkan rencana untuk menempatkan tim-tim luar Jawa secara terpusat di Yogyakarta.

Gayung pun. Provinsi DIY, yang memiliki infrastruktur berstandar liga, siap untuk menjadi tuan rumah.

PSSI memang ingin menerapkan aturan protokol yang ketat dalam menggelar kompetisi. Model kompetisi terpusat diyakin paling sesuai dengan kondisi saat ini. Alasan itulah yang membuat pria yang akrab disapa Iwan Bule tersebut memilih Yogyakarta sebagai markas klub-klub dari luar Pulau Jawa.

Ketiga stadion representatif di wilayah DIY adalah Stadion Maguwoharjo Kabupaten Sleman, Stadion Mandala Krida Kota Yogyakarta, dan Stadion Sultan Agung Kabupaten Bantul. Selain itu, ada pula sejumlah lapangan atau stadion mini dengan kualitas rumput terbaik.

1 dari 3

Stadion Maguwoharjo

View this post on Instagram

A post shared by stadion maguwoharjo (@stadion_maguwoharjo) on

Markas PSS Sleman ini lebih dikenal seperti markas duo Milan, San Siro atau Giuseppe Meazza-nya Indonesia, lantaran bentuk bangunannya yang mirip.

Stadion Maguwoharjo menjadi satu di antara stadion modern di Indonesia yang dengan tidak memiliki lintasan lari. Kapasitas penonton stadion ini juga cukup besar, yakni 35 ribu.

Stadion ini dibangun pada 2005 dengan anggaran Rp100 miliar. Stadion Maguwoharjo pernah direhab karena bencana gempa bumi DIY tahun 2007. PSS baru menikmati prestasi menterengnya pada musim 2018 dengan menjadi juara Divisi Utama atau Liga 2.

Tidak hanya PSS yang sering menggunakan stadion ini. Timnas Indonesia juga pernah bermain di Stadion Maguwoharjo untuk laga internasional.

Stadion Maguwoharjo memiliki sejumlah keunggulan di antaranya berlokasi tidak jauh dari bandara internasional Adi Sucipto, Yogyakarta. Area parkir yang luas, dua sisi tribune barat dan timur yang beratap, serta rumput lapangan yang berkualitas.

Hal menariknya lagi adalah jarak antara lapangan dengan tribune penonton yang dekat karena tidak ada lintasan lari.

2 dari 3

Stadion Mandala Krida

View this post on Instagram

A post shared by Stadion Mandala Krida (@mandala_krida) on

Markas PSIM Yogyakarta ini menjadi saksi lahirnya PSSI pada tahun 1930. Keberadaan Stadion Mandala Krida merupakan simbol kebesaran sepak bola di tanah Mataram.

Stadion Mandala Krida belum lama ini dipugar setelah mendapat bantuan dana dari pemerintah sebesar Rp158 miliar.

Stadion Mandala Krida masuk dalam daftar venue untuk Piala Dunia U-2021 bersanding dengan Stadion Manahan Solo.

Setelah dipugar, Stadion Mandala Krida yang terletak di jantung kota Gudeg memiliki sejumlah keunggulan. Kapasitas penonton yang dulunya hanya menampung kurang dari 20 ribu orang, kini menjadi 35 ribu.

Tribune sisi barat dan timur bertingkat dan dilengkapi atap. Rumput stadion ini juga telah memenuhi standar internasional. Stadion Mandala Krida selain menjadi markas klub PSIM, beberapa waktu lalu juga menggelar laga internasional yakni Timnas Indonesia U-19 melawan Iran.

3 dari 3

Stadion Sultan Agung

Satu lagi stadion yang menjadi andalan di wilayah DIY ialah Stadion Sultan Agung.

Selain menjadi rumah bagi Persiba Bantul, Stadion Sultan Agung juga pernah menjadi rumah kedua PSIM Yogyakarta ketika Stadion Mandala Krida dipugar selama lebih dari dua tahun. Persikabo dan Kalteng Putra juga pernah bermarkas di stadion ini karena cukup representatif.

Stadion Sultan Agung berdiri cukup megah dikelilingi area persawahan dan pedesaan. Stadion ini mampu menampung 20 ribu penonton, ditunjang dengan kualitas rumput dan pencahayaan yang baik.

Stadion ini dibangun pada tahun 2004 dan diresmikan pada tahun 2007, kemudian direnovasi pada 2011. Selain itu, stadion ini memiliki daya tarik tersendiri, karena menyuguhkan pemandangan menarik.

Di sebelah barat merupakan arena pacuan kuda. Di sisi selatan, Anda bisa melihat pegunungan seribu.

Bagi pencinta kuliner terutama daging kambing, Stadion Sultan Agung tak jauh dari kawasan Jejeran yang dikenal sebagai sentra masakan olahan kambing.

Stadion ini juga masuk daftar venue untuk Piala Dunia U-20 tahun 2021. Walau tidak menjadi stadion untuk pertandingan, markas Persiba ini masuk daftar tempat untuk latihan.

Disadur dari: Bola.com/Abdi Satria/Wiwig Prayugi

Published: 14 Juni 2020