La Nyalla Ingin Digelar Kongres Luar Biasa Lagi
Editor Bolanet | 8 Juni 2012 08:52
- La Nyalla Mahmud Mattalitti, menginginkan agar digelarnya Kongres Luar Biasa (KLB) kembali untuk menentukan Ketua Umum PSSI Baru usai terbitnya keputusan Task Force AFC.
Tim yang sengaja dibentuk guna mengakhiri konflik di pentas sepak bola nasional tersebut, sukses mendorong terjadinya rekonsiliasi dan ditandai nota kesepahaman Memorarandum of Understanding (MoU), di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (07/8).
Menurutnya, pelaksana KLB harus diberikan kepada Komite Normalisasi (KN) yang dipimpin Agum Gumelar. La Nyalla mengingatkan, KLB akan diikuti sebanyak 101 pemilik suara sah PSSI, sesuai keputusan Kongres Tahunan PSSI, di Bali, 20-21 Januari 2011.
Pemilik suara nanti, harus sama dengan KLB di Solo, Jawa Tengah, pada 9 Juni 2011 dan KLB Ancol, pada 18 Maret 2012. Paling lambat, September KLB harus digelar atau tiga bulan setelah batas waktu dari FiFA, 15 Juni, tukasnya.
KLB akan menentukan Ketua Umum definitif yang merupakan peleburan PSSI pimpinan saya dan Djohar Arifin. Ketua Umum PSSI mendatang, harus yang benar-benar diakui anggotanya, sambungnya.
Terkait pengakuan atas kepengurusan PSSI pimpinannya, La Nyalla mengatakan jika Task Force AFC juga memberikan legalitas pada jajaran Komite Eksekutif (Exco) yang dipilih melalui KLB di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, pada 18 Maret 2012.
Sehingga, La Nyalla memberikan gambaran, nantinya akan terdapat 14 Exco yang terdiri sembilan Exco versi KPSI dan lima versi Djohar.
Exco dari kubu La Nyalla, terdapat Robertho Rouw, Tonny Aprilani, Erwin Dwi Budiawan, Djamal Aziz, Zulfadli, Ahmed Zaki Iskandar Zulkarnain, La Siya, dan Diza Rasyid Ali. Sedangkan di kubu Djohar, ada Widodo Santoso, Tuty Dau, Sihar Sitorus, Mawardi Nurdin dan Bob Hippy.
Kalau ditambah dengan satu Ketua Umum dan dua Wakil Ketua Umum, maka akan berjumlah 17 Exco. Jumlah tersebut sama sekali tidak melanggar aturan, sebab mengacu pada statuta FIFA, jumlah Exco sebanyak 25, tutupnya. (esa/end)
Tim yang sengaja dibentuk guna mengakhiri konflik di pentas sepak bola nasional tersebut, sukses mendorong terjadinya rekonsiliasi dan ditandai nota kesepahaman Memorarandum of Understanding (MoU), di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (07/8).
Menurutnya, pelaksana KLB harus diberikan kepada Komite Normalisasi (KN) yang dipimpin Agum Gumelar. La Nyalla mengingatkan, KLB akan diikuti sebanyak 101 pemilik suara sah PSSI, sesuai keputusan Kongres Tahunan PSSI, di Bali, 20-21 Januari 2011.
Pemilik suara nanti, harus sama dengan KLB di Solo, Jawa Tengah, pada 9 Juni 2011 dan KLB Ancol, pada 18 Maret 2012. Paling lambat, September KLB harus digelar atau tiga bulan setelah batas waktu dari FiFA, 15 Juni, tukasnya.
KLB akan menentukan Ketua Umum definitif yang merupakan peleburan PSSI pimpinan saya dan Djohar Arifin. Ketua Umum PSSI mendatang, harus yang benar-benar diakui anggotanya, sambungnya.
Terkait pengakuan atas kepengurusan PSSI pimpinannya, La Nyalla mengatakan jika Task Force AFC juga memberikan legalitas pada jajaran Komite Eksekutif (Exco) yang dipilih melalui KLB di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, pada 18 Maret 2012.
Sehingga, La Nyalla memberikan gambaran, nantinya akan terdapat 14 Exco yang terdiri sembilan Exco versi KPSI dan lima versi Djohar.
Exco dari kubu La Nyalla, terdapat Robertho Rouw, Tonny Aprilani, Erwin Dwi Budiawan, Djamal Aziz, Zulfadli, Ahmed Zaki Iskandar Zulkarnain, La Siya, dan Diza Rasyid Ali. Sedangkan di kubu Djohar, ada Widodo Santoso, Tuty Dau, Sihar Sitorus, Mawardi Nurdin dan Bob Hippy.
Kalau ditambah dengan satu Ketua Umum dan dua Wakil Ketua Umum, maka akan berjumlah 17 Exco. Jumlah tersebut sama sekali tidak melanggar aturan, sebab mengacu pada statuta FIFA, jumlah Exco sebanyak 25, tutupnya. (esa/end)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Marselino Ferdinan Fokus Rehabilitasi usai Operasi Lutut di Sevilla
Bola Indonesia 14 Agustus 2026, 16:25
-
PSSI Tunda Evaluasi John Herdman Usai Timnas Indonesia Gagal di Piala AFF 2026
Tim Nasional 10 Agustus 2026, 19:16
-
Jawa Barat Dominan, IMC 2026 Tegaskan Kebangkitan Muaythai Indonesia
Olahraga Lain-Lain 10 Agustus 2026, 08:44
-
Gianni Infantino Diserang Javier Tebas, Era Presiden FIFA Dinilai Sudah Berakhir
Piala Dunia 10 Agustus 2026, 08:12
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton Leipzig vs Man City di Liga Champions, 5 November 2026
Liga Champions 5 November 2026, 02:00
-
Tempat Menonton Slavia Praha vs Arsenal di Liga Champions, 5 November 2026
Liga Champions 5 November 2026, 01:30
-
Link Streaming Leipzig vs Man City, 5 November 2026
Liga Champions 5 November 2026, 01:00
-
Link Streaming Slavia Praha vs Arsenal, 5 November 2026
Liga Champions 5 November 2026, 00:30
-
Tempat Menonton AEK Athens vs Real Madrid di Liga Champions, 5 November 2026
Liga Champions 4 November 2026, 23:59
-
Manchester United Siapkan Langkah Hukum jika Real Madrid Rekrut JJ Gabriel
Liga Inggris 4 November 2026, 23:57
-
Tempat Menonton Fenerbahce vs Liverpool di Liga Champions, 5 November 2026
Liga Champions 4 November 2026, 23:30
-
Link Streaming AEK Athens vs Real Madrid, 5 November 2026
Liga Champions 4 November 2026, 23:00
-
Barcelona Konfirmasi Rodri Cedera Hamstring, Absen Lawan Atletico Madrid
Liga Spanyol 4 November 2026, 22:53
-
Link Streaming Fenerbahce vs Liverpool 5 November 2026
Liga Champions 4 November 2026, 22:30
-
Tampil Menggila Bersama Barcelona, Raphinha Dapat Dukungan Raih Ballon d'Or
Liga Champions 4 November 2026, 22:13
-
Legenda Tenis Rafael Nadal Bakal Gabung Dewan Direksi Real Madrid
Liga Spanyol 4 November 2026, 21:33
-
PSG Samai Rekor Threepeat UCL Real Madrid? Kenapa Tidak?
Liga Champions 4 November 2026, 21:00
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18



