Lemkapoin Menduga Ketum PSSI Menerima Gratifikasi
Editor Bolanet | 15 Maret 2013 17:51
- Sepak bola Indonesia belum bisa lepas dari persoalan integritas. Pasca turunnya Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Nurdin Halid dan digantikan Djohar Arifin Husin, ternyata kondisi belum juga berubah. Integritas dalam pelaksanaan tata kelola sepakbola Indonesia belum mencerminkan sikap sportivitas dari pengurus sepakbola itu sendiri.
Padahal, tahun 2011 lalu, terpilihnya Djohar Arifin Husin karena visi akan membangun semangat transparansi dan akuntabilitas PSSI khususnya dan menjunjung semata integritas pada sepak bola secara keseluruhan.
Bahkan, yang sangat fenomenal, Djohar berjanji dalam kampanye saat kongres menyatakan bahwa laporan keuangan PSSI akan selalu disampaikan ke publik setiap enam bulan sekali.
Faktanya, hingga kini keberlangsungan hingga dua tahun, janji tersebut belum terealisasi, ujar Richar Ahcmad Supriyanto, Direktur Lembaga Kajian dan Pengembangan Olahraga Indonesia (Lemkapoin), ditemui ketika mengadukan dugaan gratifikasi dan pelanggaran Kode Etik PSSI yang dilakukan Ketum PSSI Djohar Arifin Husin kepada Ketua Komite Etik PSSI Todung Mulya Lubis, kantor Hukum, Equity Tower, Jakarta, Jumat (15/3).
Lepas dari konflik yang mendera persepakbolaan Indonesia, ada fakta menarik bahwa tarik ulur kepentingan menyebabkan integritas pengurus PSSI menjadi tergadaikan. Godaan korupsi, suap, dan kepentingan politik menjadi barang yang lumrah.
Kini, integritas sesungguhnya dari PSSI, khususnya Djohar dipertaruhkan.
Kami menerima laporan dari masyarakat menyangkut integritas dari saudara Djohar, dalam laporan tersebut, disertai beberapa bukti kuat sehingga kami melakukan investigasi mendalam dan menguatkan beberapa temuan dugaan pelanggaran kode etik dari saudara Djohar selaku Ketua Umum PSSI, ujar Richard.
Djohar juga menyakiti hati suporter karena mengkhianati semangat gerakan koin untuk Timnas yang hanya terkumpul Rp54 juta dari seluruh masyarakat Indonesia, termasuk penyanyi jalanan, pedagang pecel, tambal ban, mahasiswa, dan karyawan kantoran, tambahnya.(esa)
Dugaan Awal Pelanggaran Kode Etik Djohar:
Padahal, tahun 2011 lalu, terpilihnya Djohar Arifin Husin karena visi akan membangun semangat transparansi dan akuntabilitas PSSI khususnya dan menjunjung semata integritas pada sepak bola secara keseluruhan.
Bahkan, yang sangat fenomenal, Djohar berjanji dalam kampanye saat kongres menyatakan bahwa laporan keuangan PSSI akan selalu disampaikan ke publik setiap enam bulan sekali.
Faktanya, hingga kini keberlangsungan hingga dua tahun, janji tersebut belum terealisasi, ujar Richar Ahcmad Supriyanto, Direktur Lembaga Kajian dan Pengembangan Olahraga Indonesia (Lemkapoin), ditemui ketika mengadukan dugaan gratifikasi dan pelanggaran Kode Etik PSSI yang dilakukan Ketum PSSI Djohar Arifin Husin kepada Ketua Komite Etik PSSI Todung Mulya Lubis, kantor Hukum, Equity Tower, Jakarta, Jumat (15/3).
Lepas dari konflik yang mendera persepakbolaan Indonesia, ada fakta menarik bahwa tarik ulur kepentingan menyebabkan integritas pengurus PSSI menjadi tergadaikan. Godaan korupsi, suap, dan kepentingan politik menjadi barang yang lumrah.
Kini, integritas sesungguhnya dari PSSI, khususnya Djohar dipertaruhkan.
Kami menerima laporan dari masyarakat menyangkut integritas dari saudara Djohar, dalam laporan tersebut, disertai beberapa bukti kuat sehingga kami melakukan investigasi mendalam dan menguatkan beberapa temuan dugaan pelanggaran kode etik dari saudara Djohar selaku Ketua Umum PSSI, ujar Richard.
Djohar juga menyakiti hati suporter karena mengkhianati semangat gerakan koin untuk Timnas yang hanya terkumpul Rp54 juta dari seluruh masyarakat Indonesia, termasuk penyanyi jalanan, pedagang pecel, tambal ban, mahasiswa, dan karyawan kantoran, tambahnya.(esa)
Dugaan Awal Pelanggaran Kode Etik Djohar:
Dugaan menerima suap/komisi/hadiah dari pihak ketiga berupa mobil dengan nomor polisi B 139 JAH dengan merek Mitsubishi Pajero warna merah seharga kurang lebih Rp 496,500.000,00
Dengan pemberian tersebut, mempengaruhi penyalahgunaan wewenang berupa pembentukan Badan Tim Nasional (BTN) secara pribadi. Padahal seharusnya, melalui rapat Exco PSSI.
Diduga telah melakukan penyunatan terhadap dana bantuan masyarakat kepada Timnas PSSI dan saat Piala AFF 2012 sebesar Rp240.000.000. Sumbangan senilai Rp100.000.000 tersebut diduga disunat oleh Djohar dan hanya diberikan kepada bendahara PSSI Rp760.00.000.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 16:32
-
Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
Otomotif 30 Oktober 2026, 16:06
-
Link Streaming Java United vs Bhayangkara FC di BRI Super League, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 15:17
-
Prediksi Barcelona vs Alaves 1 November 2026
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 14:26
-
Prediksi Milan vs Inter 1 November 2026
Liga Italia 30 Oktober 2026, 13:29
-
Prediksi Bayern vs Dortmund 1 November 2026
Bundesliga 30 Oktober 2026, 12:31
-
Prediksi Udinese vs Roma 1 November 2026
Liga Italia 30 Oktober 2026, 11:25
-
Prediksi Man City vs Brighton 31 Oktober 2026
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 10:38
-
Prediksi Chelsea vs Man Utd 31 Oktober 2026
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 09:38
-
Prediksi Le Havre vs PSG 31 Oktober 2026
Liga Eropa Lain 30 Oktober 2026, 08:15
-
Sesko Cedera, Ini 5 Striker yang Bisa Direkrut Manchester United pada Januari
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 07:02
-
Cristiano Ronaldo Raih B.O.A.T Award, Mengapa Penghargaan Ini Kontroversial?
Liga Champions 30 Oktober 2026, 06:55
-
Mendalami Kebangkitan Ronald Araujo di Liverpool usia Tinggalkan Barcelona
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 06:48
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18







