Manajer Madura United Pertanyakan Kelanjutan Pengusutan Kasus Match Fixing
Dimas Ardi Prasetya | 3 Mei 2019 23:17
Bola.net - - Mandeknya pengusutan kasus dugaan match fixing di Liga 2 musim lalu membuat Januar Herwanto meradang. Manajer Madura United ini mempertanyakan kelanjutan pengusutan kasus tersebut, termasuk apakah Kalteng Putra dan PSS Sleman ikut terlibat dalam praktik lancung tersebut atau tidak.
"Bagaimana nasib pengusutan match fixing terhadap Kalteng Putra dan PSS Sleman? Hidayat sudah jadi tersangka. Terkait kasus penalti, Krisna Adi sudah di sanksi seumur hidup. Sementara, PSMP Mojokerto dihukum setahun. Lalu kenapa yang diuntungkan dengan akrobat PSMP kok tidak disanksi?" ucap Januar.
"Seolah-olah, Kalteng Putra dan PSS Sleman kedap terhadap sanksi. Lalu, kita amnesia berjamaah soal match fixing yang secara nyata membuat PSSI dalam keadaan darurat," sambungnya.
Januar sendiri adalah salah seorang whistleblower kasus match fixing di sepak bola Indonesia. Pengakuannya bahwa ia pernah mendapat order agar mengalah di kandang lawan mampu menjadi salah satu pintu masuk terbongkarnya praktik match fixing di sepak bola Indonesia.
Bagaimana harapan Januar pada proses pemberantasan match fixing? Simak di bawah ini.
Harus Diusut Tuntas
Lebih lanjut, Januar menuntut agar kasus dugaan match fixing diusut tuntas, terutama oleh PSSI. Hal ini, menurutnya, agar ada efek jera bagi semua pihak yang terlinat dalam praktik lancung ini.
"Kalau didiamkan seperti sekarang, mana mungkin sepak bola kita maju? Match fixing ini kasus besar yang memalukan bangsa," kata Januar.
"Belasan tersangka dan banyak yang ditahan terkait dengan kasus ini. Di mana Komisi Disiplin dan Komite Ad Hoc Integrity?" tukasnya.
Dituntaskan Sebelum Liga 1 2019 Dimulai
Januar sendiri meminta agar kasus dugaan ini diusut tuntas dalam waktu secepatnya. Bahkan, jika memungkinkan, kasus ini harus diselesaikan sebelum kompetisi Liga 1 musim 2019 bergulir.
"Sebelum menggulirkan liga, semestinya PSSI mengusut tuntas skandal match fixing kompetisi musim 2018," ujar Januar.
"Saat ini kan seolah tidak ada apa-apa. Kasus sebesar itu kok bisa didiamkan saja?" tandasnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Tempat Menonton Madura United vs Persib di BRI Super League, 22 Oktober 2026
Bola Indonesia 22 Oktober 2026, 17:57
-
Link Streaming Persik vs PSS, 22 Oktober 2026
Bola Indonesia 22 Oktober 2026, 15:02
-
Prediksi BRI Super League: Madura United vs Persib 22 Oktober 2026
Bola Indonesia 21 Oktober 2026, 19:15
-
Prediksi BRI Super League: Persik vs PSS Sleman 22 Oktober 2026
Bola Indonesia 21 Oktober 2026, 19:12
LATEST UPDATE
-
Mimpi-mimpi Mitchell Baker: Bermain di Piala Dunia dan Premier League
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 23:47
-
Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dihajar Chelsea
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:39
-
Lisandro Martinez yang Konyol!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:02
-
Halloween untuk MU: Kalah dari Chelsea, Setan Merah Ukir Rekor Terburuk Sejak 1988!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 21:47
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
-
Strategi Cerdas Marc Marquez Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pantang Memimpin Balapan!
Otomotif 31 Oktober 2026, 19:14
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18




