Maradona Bikin Kecewa Peserta Coaching Clinic
Editor Bolanet | 30 Juni 2013 16:15
- Perasaan kecewa harus diterima orang tua dan para peserta coaching clinic bersama legenda sepak bola dunia asal Argentina, Diego Armando Maradona, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Sabtu (29/6) petang.
Pasalnya, rombongan Maradona yang berisikan Ketua Umum Badan Sepak Bola Rakyat Indonesia (Basri) Eddy Sofyan serta Isran Noor, hadir pada pukul 16.15 WIB dan meninggalkan stadion pukul 16.35 WIB. Tidak ada aktifitas latihan seperti yang pernah dijanjikan Eddy dan Isran. Kesempatan latihan tersebut, hanya dipandu mentor yang berasal dari Basri.
Ini membuat saya sangat kecewa. Pasalnya, saya berharap Maradona bisa turun lapangan dan langsung memberikan materi latihan, ujar Andi Wardana, bapak dari Farhan Prianggara (16), salah satu peserta coaching clinic.
Dilanjutkan Andi, supaya putranya bisa mengikuti hal tersebut harus mengeluarkan biaya sebesar Rp500 ribu. Itu karena, dikatakannya, Farhan berasal dari sekolah Sepak Bola Boca Junior, Pancoran, Jakarta.
Seharusnya, membayar Rp2 juta. Tapi khusus siswa SSB Boca mendapatkan potongan harga. Sedangkan para peserta lainnya, banyak yang mengaku harus membayar Rp2-2,5 juta, tutur Andi.
Selain itu, Andi mengeluh, jika para peserta coaching clinic tidak mendapat jersey dan harus menyediakannya masing-masing. Alhasil, Andi menegaskan jika perasaannya lebih terpuaskan ketika Farhan mengikuti hal serupa bersama Radja Nainggolan di SUGBK, pada 17 Juni lalu.
Walau harus membayar Rp750 ribu, saya puas karena mendapatkan jersey, sertifikat, foto dan Radja ikut turun langsung. Lebih membanggakannya lagi, Farhan mendapatkan sertifikat sebagai 11 dari 200 peserta terbaik berdasarkan penilaian Radja Nainggolan, pungkas warga Cibubur, Jakarta tersebut. (esa/dzi)
Pasalnya, rombongan Maradona yang berisikan Ketua Umum Badan Sepak Bola Rakyat Indonesia (Basri) Eddy Sofyan serta Isran Noor, hadir pada pukul 16.15 WIB dan meninggalkan stadion pukul 16.35 WIB. Tidak ada aktifitas latihan seperti yang pernah dijanjikan Eddy dan Isran. Kesempatan latihan tersebut, hanya dipandu mentor yang berasal dari Basri.
Ini membuat saya sangat kecewa. Pasalnya, saya berharap Maradona bisa turun lapangan dan langsung memberikan materi latihan, ujar Andi Wardana, bapak dari Farhan Prianggara (16), salah satu peserta coaching clinic.
Dilanjutkan Andi, supaya putranya bisa mengikuti hal tersebut harus mengeluarkan biaya sebesar Rp500 ribu. Itu karena, dikatakannya, Farhan berasal dari sekolah Sepak Bola Boca Junior, Pancoran, Jakarta.
Seharusnya, membayar Rp2 juta. Tapi khusus siswa SSB Boca mendapatkan potongan harga. Sedangkan para peserta lainnya, banyak yang mengaku harus membayar Rp2-2,5 juta, tutur Andi.
Selain itu, Andi mengeluh, jika para peserta coaching clinic tidak mendapat jersey dan harus menyediakannya masing-masing. Alhasil, Andi menegaskan jika perasaannya lebih terpuaskan ketika Farhan mengikuti hal serupa bersama Radja Nainggolan di SUGBK, pada 17 Juni lalu.
Walau harus membayar Rp750 ribu, saya puas karena mendapatkan jersey, sertifikat, foto dan Radja ikut turun langsung. Lebih membanggakannya lagi, Farhan mendapatkan sertifikat sebagai 11 dari 200 peserta terbaik berdasarkan penilaian Radja Nainggolan, pungkas warga Cibubur, Jakarta tersebut. (esa/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Dulu Maradona, Sekarang Di Lorenzo!
Liga Italia 5 Mei 2023, 08:20
-
5 Fakta Menarik saat Napoli Rengkuh Gelar Ketiga Liga Italia
Liga Italia 5 Mei 2023, 05:55
-
5 Predator Kelas Wahid dalam Sejarah Sepak Bola, Ada Ronaldo
Editorial 11 April 2023, 14:43
LATEST UPDATE
-
Prediksi BRI Super League: PSBS Biak vs Semen Padang 8 Maret 2026
Bola Indonesia 7 Maret 2026, 14:54
-
Krisis Memanas, Tottenham Bisa Jadi Favorit Kena Degradasi!
Liga Inggris 7 Maret 2026, 14:34
-
Prediksi BRI Super League: Persib vs Persik 8 Maret 2026
Bola Indonesia 7 Maret 2026, 13:49
-
Tidak Ada yang Peduli dengan Marcus Rashford di Barcelona
Liga Spanyol 7 Maret 2026, 12:38

















