Menguak Kontroversi Pemecatan Imran Nahumarury dan Yeyen Tumena dari Malut United: Praktik Lazim di Indonesia?
Asad Arifin | 25 Juni 2025 10:54
Bola.net - Polemik terkait pemecatan Imran Nahumarury dan Yeyen Tumena dari jajaran pelatih Malut United akhirnya menemui titik terang. Manajemen klub asal Maluku Utara itu angkat bicara untuk menjelaskan secara gamblang alasan di balik keputusan tegas tersebut.
Imran yang sebelumnya menjabat sebagai pelatih kepala, serta Yeyen yang mengemban peran Direktur Teknik, secara resmi diberhentikan dari skuad berjuluk Laskar Kie Raha. Padahal dari sisi prestasi, keduanya terbilang cukup berhasil membawa Malut United bersaing di papan atas BRI Liga 1 2024/2025.
Hal itu membuat kabar pemecatan mereka menuai sorotan luas dari publik sepak bola nasional. Apalagi, Imran dan Yeyen dikenal sebagai sosok berpengalaman yang punya rekam jejak kuat di kancah sepak bola Tanah Air, termasuk sebagai eks pemain timnas.
Namun demikian, seperti disampaikan oleh Wakil Manajer Malut United, Asghar Saleh, keputusan tersebut tidak dibuat secara sembarangan. “Tapi kami tidak bisa menutup mata atas berbagai praktik tidak pantas yang dilakukan keduanya,” tegas Asghar dikutip dari Antara.
Dugaan Pemotongan Gaji dan 'Setoran' untuk Tampil

Asghar memaparkan bahwa pemecatan Imran dan Yeyen dipicu oleh pelanggaran berat yang telah terjadi sejak keduanya masih menangani tim di kompetisi Liga 2. Manajemen klub sejatinya telah memberikan kesempatan, namun pelanggaran tersebut kembali terulang.
“Kami kecewa berat. Ada pemain yang mengaku harus menyetor uang agar bisa bermain. Fee pemain juga diambil dan itu jelas melanggar,” ungkap Asghar.
Ia menambahkan bahwa pihak klub memiliki bukti kuat atas dugaan pemotongan gaji dan penarikan uang dari para pemain, baik lokal maupun asing. Menurutnya, hampir seluruh pemain lokal pernah dimintai sejumlah uang demi mendapatkan kesempatan bermain di lapangan.
Imran Sampaikan Permintaan Maaf, Yeyen Belum Memberi Respons

Asghar turut menyampaikan bahwa Imran telah mengajukan permohonan maaf secara tertulis kepada manajemen. Dalam surat tersebut, Imran mengakui kesalahan dan menyatakan komitmen untuk tidak mengulangi perbuatannya, serta tidak akan memberikan klarifikasi sepihak di media.
"Kami menerima permintaan maaf itu dengan lapang dada dan berharap ini menjadi pelajaran pribadi bagi Imran," kata Asghar.
Berbeda dengan Imran, Yeyen Tumena hingga kini belum menunjukkan respons serupa. Manajemen pun menyatakan siap menempuh jalur hukum apabila tidak ada penyelesaian secara baik-baik.
"Kalau Yeyen tidak ada itikad baik, kami akan bawa ke jalur hukum. Ini bukan soal pribadi, tapi soal menjaga integritas klub dan dunia sepak bola Indonesia," tegas Asghar.
Cerita Lama di Sepak Bola Indonesia

Pengamat sepak bola nasional, Akmal Marhali, menilai kasus yang terjadi di tubuh Malut United hanyalah bagian kecil dari persoalan yang lebih besar. Ia menyebut praktik serupa sudah lama menjadi rahasia umum dalam dunia sepak bola Indonesia.
“Kasus seperti ini bukan hal baru. Praktik meminta uang agar bisa bermain, atau pelatih dan personalia klub yang mengambil fee dari pemain, terjadi hampir di semua level: Liga 1, Liga 2, bahkan Liga 3, dan 4,” ujar Akmal.
Ia menjelaskan bahwa meskipun sudah ada mekanisme resmi yang mengatur soal fee agen, masih banyak praktik di luar sistem yang melibatkan pemberian gratifikasi atau “uang perantara” tanpa dasar hukum.
“Kalau agen, itu sudah ada aturannya. Tapi kalau pelatih atau direktur teknik yang ikut mengambil bagian dari fee pemain, itu masuk ke ranah gratifikasi. Ini harus dibersihkan demi masa depan sepak bola yang sehat,” pungkasnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Man of the Match Australia vs Turki: Nestory Irankunda
Piala Dunia 14 Juni 2026, 14:37
-
Man of the Match Haiti vs Skotlandia: John McGinn
Piala Dunia 14 Juni 2026, 11:44
-
Lamine Yamal, Kualitas Langka yang Mengingatkan pada Lionel Messi
Piala Dunia 14 Juni 2026, 02:55
-
Man of the Match Kanada vs Bosnia dan Herzegovina: Ismael Kone
Piala Dunia 13 Juni 2026, 05:40
LATEST UPDATE
-
Prediksi Betis vs Madrid 5 September 2026
Liga Spanyol 3 September 2026, 09:13
-
Prediksi Ipswich vs Liverpool 5 September 2026
Liga Inggris 3 September 2026, 08:15
-
Transfer Real Madrid: Belanja Besar untuk Perkuat Sejumlah Sektor Penting
Liga Spanyol 3 September 2026, 07:32
-
Transfer Barcelona: Pengalaman di Lini Belakang, Gabriel Jesus Alternatif di Lini Depan
Liga Spanyol 3 September 2026, 07:11
-
Barcelona Punya Starting XI Mentereng untuk Musim 2026/27
Liga Spanyol 3 September 2026, 06:24
-
Berjalan Satu Dasawarsa, Pengajian Rutin BRI Region 13 Malang Jadi Ruang Menjaga Keseimbangan
News 3 September 2026, 06:15
-
Juventus Lepas Sang Bek ke FC Porto?
Liga Italia 2 September 2026, 23:59
-
AS Roma Bantah Halangi Manu Kone ke Chelsea: Nawar Aja Kagak!
Liga Italia 2 September 2026, 23:45
-
Naik Meja Operasi, Khephren Thuram Absen Bela Juventus untuk Waktu Lama?
Liga Italia 2 September 2026, 23:33
-
5 Pemain Persija Cedera Jelang Pekan ke-1 BRI Super League 2026/2027
Bola Indonesia 2 September 2026, 21:16
-
Reiss Nelson Memulai Hidup Baru Tanpa Arsenal
Liga Inggris 2 September 2026, 21:01
-
Hanya Manchester City yang Bisa Hentikan Arsenal Jadi Juara EPL 2026/2027
Liga Inggris 2 September 2026, 20:45
-
AC Milan Ternyata Sempat Coba Daratkan Pemain Timnass Italia ini di Deadline Day!
Liga Italia 2 September 2026, 20:30
-
Alex Martins Belum Pasti Bela Persebaya di Pekan Pertama BRI Super League 2026/2027
Bola Indonesia 2 September 2026, 20:24
-
Gabung Juventus, Nick Woltemade Siap Berkontribusi untuk Si Nyonya Tua
Liga Inggris 2 September 2026, 20:15
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51

