Momen Tak Terlupakan, Gol Sutiono Lamso di Final Liga Indonesia
Gia Yuda Pradana | 3 April 2020 12:56
Bola.net - Sutiono Lamso adalah salah satu pemain bintang Persib Bandung di era 1990-an. Ada satu momen yang selalu diingatnya, yakni ketika mencetak gol di final Liga Indonesia 1994-1995.
Sutiono Lamso menjadi pemain termuda tim Maung Bandung yang tampil di Kompetisi Divisi Utama Perserikatan 1989-1990.
Pada masa itu, Sutiono berusia 20 tahun dan tampil cemerlang saat Persib mengalahkan Persebaya 2-0 di final kompetisi Divisi Utama Perserikatan 1989-1990. Sejak saat itu, Sutiono selalu menjadi andalan Persib.
Pria kelahiran Purwokerto, 19 Agustus 1966 ini ikut pula membawa Persib berprestasi pada kompetisi Perserikatan 1993-1994 dan Liga Indonesia I 1994-1995.
Pada musim 1993-1994, pemain yang akrab dipanggil Suti ini dinobatkan sebagai pemain terbaik dengan torehan golnya sebanyak 12 gol. Namun, PSSI memberikan Sepatu Emas kepada striker Persebaya, Agus Winarno, karena yang dihitung hanya gol di putaran final.
Meski tidak mampu menembus skuat Timnas Indonesia, peran Sutiono di lini depan Persib tak tergoyahkan.
Liga Indonesia I

Pada Liga Indonesia I 1994-1995, karier Sutiono semakin cemerlang dan mencetak 21 gol untuk tim Pangeran Biru. Namanya menjadi sejajar dengan bintang lainnya kala itu, Peri Sandria dan Dejan Glucevic (Bandung Raya).
Ia pun menjadi pahlawan setelah mencetak gol tunggal ke gawang Petrokimia Putra pada final Liga Indonesia 1994-1995.
"Momen yang tak terlupakan. Saya sama sekali tidak pernah membayangkan bisa mencetak gol di final. Sampai kapanpun saya tidak akan pernah lupa," kenang Sutiono.
Rekor gol yang diciptakan Sutiono cukup lama bertahan dan pada Indonesia Super League 2013, striker Persib Bandung asal Belanda, Sergio van Dijk baru menyamai rekornya.
Prestasi Lain

Prestasi lain yang diraih Sutiono yakni top scorer Piala Jawa Pos II/1990 (4 gol), pemain terbaik dan top scorer Piala Gubernur Jawa Tengah II/1990 (5 gol), dan pencetak gol terbanyak Piala Utama II/1992 (5 gol).
Sutiono mengakhiri kariernya sebagai pemain pada tahun 2000. Atas prestasinya itu, ia pun menjadi PNS di Kota Bandung.
Meski pensiun dari sepak bola, Sutiono tetap aktif dalam lingkungan si kulit bundar. Ia menjadi pelatih di beberapa SSB (Sekolah Sepak Bola) di wilayah Bandung.
Ia pun sempat dibawa Djadjang Nurdjaman untuk menjadi Asisten pelatih Persib Bandung pada musim 2013 bersama Asep Somantri dan Anwar Sanusi.
Namun, satu tahun kemudian, kontrak Sutiono sebagai asisten pelatih tidak diperpanjang. Posisinya digantikan oleh Herrie Setiawan.
Meski demikian, sepak bola tetap menjadi hobi yang tidak pernah ditinggalkannya. Sutiono kembali aktif menjadi pelatih SSB selain seorang PNS. Dia juga mendirikan SSB SL (Sutiono Lamso) hingga saat ini.
Disadur dari: Bola.com/Penulis Erwin Snaz/Editor Wiwig Prayugi
Published: 3 April 2020
Baca juga artikel-artikel lainnya:
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Persib Bandung Mulai Cari Pengganti Frans Putros
Bola Indonesia 17 Juli 2026, 18:02
-
Igor Tolic Sebut Frans Putros Ingin Cari Tantangan Baru di Luar Persib
Bola Indonesia 17 Juli 2026, 14:47
-
Sandy Walsh Janjikan yang Terbaik untuk Persib
Bola Indonesia 16 Juli 2026, 13:30
-
Persib Membangun Kedalaman Skuad untuk Tempur di Empat Kompetisi
Bola Indonesia 15 Juli 2026, 19:43
LATEST UPDATE
-
Masih Ada yang Kurang dari Performa Lamine Yamal di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 23 Juli 2026, 07:27
-
Kabar Buruk untuk Arsenal, William Saliba Menepi dalam Waktu Lama
Liga Inggris 23 Juli 2026, 06:07
-
Tinggalkan Chelsea, Alejandro Garnacho Sepakat Gabung Aston Villa
Liga Inggris 23 Juli 2026, 05:49
-
Piala Dunia 2026: Spanyol dan Prancis Dominasi Tim Terbaik Turnamen
Piala Dunia 23 Juli 2026, 02:00
-
Santiago Gimenez Masuk Radar Lazio, AC Milan Cuma Mau Jual Permanen
Liga Italia 22 Juli 2026, 21:57
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55












