Musim Depan, Super League Tetap Pertahankan Regulasi 11 Pemain Asing dan Hapus Aturan Pemain U-23
Asad Arifin | 18 Mei 2026 11:26
Bola.net - Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra, memastikan regulasi pemain asing untuk Super League musim 2026/27 tidak mengalami perubahan. Ketentuan itu sebelumnya sudah dibahas bersama PSSI dan dipresentasikan kepada peserta.
Musim depan, setiap klub Super League tetap diperbolehkan mendaftarkan sebelas pemain asing. Dari jumlah tersebut, sembilan pemain bisa masuk daftar susunan pemain dan tujuh pemain diperbolehkan tampil bersamaan di lapangan.
Kendati regulasi pemain asing tidak berubah, I.League memastikan ada penyesuaian pada aturan pemain muda. Regulasi kewajiban memainkan pemain U-23 sebagai starter selama 45 menit tidak lagi diterapkan mulai musim depan.
Asep menjelaskan keputusan tersebut merupakan hasil proses diskusi panjang bersama berbagai pihak terkait. Menurutnya, penyusunan regulasi dilakukan melalui tahapan mendengar masukan dan pembahasan bersama pihak yang berkepentingan.
"Ya sudah disampaikan, saya pikir ini hal yang sudah kita share bersama PSSI bulan lalu," ujar Asep kepada wartawan.
"Regulasi untuk musim yang akan datang tidak ada perubahan, hanya ada perubahan di regulasi U-23 yang tidak ada lagi kewajiban dalam starting line-up di 45 menit," katanya menambahkan.
Alasan Perubahan Aturan Pemain U-23

Perubahan regulasi pemain muda itu disebut telah melalui pembahasan internal dan dipresentasikan. Namun, detail resmi aturan baru masih menunggu pengumuman final dari PSSI.
Pada musim ini, klub Super League diwajibkan memainkan minimal satu pemain U-23 sejak menit awal pertandingan. Pemain tersebut juga harus tampil minimal selama satu babak.
Kebijakan itu sebelumnya diterapkan sebagai upaya memberi ruang bermain lebih besar bagi pemain muda Indonesia. Namun, aturan tersebut kini dipastikan tidak lagi menjadi kewajiban pada musim depan.
Mempertimbangkan Banyak Aspek Teknis

Asep menyatakan seluruh proses penyusunan regulasi dilakukan melalui mekanisme pembahasan bersama berbagai pihak. Karena itu, keputusan yang diambil disebut sudah mempertimbangkan banyak aspek teknis maupun kepentingan kompetisi.
"Dalam membuat regulasi, ada fase hearing, mendengar, ada fase kita berdiskusi sesuai dengan yang punya kompetensi, juga punya kepentingan di sana. Jadi sebetulnya proses ya, sekali lagi, dan itu sudah kemarin kita presentasikan di depan eksekutif komite," tutur Asep.
"Tapi sekali lagi, itu adalah apa yang sudah kita bicarakan, seperti apa detail resminya, itu kan RUU bahasanya. Kalau undang-undangnya, regulasinya, begitu sudah keluar, tentu kemudian kita bisa umumkan sendiri," imbuhnya.
Klasemen BRI Super League 2025/2026
Baca Ini Juga
Marc Klok Usai Persib Selangkah Lagi Hattrick Juara BRI Super League: Belum Ada Pemain yang Bisa Raih 3 Gelar Beruntun, Ini Warisan Kami
Igor Tolic soal Mental Juara Persib yang Cetak Gol Kemenangan di Menit Akhir atas PSM: Kami Terbiasa dalam 3 Tahun Terakhir
Marc Klok Usai Persib Gasak PSM dan 1 Poin Lagi Hattrick Juara BRI Super League: Istimewa untuk Kami, Bandung, dan Jawa Barat
Gol Menit 90+7 dan Mental Juara Persib Saat Bungkam PSM di Parepare
Hasil Persijap vs Borneo FC: Duel Sengit Tanpa Gol, Persib di Ambang Juara
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Musim Penuh Luka West Ham: Sudah Siap Jatuh ke Jurang Degradasi?
Liga Inggris 18 Mei 2026, 11:45
-
Robert Lewandowski: Saya Akan Selalu Membawa Barcelona di Hati
Liga Spanyol 18 Mei 2026, 11:44
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain yang Bisa Jadi Fondasi Jose Mourinho di Real Madrid
Editorial 18 Mei 2026, 12:25
-
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di Bawah Xabi Alonso
Editorial 18 Mei 2026, 12:13


















