Pantang Meminta Maaf Merupakan Harga Mati
Editor Bolanet | 18 Desember 2012 05:50
- Rencana Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia () untuk memanggil empat mantan anggota Komite Eksekutifnya (Exco) dipastikan sulit terwujud. Pasalnya, satu dari empat mantan Exco tersebut, La Nyalla Mahmud Mattalitti, mengaku semakin kecewa dengan kebijakan PSSI. Hal itu dipicu salah satu poin yang ditetapkan PSSI dalam Kongres Luar Biasa (KLB) di Palangkaraya, 10 Desember lalu.
Djohar Arifin (Ketua Umum PSSI) tidak serius untuk menyelesaikan konflik. Seharusnya, mereka langsung membawa ke Kongres seperti yang telah ditetapkan dalam Kongres di Bali dan juga tertuang dalam MOU, terangnya.
Salah satu poin yang ditetapkan PSSI dalam KLB tersebut yakni menyetujui serta menerima La Nyalla dan kawan-kawan dengan syarat. Yakni, harus meminta maaf terlebih dahulu atas kesalahan yang telah dilakukan.
Dalam MOU yang telah disepakati antara PSSI dan KPSI serta disupervisi AFC dan FIFA, PSSI harus mengembalikan keempat Exco terhukum tanpa syarat apa pun.
Sampai mati saya tidak akan minta maaf. Justru mereka (PSSI) yang harus meminta maaf kepada seluruh masyarakat sepak bola Indonesia. Mereka tidak melaksanakan dan menghargai hasil Kongres di Bali dan MOU, tuturnya.
KLB PSSI juga menghasilkan keputusan mengejutkan yakni membatalkan MoU dan membubarkan Joint Committee (JC). Berdasarkan surat FIFA yang dikirimkan melalui Sekretaris jenderal Jerome Valcke kepada PSSI pada 9 Oktober lalu, apabila proses dalam MoU gagal dengan alasan apa pun, FIFA mengharuskan PSSI mematuhi statuta FIFA dan jika ada pelanggaran akan dikenai sanksi.
Karena itu, MoU tidak bisa dibatalkan secara sepihak. Ini adalah akal-akalan Djohar dan kawan-kawan yang tidak mau mundur, tutupnya. (esa/gia)
Djohar Arifin (Ketua Umum PSSI) tidak serius untuk menyelesaikan konflik. Seharusnya, mereka langsung membawa ke Kongres seperti yang telah ditetapkan dalam Kongres di Bali dan juga tertuang dalam MOU, terangnya.
Salah satu poin yang ditetapkan PSSI dalam KLB tersebut yakni menyetujui serta menerima La Nyalla dan kawan-kawan dengan syarat. Yakni, harus meminta maaf terlebih dahulu atas kesalahan yang telah dilakukan.
Dalam MOU yang telah disepakati antara PSSI dan KPSI serta disupervisi AFC dan FIFA, PSSI harus mengembalikan keempat Exco terhukum tanpa syarat apa pun.
Sampai mati saya tidak akan minta maaf. Justru mereka (PSSI) yang harus meminta maaf kepada seluruh masyarakat sepak bola Indonesia. Mereka tidak melaksanakan dan menghargai hasil Kongres di Bali dan MOU, tuturnya.
KLB PSSI juga menghasilkan keputusan mengejutkan yakni membatalkan MoU dan membubarkan Joint Committee (JC). Berdasarkan surat FIFA yang dikirimkan melalui Sekretaris jenderal Jerome Valcke kepada PSSI pada 9 Oktober lalu, apabila proses dalam MoU gagal dengan alasan apa pun, FIFA mengharuskan PSSI mematuhi statuta FIFA dan jika ada pelanggaran akan dikenai sanksi.
Karena itu, MoU tidak bisa dibatalkan secara sepihak. Ini adalah akal-akalan Djohar dan kawan-kawan yang tidak mau mundur, tutupnya. (esa/gia)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Alasan Manchester United Enggan Belanja Pemain Tembus 100 Juta Pounds
Liga Inggris 22 Juli 2026, 14:00
-
Barcelona Tak Tutup Pintu untuk Kepergian Ronald Araujo
Liga Spanyol 22 Juli 2026, 12:00
-
Kabar Baik untuk Real Madrid, Rodrygo Berpeluang Comeback Lebih Cepat
Liga Spanyol 22 Juli 2026, 11:31
-
Tottenham Masuk Persaingan, 3 Klub Premier League Incar Marcus Rashford
Liga Inggris 22 Juli 2026, 11:01
-
Andoni Iraola Buka Suara soal Rumor Alexis Mac Allister ke Real Madrid
Liga Inggris 22 Juli 2026, 10:31
-
Gary Neville: Tanpa Lionel Messi, Argentina Sulit Tembus Semifinal
Piala Dunia 22 Juli 2026, 10:01
-
Inter Milan Dekati Cristian Romero, Tottenham Minta 50 Juta Euro
Liga Italia 22 Juli 2026, 08:01
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55













