Para Pemain ISL Mulai Limbung
Editor Bolanet | 17 Januari 2012 14:38
- Para pemain sepak bola profesional yang kini merumput di Indonesia Super League (ISL) mulai diterpa kebingungan, terutama dengan status ilegal yang disematkan PSSI.
Seperti diketahui PSSI tak mengakui ISL sebagai kompetisi resmi dan itu artinya proses administrasi yang menyertai kontrak pemain pun terganjal karena harus melalui federasi sepak bola di negara bersangkutan.
Menurut Ketua Ketua Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI), Valentino Simanjuntak, penolakan PSSI untuk mengakui keabsahan ISL membuat para pemain bingung harus mengadu ke mana jika timbul masalah, karena kontrak hanya dilakukan sebatas personal dengan klub.
Jadi, jika ada masalah, bingung mau lapor ke mana karena PSSI tidak mengakui, kata Valentino, Selasa (17/1) sebagaimana dilansir Tempo Interaktif.
Valentino juga mengklaim jika masalah yang sama telah membuat Diego Michiels memutuskan menyeberang dari Pelita Jaya ke Persija yang berlaga di Indonesian Premier League (IPL).
Wajar, Diego kan ke Indonesia ingin menjadi pemain timnas, imbuhnya.
Valentino melanjutkan jika FIFPro selaku organisasi yang menaungi APPI, juga telah menyampaikan keprihatinan terkait masalah tersebut kepada APPI. Oleh karena itu pihaknya berharap akan adanya solusi terkait dualisme kompetisi yang tentunya merugikan para pemain.
Dalam pekan ini, kami diberi tenggat waktu oleh FIFPro untuk menyetorkan semua pemain profesional Indonesia, baik yang bermain di IPL atau Liga Super. Mereka kemudian akan membawanya ke FIFA dan AFC, tandasnya. (ti/row)
Seperti diketahui PSSI tak mengakui ISL sebagai kompetisi resmi dan itu artinya proses administrasi yang menyertai kontrak pemain pun terganjal karena harus melalui federasi sepak bola di negara bersangkutan.
Menurut Ketua Ketua Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI), Valentino Simanjuntak, penolakan PSSI untuk mengakui keabsahan ISL membuat para pemain bingung harus mengadu ke mana jika timbul masalah, karena kontrak hanya dilakukan sebatas personal dengan klub.
Jadi, jika ada masalah, bingung mau lapor ke mana karena PSSI tidak mengakui, kata Valentino, Selasa (17/1) sebagaimana dilansir Tempo Interaktif.
Valentino juga mengklaim jika masalah yang sama telah membuat Diego Michiels memutuskan menyeberang dari Pelita Jaya ke Persija yang berlaga di Indonesian Premier League (IPL).
Wajar, Diego kan ke Indonesia ingin menjadi pemain timnas, imbuhnya.
Valentino melanjutkan jika FIFPro selaku organisasi yang menaungi APPI, juga telah menyampaikan keprihatinan terkait masalah tersebut kepada APPI. Oleh karena itu pihaknya berharap akan adanya solusi terkait dualisme kompetisi yang tentunya merugikan para pemain.
Dalam pekan ini, kami diberi tenggat waktu oleh FIFPro untuk menyetorkan semua pemain profesional Indonesia, baik yang bermain di IPL atau Liga Super. Mereka kemudian akan membawanya ke FIFA dan AFC, tandasnya. (ti/row)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Meksiko vs Afrika Selatan: Bafana Bafana Menolak Lempar Handuk
Piala Dunia 11 Juni 2026, 11:57
-
Beckham Putra Dicibir Oknum Suporter, Jay Idzes Langsung Beri Dukungan
Tim Nasional 11 Juni 2026, 11:48
-
Live Streaming Siaran Langsung Indonesia U-19 vs Australia U-19 Hari Ini
Tim Nasional 11 Juni 2026, 11:29
-
Tatap Piala Dunia Keempat, Son Heung-Min Merasa Seperti Anak Kecil Lagi
Piala Dunia 11 Juni 2026, 10:36
LATEST EDITORIAL
-
11 Pemain yang Direkrut Real Madrid Setelah Bersinar di Piala Dunia
Editorial 10 Juni 2026, 13:24
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59









