Penerima Suap Liga Indonesia, Mulai Pemain Asing Sampai Pemilik Klub
Editor Bolanet | 23 Juni 2015 19:04
- Ada banyak cara bandar mengatur hasil pertandingan sebuah klub. Mereka bisa masuk melalui pemain, melalui manajemen, tim pelatih bahkan langsung menemui pemilik klub agar mengondisikan anak buahnya.
Dalam bocoran kasus pengaturan skor yang didapat Bola.net, ada lima -dari 11 kasus pengaturan permainan- yang melibatkan manajemen. Pada beberapa pertandingan klub asal Jawa Tengah -BS- Sang Runner, menemui manajemen untuk mengondisikan permainan tim di lapangan.
Selain manajemen, tim pelatih juga menjadi pintu masuk pengaturan pertandingan. Modus ini misalnya terjadi pada laga antara salah satu tim asal Jawa Timur dan tim asal Kalimantan pada ISL 2014. Pada pertandingan ini, BS, sebagai perantara JR -bandar asal Malaysia- memberi uang sebanyak Rp 200 juta pada asisten pelatih tim asal Jawa Timur itu.
Alih-alih menjadi teladan, pemain asing juga disebut berperan dalam masuknya suap dalam lapangan. Hal ini terjadi pada laga dua tim asal Jawa Tengah pada kompetisi Divisi Utama 2013. BS menyerahkan uang tunai melalui pemain asing salah satu klub tersebut.
Pemilik klub juga menjadi salah satu target yang dibidik bandar untuk mengatur pertandingan. Pada laga ISL 2014 antara salah satu klub asal Jawa Timur dan klub asal Jawa Tengah, BS mempertemukan bandar asal Singapura dan Malaysia dengan pemilik klub asal Jawa Tengah. Walhasil, pada penghujung laga, klub Jawa Tengah ini kalah empat gol tanpa balas.
Perangkat pertandingan juga tak steril dari bujuk rayu bandar. Pada laga ISL 2014 antara klub asal Ibu Kota dan klub tetangganya, bandar Malaysia -melalui perantara BS- menemui Pengawas Pertandingan laga tersebut untuk mengatur kemenangan tim asal Ibu Kota dengan skor tertentu. (den/dzi)
Dalam bocoran kasus pengaturan skor yang didapat Bola.net, ada lima -dari 11 kasus pengaturan permainan- yang melibatkan manajemen. Pada beberapa pertandingan klub asal Jawa Tengah -BS- Sang Runner, menemui manajemen untuk mengondisikan permainan tim di lapangan.
Selain manajemen, tim pelatih juga menjadi pintu masuk pengaturan pertandingan. Modus ini misalnya terjadi pada laga antara salah satu tim asal Jawa Timur dan tim asal Kalimantan pada ISL 2014. Pada pertandingan ini, BS, sebagai perantara JR -bandar asal Malaysia- memberi uang sebanyak Rp 200 juta pada asisten pelatih tim asal Jawa Timur itu.
Alih-alih menjadi teladan, pemain asing juga disebut berperan dalam masuknya suap dalam lapangan. Hal ini terjadi pada laga dua tim asal Jawa Tengah pada kompetisi Divisi Utama 2013. BS menyerahkan uang tunai melalui pemain asing salah satu klub tersebut.
Pemilik klub juga menjadi salah satu target yang dibidik bandar untuk mengatur pertandingan. Pada laga ISL 2014 antara salah satu klub asal Jawa Timur dan klub asal Jawa Tengah, BS mempertemukan bandar asal Singapura dan Malaysia dengan pemilik klub asal Jawa Tengah. Walhasil, pada penghujung laga, klub Jawa Tengah ini kalah empat gol tanpa balas.
Perangkat pertandingan juga tak steril dari bujuk rayu bandar. Pada laga ISL 2014 antara klub asal Ibu Kota dan klub tetangganya, bandar Malaysia -melalui perantara BS- menemui Pengawas Pertandingan laga tersebut untuk mengatur kemenangan tim asal Ibu Kota dengan skor tertentu. (den/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Dituding Terkait Match Fixing, Arema FC Sakit Hati
Bola Indonesia 21 Februari 2019, 03:30
-
Legenda Arema Mengaku Sempat Digoda untuk Terlibat Match Fixing
Bola Indonesia 6 Februari 2019, 23:52
-
PSSI Ternyata Sudah Gandeng Polisi untuk Berantas Mafia Bola Sejak 2017
Bola Indonesia 21 Januari 2019, 07:12
-
PSSI Bentuk Komite Ad Hoc Intregritas untuk Berantas Pengaturan Skor
Bola Indonesia 21 Januari 2019, 06:22
-
Soal Match Fixing, Semen Padang Yakin PSSI Segera Berbenah
Bola Indonesia 20 Januari 2019, 02:45
LATEST UPDATE
-
Lisandro Martinez yang Konyol!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:02
-
Halloween untuk MU: Kalah dari Chelsea, Setan Merah Ukir Rekor Terburuk Sejak 1988!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 21:47
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
-
Strategi Cerdas Marc Marquez Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pantang Memimpin Balapan!
Otomotif 31 Oktober 2026, 19:14
-
Hasil BRI Super League: Madura United Raih Poin Penuh dari Markas PSM Makassar
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 17:44
-
BRI Tulungagung dan PWI Salurkan 250 Paket Sembako untuk Warga Kampung Pemulung
News 31 Oktober 2026, 17:13
-
Legenda Thailand Dukung Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 16:36
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18







