Perjalanan Karier Abu Rizal Maulana dan Tekadnya Tidur di Mess Persebaya
Gia Yuda Pradana | 6 Juni 2020 17:57
Bola.net - Nama Abu Rizal Maulana, alias Rodeg, selalu identik dengan Persebaya Surabaya dalam empat musim terakhir. Dia kerap menjadi andalan di sektor pertahanan tim kebanggaan Kota Pahlawan.
Tergabung dalam skuad Persebaya yang menjuarai Liga 2 2017, Rodeg menjadi satu dari beberapa pemain yang masih dipertahankan. Meskipun jajaran staf pelatih Green Force silih berganti.
Saat Persebaya mentas di Liga 1 2018 dan 2019, peran Rodeg juga belum tergantikan. Dia mencatatkan 4053 menit bermain dengan 45 kali menjadi starter selama dua musim.
Namun, usaha Rodeg untuk bisa menjadi pesepak bola profesional dan menembus skuad utama Persebaya tidak lah mudah. Dia harus melewati berbagai rintangan dan kerasnya perjuangan.
Lantas, bagaimana perjuangan Rodeg menembus skuad Persebaya? Scroll ke bawah ya Bolaneters.
Masuk SSB Putra Sampang
Rodeg sudah jatuh cinta kepada permainan si kulit bundar sejak kecil. Bahkan, saat duduk di kelas 1 Sekolah Dasar (SD), pemain kelahiran Sampang, 27 Agustus 1994 itu langsung masuk sekolah sepak bola (SSB).
SSB Putra Sampang (Pusam) adalah tempat dirinya menempa diri untuk pertama kali. Dia langsung diarahkan masuk ke SSB oleh ayahnya yang merupakan mantan pesepakbola.
Ayahnya bernama Rodeg yang pernah bermain untuk Persegres Gresik. Nama ayahnya lah yang dia pakai sebagai panggilannya.
"Sebenarnya saya senang sepak bola dari orang tua. Saya masuk SBB sejak kelas 1 SD, sambil latihan sama orang tua," ungkap Rodeg kepada Bola.net.
Saat duduk di bangku SMP, Rodeg memperkuat Persesa U-17, salah satu klub kebanggaan masyarakat Sampang. Tepatnya, pada tahun 2008 saat usianya masih 14 tahun.
Gabung Klub Internal Persebaya
Setamat SMP, Rodeg kemudian bergabung dengan klub internal Persebaya, Bintang Angkasa. Untuk ikut latihan, dia harus menempuh jarak puluhan kilometer pulang pergi dari Sampang ke Surabaya.
"Latihannya dulu Kamis sama Minggu. Tiap latihan dari Madura pakai sepeda motor sama orang tua, langsung pulang pergi," jelas Rodeg.
Bolak balik Sampang-Surabaya seminggu dua kali merupakan rutinitas yang cukup melelahkan. Keinginan untuk menjadi pemain profesional lah yang membuat Rodeg terus bersemangat.
"Pernah waktu itu ada pertandingan internal, dari Madura kehujanan sampai Surabaya, pertandingan hujan juga, pulang dari Surabaya juga hujan," kenangnya.
Namun, aktivitas itu hanya berlangsung dua tahun. Karena setamat SMA, dia berhasil diterima sebagai mahasiswa di Universitas Negeri Surabaya dan tinggal di daerah Lidah Wetan, Surabaya.
Gagal Masuk Persebaya Junior
Perjuangan Rodeg tidak berhenti di situ, saat bergabung dengan klub internal, Rodeg beberapa kali mencoba peruntungan untuk masuk Persebaya Junior. Tetapi, usahanya tak kunjung membuahkan hasil.
"Pernah ikut seleksi, sudah tulis nama di pendaftaran, tapi enggak dipanggil-panggil untuk main, akhirnya cuman duduk-duduk di pinggir lapangan," Rodeg menambahkan.
Kegagalan demi kegagalan yang dilalui tak membuat Rodeg patah arang. Bahkan, pemain yang identik dengan nomor punggung 22 itu semakin membulatkan tekad untuk bisa berseragam Persebaya.
"Waktu selesai seleksi yang enggak dipanggil itu, saya pulang lewat depan mess Persebaya, saya bilang ke orang tua saya. Ma, saya ingin masuk dan tidur di mess ini jadi pemain Persebaya. Orang tua saya bilang, Insyallah nanti ada waktunya," kenang Rodeg.
"Saya ingin sekali main di Persebaya, juga ingin meneruskan cita-cita orang tua saya untuk bisa main di Persebaya," tegasnya.
Berlatih dengan Tim Senior
Rodeg akhirnya bergabung dengan Persebaya saat tim kebanggaan Arek Suroboyo itu dibekukan. Dia berlatih bersama pemain-pemain senior di bawah asuhan Ahmad Rosyidin dan Lulut Kistono.
"Saya ikut latihan tiap pagi dan sore. Paling mainnya kalau ada Kapolres Cup. Dulu ada Kapolres Cup Banyuwangi, Kapolres Cup Probolinggo," lanjutnya.
Namun, Rodeg tidak bisa langsung berlatih dengan Persebaya senior kala itu. Dia harus menjalani serangkaian seleksi agar bisa bergabung dengan Mat Halil dan kawan-kawan.
"Semua anak internal diseleksi, ada tujuh anak yang boleh ikut latihan di tim senior saat pembekuan," imbuh bek 25 tahun tersebut.
Setelah Persebaya diakui kembali dalam kongres PSSI di Bandung, Rodeg tidak serta merta langsung mendapat tempat di Persebaya. Dia tetap menjalani serangkaian seleksi.
Tahapan demi tahapan diikuti dalam seleksi yang dipimpin oleh Iwan Setiawan. Hingga akhirnya dia terpilih menjadi penggawa Persebaya hingga saat ini.
Mimpi Rodeg

Setelah keinginan untuk tidur di Wisma Persebaya terwujud, Rodeg tengah mengejar mimpi yang lain. Dia ingin meraih gelar juara bersama Persebaya di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Beberapa gelar sebenarnya sudah dipersembahkan kepada tim yang identik dengan Buaya itu, seperti Dirgantara Cup, Liga 2 2017, dan Piala Gubernur Jawa Timur 2020. Tapi, juara Liga 1 tetap lah yang paling prestisius.
Dia juga berharap bisa terus melanjutkan karirnya di klub yang membesarkan namanya itu hingga pensiun. Dan, sebagai pesepak bola, tentu dia ingin mendapat kesempatan membela timnas Indonesia.
(Bola.net/Mustopa El Abdy)
Baca juga artikel-artikel lainnya:
- Persipura dan Klub-klub Langganan 5 Besar dari Era ISL hingga Liga 1
- Pemain-pemain Korea Selatan yang Paling Cemerlang di Indonesia
- Isi Lengkap Rancangan Protokol Kesehatan dari PSSI untuk Melanjutkan Kompetisi
- 3 Klub Bertabur Bintang di Sepak Bola Indonesia Musim Ini
- PSIS Tidak Dipusingkan dengan Renegosiasi Kontrak, Ini Penyebabnya
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Ian Wright Ngeri-ngeri Sedap Lihat Penampilan MU, Bakal Jadi Momok Bagi Arsenal!
Liga Inggris 20 Januari 2026, 16:03
-
Mantan Pemain Real Madrid Sebut Vinicius Bisa Bangkit dengan Cara Ini
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 16:01
-
Gercep, MU Lagi Nego Tipis-tipis dengan Pelatih asal Italia Ini
Liga Inggris 20 Januari 2026, 15:52
-
Inter Milan Tunda Perekrutan Pemain Besar Hingga Musim Panas
Liga Italia 20 Januari 2026, 15:49
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton Inter vs Arsenal: Jam Berapa Siaran Langsung UCL Laga Ini?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 17:45
-
Kebangkitan Kobbie Mainoo Jadi Momen Emas bagi Ineos di Manchester United, Kok Bisa?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 17:11
-
Prediksi Slavia Praha vs Barcelona 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 17:00
-
Marc-Andre ter Stegen Absen dari Barcelona, Segera Jalani Tes Medis di Girona
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 16:45
-
Daftar Pemain Barcelona untuk Laga Liga Champions Kontra Slavia Praha
Liga Champions 20 Januari 2026, 16:26
-
Michael Carrick Ingin Boyong Pemain Middlesbrough ini ke Manchester United?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 16:22
-
Ian Wright Ngeri-ngeri Sedap Lihat Penampilan MU, Bakal Jadi Momok Bagi Arsenal!
Liga Inggris 20 Januari 2026, 16:03
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06








