Persebaya dan Arema Tampil di Piala Presiden dengan Syarat
Editor Bolanet | 21 Agustus 2015 00:55
- Promotor turnamen Piala Presiden mulai leluasa dalam melakukan sederet persiapan. Pasalnya, rekomendasi dari Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) kini telah dikantongi.
Pihak promotor, Hasani Abdul Gani, menerangkan bahwa rekomendasi yang didapatkan tidak mudah. Melainkan, dituturkan Hasani, karena pihaknya menyepakati apa yang diminta BOPI.
Kalau tetap memakai nama Persebaya, maka rekomendasi tidak keluar. Tadi ada dialog segitiga antara saya, BOPI, dan pemilik Persebaya Gede Widiade melalui telepon. Persebaya berjanji dan mereka akan memberikan nama tambahan, terang Hasani.
Begitupun jika manajemen Arema Cronus menggunakan PT Arema Indonesia dan menjadi panitia pertandingan penyisihan grup. Selanjutnya, kami akan mengejar izin keramaian dari Kepolisian. Kami tinggal melanjutkan ke Kepolisian untuk memastikan izin keramaian, paparnya.
Selain itu, diutarakan Hasani, pihaknya benar-benar harus melunak. Terutama, soal Arema dan Persebaya.
Untuk Arema, persyaratan tidak boleh memakai Arema Indonesia. Kami juga mengambil alih sebagai Panpel dan itu diperbolehkan. Sementara Persebaya menjadi harus tambah nama. Untuk struktur turnamen sudah selesai, seperti soal Komisi Disiplin, Komite Wasit, dan Komite Banding, sambungnya.
Menyangkut sejumlah hal tersebut, Sekretaris Jenderal (Sekjen) BOPI, Heru Nugroho, membenarkannya.
Persoalannya Panpel Malang tidak bisa menjadi Panpel. Tadi disepakati Panpelnya dari promotor, yang juga bertindak sebagai panitia pusat. Sementara soal Persebaya, disepakati tidak bisa hanya menggunakan Persebaya saja, tutupnya. [initial]
(esa/pra)
Pihak promotor, Hasani Abdul Gani, menerangkan bahwa rekomendasi yang didapatkan tidak mudah. Melainkan, dituturkan Hasani, karena pihaknya menyepakati apa yang diminta BOPI.
Kalau tetap memakai nama Persebaya, maka rekomendasi tidak keluar. Tadi ada dialog segitiga antara saya, BOPI, dan pemilik Persebaya Gede Widiade melalui telepon. Persebaya berjanji dan mereka akan memberikan nama tambahan, terang Hasani.
Begitupun jika manajemen Arema Cronus menggunakan PT Arema Indonesia dan menjadi panitia pertandingan penyisihan grup. Selanjutnya, kami akan mengejar izin keramaian dari Kepolisian. Kami tinggal melanjutkan ke Kepolisian untuk memastikan izin keramaian, paparnya.
Selain itu, diutarakan Hasani, pihaknya benar-benar harus melunak. Terutama, soal Arema dan Persebaya.
Untuk Arema, persyaratan tidak boleh memakai Arema Indonesia. Kami juga mengambil alih sebagai Panpel dan itu diperbolehkan. Sementara Persebaya menjadi harus tambah nama. Untuk struktur turnamen sudah selesai, seperti soal Komisi Disiplin, Komite Wasit, dan Komite Banding, sambungnya.
Menyangkut sejumlah hal tersebut, Sekretaris Jenderal (Sekjen) BOPI, Heru Nugroho, membenarkannya.
Persoalannya Panpel Malang tidak bisa menjadi Panpel. Tadi disepakati Panpelnya dari promotor, yang juga bertindak sebagai panitia pusat. Sementara soal Persebaya, disepakati tidak bisa hanya menggunakan Persebaya saja, tutupnya. [initial]
Jangan Lewatkan!
TAG TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Karim Adeyemi Resmi Gabung Barcelona dari Borussia Dortmund
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 18:24
-
Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Persaingan Ketat dan Optimisme Juara
Tim Nasional 23 Juli 2026, 15:59
-
Jordi Amat Bidik Gelar Juara Piala AFF 2026 Bersama Timnas Indonesia
Bola Indonesia 23 Juli 2026, 15:31
-
Jurgen Klopp Selangkah Lagi Latih Timnas Jerman
Piala Dunia 23 Juli 2026, 12:01
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
















