PR untuk PSSI: Maksimalkan Potensi Pelatih Lokal
Gia Yuda Pradana | 29 Mei 2020 10:21
Bola.net - Asisten pelatih PSIM Yogyakarta, Bonggo Pribadi, menilai bahwa PSSI mempunyai setumpuk pekerjaan rumah (PR) yang masih belum terselesaikan. Salah satunya adalah untuk memaksimalkan potensi pelatih lokal yang begitu besar.
Hingga kini, pamor pelatih-pelatih lokal masih kalah dari para pelatih asing.
"Kalau bicara kepelatihan lokal, kadang kadang kami sedih, miris. Semua pelatih lokal diminta meningkatkan lisensinya, mengikuti kursus dengan biaya yang relatif, dibilang mahal ya mahal," kata Bonggo Pribadi.
Bonggo memaklumi jika di kompetisi kasta tertinggi, klub wajib mengikuti regulasi pelatih berlisensi AFC Pro. Namun, menurut dia, seorang pelatih harus benar-benar punya lisensi tinggi, bukan sekadar pelatih asing.
"Tapi setelah itu, tidak menjadi jaminan bisa melatih klub di negeri sendiri. Yang dipercaya justru pelatih asing. Pelatih lokal dengan lisensi kepelatihan AFC Pro memang belum banyak yang punya, kami bisa memaklumi," katanya.
"Seperti contohnya ada klub yang pelatih asingnya harus meminjam lisensi untuk bisa memimpin pertandingan di level internasional. Berarti secara lisensi bermasalah, belum memenuhi syarat," tutur mantan pelatih PSIS Semarang itu.
Seperti halnya pemain, pelatih lokal di Indonesia sangat banyak jumlahnya. Namun, hampir separuh klub kontestan Liga 1 mempekerjakan pelatih asing, 10 tim lainnya menggunakan jasa pelatih lokal.
Aturan Tegas

Bonggo berharap PSSI memberikan peraturan yang tegas. Contohnya, di kompetisi Liga 2 tidak diperbolehkan untuk dilatih pelatih asing. Atau di Liga 1, pelatih wajib berlisensi AFC Pro dan asistennya harus pelatih lokal. Dengan demikian, akan terdapat transfer ilmu, dan pelatih lokal bisa ikut terangkat.
"Kompetisi Liga 2 ada berapa pelatih asing? Kompetisi kasta kedua saja pakai pelatih asing. Kami-kami yang harus ikut kursus ini mau dikemanakan?," ungkap pelatih asal Surabaya ini.
"Dari sisi komunikasi pasti pelatih lokal jauh lebih baik dan begitu juga dengan memahami karakter dan kultur sepak bola Indonesia. Pelatih lokal punya lebih banyak nilai plusnya, tinggal diberikan kepercayaan atau tidak," pungkasnya.
Disadur dari: Bola.com/Vincentius Atmaja/Wiwig Prayugi
Published: 29 Mei 2020
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Link Live Streaming Borneo FC vs PSM Makassar di BRI Super League Sore Ini
Bola Indonesia 3 Januari 2026, 13:48
-
Persija vs Persijap: Strategi Divaldo Alves Hadapi Laga Sulit di GBK
Bola Indonesia 3 Januari 2026, 13:04
LATEST UPDATE
-
Manchester City vs Chelsea: Siapa Unggul di Catatan Head to Head?
Liga Inggris 3 Januari 2026, 16:05
-
Nonton Live Streaming Borneo FC vs PSM Makassar Hari Ini di BRI Super League
Bola Indonesia 3 Januari 2026, 16:01
-
John Herdman Unggul dari Shin Tae-yong dan Kluivert dalam Rataan Kemenangan
Tim Nasional 3 Januari 2026, 15:57
-
Mengapa Chelsea Pertimbangkan Liam Rosenior sebagai Pelatih Baru
Liga Inggris 3 Januari 2026, 15:35
-
Breaking News! John Herdman Resmi Menjadi Pelatih Timnas Indonesia
Tim Nasional 3 Januari 2026, 15:24
-
Daftar Pemain Voli Putra Medan Falcons Tirta Bhagasasi di Proliga 2026
Voli 3 Januari 2026, 14:58
-
Reaksi Manajer Premier League atas Kepergian Mendadak Enzo Maresca dari Chelsea
Liga Inggris 3 Januari 2026, 14:17
LATEST EDITORIAL
-
3 Kandidat Pengganti Enzo Maresca di Chelsea
Editorial 1 Januari 2026, 13:40
-
5 Pemain Terbaik Real Madrid di 2025: Mbappe Memimpin
Editorial 31 Desember 2025, 15:58
-
6 Calon Suksesor Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 30 Desember 2025, 13:10
-
6 Pemain yang Bisa Tinggalkan Man United pada Jendela Transfer Januari 2026
Editorial 30 Desember 2025, 12:43









