PSM Kehilangan Febre 25 Menit Sebelum Laga
Editor Bolanet | 26 Februari 2013 20:15
- PSM Makassar menerima kenyataan pahit saat akan menghadapi Perseman Manokwari. Jelang laga yang digelar di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Selasa (26/2) sore, stopper asing PSM, Cristian Febre ternyata tidak boleh tampil.
Larangan tersebut baru diketahui pihak PSM, 25 menit sebelum kick off. Padahal, Pelatih Petar Segrt sudah memasukkan nama Febre dalam line up.
Pihak PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) selaku operator IPL melarang Febre main dengan alasan International Transfer Certificate (ITC) belum beres.
Masalah menghampiri tim 25 menit sebelum kick off. Febre dilarang main karena alasan ITC. Sementara kita tidak ingin mendapatkan sanksi dari PT LPIS, kata Petar usai laga.
Menurut Petar, masalah ini membuatnya sempat bingung. Karena, manajemen sudah menyelesaikan ITC Febre sejak akhir pekan lalu.
Saya tidak mengerti, tapi kita harus patuhi. Jelas ini merugikan kita, karena harus kehilangan stopper tangguh. Tapi, kita juga tidak bisa berbuat apa-apa, kita patuhi saja daripada kena sanksi, lanjutnya.
Sementara, Media Officer PSM, Andi Widya Syadzwina, mengakui jika belum adanya ITC Febre bukan kesalahan manajemen. Menurut Wina, manajemen telah merampungkan ITC Febre. Hanya saja, PT LPIS dan PSSI yang belum mengesahkannya.
Harusnya PT LPIS dan PSSI yang menyelesaikan masalah ini. Kita sudah punya ITC untuk Febre, tinggal PT LPIS yang menyelesaikannya, ujarnya.
Akibat harus absennya Febre, Petar harus merombak strateginya, termasuk memaksakan Hendra Wijaya main membantu pertahanan, padahal masih mengalami cedera otot paha.
Selain itu, untuk menutupi posisi Febre, Petar memasang Fandy Edy sebagai gelandang jangkar di depan dua bek tengah. Fandy diturunkan pelatih untuk melapis dua Safrudin Tahar dan I Ketut Mahendra atau yang akrab disapa Lebut.
Namun, strategi ini pun ternyata tidak mampu menyelamatkan PSM dari kekalahan. Tim Ayam Jantan dari Timur harus mengakui kemenangan Perseman dengan skor 1-0 lewat gol yang diciptakan Marcio Souza di menit ke-9. (nda/dzi)
Larangan tersebut baru diketahui pihak PSM, 25 menit sebelum kick off. Padahal, Pelatih Petar Segrt sudah memasukkan nama Febre dalam line up.
Pihak PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) selaku operator IPL melarang Febre main dengan alasan International Transfer Certificate (ITC) belum beres.
Masalah menghampiri tim 25 menit sebelum kick off. Febre dilarang main karena alasan ITC. Sementara kita tidak ingin mendapatkan sanksi dari PT LPIS, kata Petar usai laga.
Menurut Petar, masalah ini membuatnya sempat bingung. Karena, manajemen sudah menyelesaikan ITC Febre sejak akhir pekan lalu.
Saya tidak mengerti, tapi kita harus patuhi. Jelas ini merugikan kita, karena harus kehilangan stopper tangguh. Tapi, kita juga tidak bisa berbuat apa-apa, kita patuhi saja daripada kena sanksi, lanjutnya.
Sementara, Media Officer PSM, Andi Widya Syadzwina, mengakui jika belum adanya ITC Febre bukan kesalahan manajemen. Menurut Wina, manajemen telah merampungkan ITC Febre. Hanya saja, PT LPIS dan PSSI yang belum mengesahkannya.
Harusnya PT LPIS dan PSSI yang menyelesaikan masalah ini. Kita sudah punya ITC untuk Febre, tinggal PT LPIS yang menyelesaikannya, ujarnya.
Akibat harus absennya Febre, Petar harus merombak strateginya, termasuk memaksakan Hendra Wijaya main membantu pertahanan, padahal masih mengalami cedera otot paha.
Selain itu, untuk menutupi posisi Febre, Petar memasang Fandy Edy sebagai gelandang jangkar di depan dua bek tengah. Fandy diturunkan pelatih untuk melapis dua Safrudin Tahar dan I Ketut Mahendra atau yang akrab disapa Lebut.
Namun, strategi ini pun ternyata tidak mampu menyelamatkan PSM dari kekalahan. Tim Ayam Jantan dari Timur harus mengakui kemenangan Perseman dengan skor 1-0 lewat gol yang diciptakan Marcio Souza di menit ke-9. (nda/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jorg Mundur, Rudi Keltjes Jadi Pelatih PSM Makassar
Bola Indonesia 12 Februari 2014, 16:23
-
Kontrak Pemain PSM Diharapkan Beres Pekan Depan
Bola Indonesia 17 Januari 2014, 20:26
-
Manajemen PSM Juga Coret Samsidar
Bola Indonesia 30 Desember 2013, 19:26
-
Kaleidoskop Sepakbola Nasional 2013
Editorial 24 Desember 2013, 20:37
-
Komdis PSSI Buktikan Adanya Mafia Sepak Bola di IPL
Bola Indonesia 20 Desember 2013, 22:41
LATEST UPDATE
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 16:32
-
Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
Otomotif 30 Oktober 2026, 16:06
-
Link Streaming Java United vs Bhayangkara FC di BRI Super League, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 15:17
-
Prediksi Barcelona vs Alaves 1 November 2026
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 14:26
-
Prediksi Milan vs Inter 1 November 2026
Liga Italia 30 Oktober 2026, 13:29
-
Prediksi Bayern vs Dortmund 1 November 2026
Bundesliga 30 Oktober 2026, 12:31
-
Prediksi Udinese vs Roma 1 November 2026
Liga Italia 30 Oktober 2026, 11:25
-
Prediksi Man City vs Brighton 31 Oktober 2026
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 10:38
-
Prediksi Chelsea vs Man Utd 31 Oktober 2026
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 09:38
-
Prediksi Le Havre vs PSG 31 Oktober 2026
Liga Eropa Lain 30 Oktober 2026, 08:15
-
Sesko Cedera, Ini 5 Striker yang Bisa Direkrut Manchester United pada Januari
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 07:02
-
Cristiano Ronaldo Raih B.O.A.T Award, Mengapa Penghargaan Ini Kontroversial?
Liga Champions 30 Oktober 2026, 06:55
-
Mendalami Kebangkitan Ronald Araujo di Liverpool usia Tinggalkan Barcelona
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 06:48
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18


