PSM Makassar 1915 Milik Kadir Halid Akhirnya Ditolak
Editor Bolanet | 29 Maret 2012 20:01
- Badan Liga Amatir Indonesia (BLAI) akhirnya mengeluarkan keputusan final terkait nasib PSM Makassar 1915 bentukan Kadir Halid. CEO BLAI, Syauqi Surtano, menolak mentah-mentah keinginan Kadir untuk bisa membawa PSM Makassar 1915 berlaga di Divisi I.
Keputusan tersebut sudah valid dan tidak dapat di ganggu gugat. Secara otomatis, PSM gadungan tersebut tidak bisa diikutkan dalam kompetisi resmi BLAI.
Kita hanya akan mengakomodir yang sah, kata Syauqi.
Syauqi menilai jika secara organisasi, PSM bentukan Kadir tidak mengikuti pengesahan kepesertaan sebuah klub. Selain itu, secara keorganisasian, PSM Makassar 1915 bahkan belum menjadi anggota PSSI yang sah.
Syauqi menuturkan bahwa ada aturan yang harus ditaati jika ingin terlibat dalam kompetisi BLAI. Tidak boleh seenaknya saja menentukan ingin ikut kompetisi level tertentu.
Jadi, jika PSM bikinan Kadir Halid itu adalah sebuah klub baru atau klub yang berganti pengurus, tetap harus disahkan dulu oleh federasi. Namun dalam hal ini, PSM versi Kadir tidak memperhatikan prosedur tersebut, ujarnya.
Tunggu saja suratnya dari KPSI kemudian menyusul dari pengelola kompetisi, kata Syauqi terkait keinginan Kadir meminta surat penjelasan dari BLAI.
Menanggapi penolakan itu, Kadir Halid merasa kecewa atas sikap KPSI dan BLAI. Selain karena tidak mendapat respon positif, pihak juga sudah terlanjur mempersiapkan tim dengan menggelar seleksi pemain dan telah menentukan pelatihnya.
Bahkan, mereka sudah menggelar latihan rutin. Kadir juga sudah membentuk manajemen untuk mengelola tim tersebut. Jelas kami kecewa, tim sudah terbentuk dan mendaftar di BLAI tapi kok dicekal? ujarnya. (nda/dzi)
Keputusan tersebut sudah valid dan tidak dapat di ganggu gugat. Secara otomatis, PSM gadungan tersebut tidak bisa diikutkan dalam kompetisi resmi BLAI.
Kita hanya akan mengakomodir yang sah, kata Syauqi.
Syauqi menilai jika secara organisasi, PSM bentukan Kadir tidak mengikuti pengesahan kepesertaan sebuah klub. Selain itu, secara keorganisasian, PSM Makassar 1915 bahkan belum menjadi anggota PSSI yang sah.
Syauqi menuturkan bahwa ada aturan yang harus ditaati jika ingin terlibat dalam kompetisi BLAI. Tidak boleh seenaknya saja menentukan ingin ikut kompetisi level tertentu.
Jadi, jika PSM bikinan Kadir Halid itu adalah sebuah klub baru atau klub yang berganti pengurus, tetap harus disahkan dulu oleh federasi. Namun dalam hal ini, PSM versi Kadir tidak memperhatikan prosedur tersebut, ujarnya.
Tunggu saja suratnya dari KPSI kemudian menyusul dari pengelola kompetisi, kata Syauqi terkait keinginan Kadir meminta surat penjelasan dari BLAI.
Menanggapi penolakan itu, Kadir Halid merasa kecewa atas sikap KPSI dan BLAI. Selain karena tidak mendapat respon positif, pihak juga sudah terlanjur mempersiapkan tim dengan menggelar seleksi pemain dan telah menentukan pelatihnya.
Bahkan, mereka sudah menggelar latihan rutin. Kadir juga sudah membentuk manajemen untuk mengelola tim tersebut. Jelas kami kecewa, tim sudah terbentuk dan mendaftar di BLAI tapi kok dicekal? ujarnya. (nda/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Indonesia Atasi Perlawanan Mozambique, Namun Ole Romeny Kurang Puas
Tim Nasional 10 Juni 2026, 04:57
-
Indonesia vs Mozambique: John Herdman Akui Garuda Sempat Tertekan
Tim Nasional 10 Juni 2026, 01:10
-
Jadwal Semifinal Piala AFF U-19 2026
Tim Nasional 9 Juni 2026, 23:21
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19














