Bertahan hingga Tahun ke-9, Jatuh Bangun Ulfa Irwanti Membangun Usaha Agen BRILink

Bertahan hingga Tahun ke-9, Jatuh Bangun Ulfa Irwanti Membangun Usaha Agen BRILink
Ulfa Irwanti, pemilik Agen BRILink Dizha di Kabupaten Malang. (c) Asad Arifin

Bola.net - Ulfa Irwanti sedang sibuk menata penjepit rambut dan boneka pada Jumat (4/6/2026) siang. Tak lupa, dia menaruh ponsel genggam di meja dan membiarkannya tetap menyala. Rupanya, ponsel itu menayangkan sebuah adegan drama China di YouTube.

Ulfa Irwanti adalah pemilik Agen BRILink Dizha yang terletak di Jalan Karangjati Gang 1, Desa Genengan, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Siang itu, sembari melayani beberapa pelanggan yang datang, perempuan 51 tahun itu berkisah tentang pengalaman jadi Agen BRILink.

Perjalanan usahanya bukanlah kisah sukses yang terjadi dalam semalam. Selama hampir satu dekade, ia meniti langkah demi langkah, menghadapi keterbatasan modal, keraguan masyarakat, hingga beberapa kali menjadi korban penipuan.

Sebelum menjadi pelaku usaha, Ulfa bekerja di pabrik pengolahan tembakau. Kehidupannya saat itu tidak jauh berbeda dengan banyak pekerja lainnya yang mengandalkan gaji bulanan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Namun pada Juni 2017, ia mengambil keputusan besar. Ulfa memilih memulai usaha sendiri dari rumah.

"Saya mulai usaha pada Juni 2017. Sembilan tahun lalu. Awalnya usaha ini dijalankan dari rumah dan bukan langsung menjadi agen BRILink. Pertama kali saya berjualan pulsa dalam skala kecil-kecilan," ujarnya saat ditemui di rumahnya yang sekaligus menjadi tempat usaha.

Modal Awal dan Perjalanan Menjadi Agen BRILink

Tampak luar rumah Ulfa Irwanti yang dipakai untuk jadi usaha Agen BRILink Dizha di Kabupaten Malang. (c) Asad ArifinTampak luar rumah Ulfa Irwanti yang dipakai untuk jadi usaha Agen BRILink Dizha di Kabupaten Malang. (c) Asad Arifin

Dengan modal Rp5 juta, Ulfa memulai usaha sederhana. Selain menjual pulsa, ia juga berjualan berbagai makanan ringan, mulai dari burger, roti bakar hingga jus buah.

Usaha burger ternyata mendapat sambutan cukup baik dari masyarakat sekitar. Dalam waktu sekitar tiga bulan, keuntungan yang diperoleh bahkan cukup untuk membeli sebuah sepeda.

Meski demikian, bisnis makanan menuntut perhatian dan tenaga yang tidak sedikit. Setiap hari ia harus menyiapkan bahan baku, melayani pembeli, dan memastikan kualitas makanan tetap terjaga.

Karena itu, Ulfa mulai mencari peluang usaha lain yang lebih memungkinkan untuk dikembangkan dalam jangka panjang. Titik balik perjalanan usahanya datang ketika seorang kenalan di pasar menyarankan dirinya menjadi Agen BRILink.

"Awalnya saya tidak memahami apa itu agen BRILink. Saya mengira harus memiliki modal yang sangat besar karena berhubungan dengan bank," katanya.

Pandangannya berubah setelah mendapatkan penjelasan mengenai layanan BRILink. Tidak lama kemudian, petugas BRI datang menawarkan kerja sama sekaligus memberikan pendampingan. Ulfa belajar dari nol. Ia mempelajari cara melayani transaksi, mengoperasikan sistem BRILink.

Belajar dari Penipuan dan Tetap Bertahan

Ulfa Irwanti, pemilik Agen BRILink Dizha di Kabupaten Malang, sedang melakukan layanan pada pelanggan yang datang (c) Asad ArifinUlfa Irwanti, pemilik Agen BRILink Dizha di Kabupaten Malang, sedang melakukan layanan pada pelanggan yang datang (c) Asad Arifin

Ulfa awalnya sulit mendapat pelanggan. Tidak semua warga di Desa Genengan paham apa itu BRILink. Namun, dia berusaha keras melakukan promosi. Awalnya, dia mengajak anggota keluarganya untuk melakukan transaksi lewat BRILink.

Perlahan, Ulfa mendapat kepercayaan dari warga. Usahanya mulai dikenal dan banyak transaksi yang masuk. Bukan hanya di Desa Genengan, Agen BRILink Dhiza juga mulai dikenal oleh warga di desa-desa sekitar.

Namun, tidak semua cerita rasanya manis. Ulfa juga merasakan sisi pahit. Ulfa beberapa kali mendapati pelanggan yang jadi korban penipuan. Bahkan, dia sendiri pernah jadi korban. Namun, Ulfa belajar dan kini sudah memahami modus-modus penipuan.

Kini, setiap transaksi yang dianggap mencurigakan akan diperiksa terlebih dahulu. Jika ada pelanggan yang tampak menerima instruksi dari pihak lain melalui telepon, ia tidak ragu menghentikan proses transaksi sementara untuk memastikan semuanya aman.

"Bagi saya, kehati-hatian adalah hal yang sangat penting dalam menjalankan usaha agen BRILink. Apalagi kalau yang mau transfer itu tetangga. Saya ada tanggung jawab juga untuk membantu agar tidak tertipu," ujarnya.

Imam Fatoni, salah satu pemakai jasa Agen BRILink, punya alasan mengapa cukup sering melakukan transaksi lewat BRILink. Dia merasa transaksi lebih aman karena sering dapat bantuan oleh petugas seperti Ulfa. Hal ini berbeda dengan transaksi langsung di ATM.

"Kalau langsung ke ATM dan salah pencet nomor, bisa salah transfer. Kalau lewat BRILink, kan kita sebut nomor rekening dan nama penerima. Biasanya kita diingatkan lagi, benar atau tidak nomor dan namanya ini yang menerima transfer," katanya.

KUR BRI Jadi Bahan Bakar Pertumbuhan Usaha

KUR BRI Jadi Bahan Bakar Pertumbuhan Usaha

Gambar ilustrasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI (c) Gambar dibuat AI/ChatGPT

Seiring waktu berjalan, meningkatnya aktivitas transaksi membawa tantangan baru. Modal awal yang dimiliki Ulfa tidak lagi mencukupi untuk menopang kebutuhan usaha yang terus berkembang.

Di sinilah dukungan pembiayaan dari Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI menjadi salah satu faktor penting dalam perjalanan bisnisnya.

Ulfa beberapa kali mengajukan pinjaman usaha untuk memperkuat modal kerja. "Awalnya Rp5 juta, kemudian meningkat menjadi Rp25 juta, Rp50 juta, hingga sekarang mencapai sekitar Rp350 juta," katanya.

Tambahan modal tersebut menjadi bahan bakar bagi pertumbuhan usahanya. Tidak hanya memperbesar kapasitas transaksi BRILink, tetapi juga memungkinkan Ulfa mengembangkan berbagai lini usaha lain.

Dari yang semula hanya berjualan pulsa di garasi rumah, kini Agen BRILink Dhiza berkembang menjadi pusat layanan masyarakat yang menyediakan berbagai kebutuhan sehari-hari. Usahanya juga dilengkapi pangkalan elpiji yang melayani warga sekitar.

Menurut Ulfa, perkembangan tersebut tidak lepas dari pendampingan yang diberikan oleh para mantri dan petugas BRI. "Mereka rutin datang memberikan arahan dan membantu perkembangan usaha agen," ujarnya.

BRI Tawarkan Banyak Kemudahan Bantuan Modal Usaha Lewat KUR

BRI Tawarkan Banyak Kemudahan Bantuan Modal Usaha Lewat KUR

Tito Witarnawan, Regional Micro Banking Head BRI Region Malang (c) Dok. Asad Arifin

Seperti yang sudah dirasakan Ulfa selama sembilan tahun membangun usaha Agen BRILink, Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI bisa jadi suplemen. Bukan hanya untuk bertahan, akan tetapi berkembang.

Regional Micro Banking BRI Region Malang, Tito Witarnawan, menyebut BRI menawarkan banyak kemudahan bagi pelaku usaha yang ingin mengambil KUR. Salah satu kemudahan itu adalah suku bunga yang relatif rendah.

Suku bunga KUR BRI 2026 ditetapkan sebesar 6 persen per tahun untuk nasabah yang baru pertama kali mengajukan pinjaman kategori Mikro dan Kecil. Sementara, untuk nasabah Super Mikro dengan plafon pinjaman hingga Rp10 juta, suku bunga dikenakan sebesar 3 persen per tahun.

"Sementara, terkait akses pembiayaan, pada dasarnya hampir semua pelaku usaha bisa mengajukan kredit, kecuali ASN, TNI, dan Polri. Selama memiliki usaha, baik itu warung, dagang kecil, atau usaha rumahan, peluang untuk mendapatkan pembiayaan tetap terbuka," kata Tito.

Menurut Tito, pemberian KUR punya tujuan lebih dari sekadar membantu membantu modal atau pinjaman. Pemberian KUR diharapkan bisa jadi dorongan bagi pelaku usaha agar bertumbuh dan turut membantu pengembangan ekonomi warga di sekitarnya.

“Ini merupakan bagian dari peran BRI dalam memperkuat ekonomi berbasis UMKM di daerah. Selain memperluas akses pembiayaan, BRI juga mendorong peningkatan kapasitas UMKM melalui berbagai program pemberdayaan," katanya.