PSSI Buka Peluang Operator Asing Kelola Liga
Editor Bolanet | 18 Juni 2012 14:10
- Dua kompetisi di Indonesia Indonesian Premier League (IPL) dan Indonesia Super League (ISL) memiliki dua operator penyelenggaraan yang berbeda, untuk itu keduanya kemungkinan besar tak akan lagi dipakai di musim depan.
Seperti diketahui IPL dioperatori oleh PT Liga Prima Indonesia Sportindo (PT LPIS) dan ISL oleh PT Liga Indonesia (LI).
Kini setelah adanya rekonsiliasi dipastikan bakal hanya ada satu liga di musim depan, untuk itu, demi asas keadilan dan independensi operator dari luar kemungkinan besar bakal dipakai.
Usulan untuk menjaga independensi dan fairness, bisa saja ditunjuk operator yang berisi pihak profesional dari konsultan asing yang berpengalaman, ujar Ketum Djohar Arifin seperti yang dilansir dari Mediasepakbola.com.
Meski begitu, Djohar tetap berpegang teguh pada keputusan Joint Committee dan Task Force AFC.
Pada prinsipnya apabila hal tersebut merupakan keputusan terbaik dari Joint Committee dan berdampak positif dan disetujui oleh Task Force AFC, kami akan mempertimbangkannya, tegas Djohar.
Selain memakai konsultan atau operator asing, nama liga yang akan dipakai juga tak akan sama seperti yang saat ini sedang berlangsung. (meds/end)
Seperti diketahui IPL dioperatori oleh PT Liga Prima Indonesia Sportindo (PT LPIS) dan ISL oleh PT Liga Indonesia (LI).
Kini setelah adanya rekonsiliasi dipastikan bakal hanya ada satu liga di musim depan, untuk itu, demi asas keadilan dan independensi operator dari luar kemungkinan besar bakal dipakai.
Usulan untuk menjaga independensi dan fairness, bisa saja ditunjuk operator yang berisi pihak profesional dari konsultan asing yang berpengalaman, ujar Ketum Djohar Arifin seperti yang dilansir dari Mediasepakbola.com.
Meski begitu, Djohar tetap berpegang teguh pada keputusan Joint Committee dan Task Force AFC.
Pada prinsipnya apabila hal tersebut merupakan keputusan terbaik dari Joint Committee dan berdampak positif dan disetujui oleh Task Force AFC, kami akan mempertimbangkannya, tegas Djohar.
Selain memakai konsultan atau operator asing, nama liga yang akan dipakai juga tak akan sama seperti yang saat ini sedang berlangsung. (meds/end)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Link Streaming Piala Dunia 2026: Ekuador vs Curacao
Piala Dunia 21 Juni 2026, 03:14
-
Klasemen F Piala Dunia 2026: Belanda Naik ke Puncak Usai Hancurkan Swedia
Piala Dunia 21 Juni 2026, 03:03
-
Arda Guler Akui Malu Usai Turki Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Piala Dunia 21 Juni 2026, 03:01
-
Martin Zubimendi Bela Lini Tengah Spanyol Usai Dikritik Main Lambat
Piala Dunia 21 Juni 2026, 02:31
-
Man of the Match Belanda vs Swedia: Cody Gakpo
Piala Dunia 21 Juni 2026, 02:10
-
Kabar Baik untuk Brasil, Cedera Raphinha Diprediksi Tidak Serius
Piala Dunia 21 Juni 2026, 02:01
-
Zlatan Ibrahimovic Yakin Amerika Serikat Mampu Juara Piala Dunia 2026
Piala Dunia 21 Juni 2026, 00:31
-
Link Streaming Piala Dunia 2026: Jerman vs Pantai Gading
Piala Dunia 21 Juni 2026, 00:08
LATEST EDITORIAL
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41
-
10 Negara dengan Koleksi Trofi Mayor Terbanyak, Argentina Ungguli Brasil
Editorial 11 Juni 2026, 14:28













