PSSI Ingin Pertandingan ISL Berlangsung Aman dan Nyaman
Editor Bolanet | 9 Januari 2014 16:06
- Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) terus mencari formula guna terciptanya kenyamanan dan keamanan dalam pelaksanaan pertandingan sepak bola nasional.
Hal tersebut akan diuji dalam pelaksanaan kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2014. Karena itu, PSSI akan berkomunikasi dengan kontestan kompetisi ISL pada 23 Januari mendatang.
Kami ingin, supaya suporter-suporter klub bisa berperilaku baik dengan tidak menyalakan kembang api, petasan, melempar botol air mineral, dan lain-lainnya. Sehingga, pertandingan bisa berjalan tanpa adanya gangguan, kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Joko Driyono.
Permasalahan tersebut, sangat menjadi perhatian kami. Sehingga nantinya, para penonton bisa setahap-setahap memahami pentingnya menjaga ketertiban dan kenyamanan, sambungnya.
Adanya pelanggaran-pelanggaran tersebut, membuat Indonesia mendapat hukuman dari AFC. Misalnya saja, pertandingan tim nasional Indonesia senior berlangsung tertutup alias tanpa penonton serta denda uang. Itu akibat perilaku penonton yang menyalakan kembang api dan petasan dalam laga resmi sebelumnya.
Kemudian, terjadi ketika pertandingan Kualifikasi Piala Asia U-19, Indonesia yang menghadapi Korea Selatan, penonton kembali menyalakan kembang api. Dampaknya, pada Desember lalu, AFC memberikan hukuman pada Indonesia dengan denda Rp60 juta rupiah. [initial]
(esa/pra)
Hal tersebut akan diuji dalam pelaksanaan kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2014. Karena itu, PSSI akan berkomunikasi dengan kontestan kompetisi ISL pada 23 Januari mendatang.
Kami ingin, supaya suporter-suporter klub bisa berperilaku baik dengan tidak menyalakan kembang api, petasan, melempar botol air mineral, dan lain-lainnya. Sehingga, pertandingan bisa berjalan tanpa adanya gangguan, kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Joko Driyono.
Permasalahan tersebut, sangat menjadi perhatian kami. Sehingga nantinya, para penonton bisa setahap-setahap memahami pentingnya menjaga ketertiban dan kenyamanan, sambungnya.
Adanya pelanggaran-pelanggaran tersebut, membuat Indonesia mendapat hukuman dari AFC. Misalnya saja, pertandingan tim nasional Indonesia senior berlangsung tertutup alias tanpa penonton serta denda uang. Itu akibat perilaku penonton yang menyalakan kembang api dan petasan dalam laga resmi sebelumnya.
Kemudian, terjadi ketika pertandingan Kualifikasi Piala Asia U-19, Indonesia yang menghadapi Korea Selatan, penonton kembali menyalakan kembang api. Dampaknya, pada Desember lalu, AFC memberikan hukuman pada Indonesia dengan denda Rp60 juta rupiah. [initial]
Jangan Lewatkan!
Kurang Bijaksana Urus Persija, Ferry Paulus Dapat Teguran
PT LI Masih Memiliki Hutang Kepada Empat Klub ISL Musim Lalu
Agu Casmir Pilih Nomor Punggung 32 di Persebaya
PT LI Beber Pembagian Dana Kontribusi Komersial Klub
Exco PSSI Pastikan Posisi Joko Driyono Tak Melanggar Statuta
PT Liga Indonesia Siapkan Subsidi 3 Miliar Untuk Kontestan ISL
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
MU Sudah Kelarkan Transfer Ederson, Tapi Belum Bisa Disahkan?
Liga Inggris 6 Juni 2026, 23:40
-
10 Momen Tak Terlupakan yang Membentuk Sejarah Piala Dunia
Piala Dunia 6 Juni 2026, 23:03
-
Nasib Unik Matthijs de Ligt, Selalu Berganti Pelatih Setiap Musim
Liga Inggris 6 Juni 2026, 22:40
-
Hasil Lengkap Pertandingan AVC Women's Volleyball Cup 2026
Voli 6 Juni 2026, 22:04
-
Jadwal Lengkap Pertandingan AVC Women's Volleyball Cup 2026, 6-14 Juni 2026
Voli 6 Juni 2026, 22:00
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47














