PSSI Ungkap Alasan Indonesia Lepas Dari Sanksi FIFA
Editor Bolanet | 14 Desember 2012 18:38
- Kabar bebasnya Indonesia dari sanksi FIFA disyukuri banyak pihak. Deputi Sekjen PSSI Bidang Kompetisi, Saleh Ismail Mukadar pun mengungkapkan alasan Indonesia bisa terbebas dari sanksi.
Untuk kasus Indonesia, FIFA kembali memberi kelonggaran waktu karena mereka amat sadar Breakaway League tidak mampu dikendalikan oleh PSSI. Sebab, persoalan perizinan pertandingan di luar kendali PSSI, katanya
Utusan FIFA, bahkan menyaksikan betapa pemerintah membiarkan kegiatan ilegal KPSI dan justru menyulitkan federasi resmi yang masih mereka akui keberadaannya, sambungnya.
Dikatakannya lagi, Presiden FIFA yang ditemui delegasi Indonesia sehari sebelum rapat Komite Eksekutif (Exco) FIFA menyebutkan PSSI harus menjadi organisasi yang berwibawa dan mampu mengendalikan sepak bola Indonesia.
Dilanjutkannya, semangat PSSI adalah untuk merangkul semua komponen masyarakat sepak bola terutama klub-klub Indonesia Super League (ISL) dalam satu entitas yang sama. Sedangkan semangat yang dikembangkan pihak Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI), adalah semangat merebut dan menguasai. Bila dua kepentingan berbeda tersebut tidak dilihat dengan benar oleh pemerintah, atau karena kepentingan politik dari suatu partai, maka sampai dengan batas waktu terakhir yakni Maret 2013, FIFA pasti akan mempertahankan PSSI sebagai organisasi resmi di Indonesia.
Indonesia akan dilarang berkecimpung dalam sepak bola internasional sampai dengan pemerintah Indonesia mengubah kebijakannya untuk mendukung program-program PSSI dan tidak lagi memberi ruang pada aktivitas breakaway league, pungkasnya. (esa/dzi)
Untuk kasus Indonesia, FIFA kembali memberi kelonggaran waktu karena mereka amat sadar Breakaway League tidak mampu dikendalikan oleh PSSI. Sebab, persoalan perizinan pertandingan di luar kendali PSSI, katanya
Utusan FIFA, bahkan menyaksikan betapa pemerintah membiarkan kegiatan ilegal KPSI dan justru menyulitkan federasi resmi yang masih mereka akui keberadaannya, sambungnya.
Dikatakannya lagi, Presiden FIFA yang ditemui delegasi Indonesia sehari sebelum rapat Komite Eksekutif (Exco) FIFA menyebutkan PSSI harus menjadi organisasi yang berwibawa dan mampu mengendalikan sepak bola Indonesia.
Dilanjutkannya, semangat PSSI adalah untuk merangkul semua komponen masyarakat sepak bola terutama klub-klub Indonesia Super League (ISL) dalam satu entitas yang sama. Sedangkan semangat yang dikembangkan pihak Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI), adalah semangat merebut dan menguasai. Bila dua kepentingan berbeda tersebut tidak dilihat dengan benar oleh pemerintah, atau karena kepentingan politik dari suatu partai, maka sampai dengan batas waktu terakhir yakni Maret 2013, FIFA pasti akan mempertahankan PSSI sebagai organisasi resmi di Indonesia.
Indonesia akan dilarang berkecimpung dalam sepak bola internasional sampai dengan pemerintah Indonesia mengubah kebijakannya untuk mendukung program-program PSSI dan tidak lagi memberi ruang pada aktivitas breakaway league, pungkasnya. (esa/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Manchester United Kejar Tonali, Newcastle Minta 115 Juta Euro
Liga Inggris 7 Juni 2026, 00:40
-
MU Sudah Kelarkan Transfer Ederson, Tapi Belum Bisa Disahkan?
Liga Inggris 6 Juni 2026, 23:40
-
10 Momen Tak Terlupakan yang Membentuk Sejarah Piala Dunia
Piala Dunia 6 Juni 2026, 23:03
-
Nasib Unik Matthijs de Ligt, Selalu Berganti Pelatih Setiap Musim
Liga Inggris 6 Juni 2026, 22:40
-
Hasil Lengkap Pertandingan AVC Women's Volleyball Cup 2026
Voli 6 Juni 2026, 22:04
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47














