PSSI Upayakan Solusi Bagi Klub Yang Tidak Lolos Unifikasi
Editor Bolanet | 1 April 2013 18:00
- Anggota Exco PSSI, Tony Aprilani, tidak menampik adanya kebingungan dari para kontestan kompetisi Indonesian Premier League (IPL) musim 2012/2013.
Hal tersebut, menyusul konsep unifikasi kompetisi yang sudah disepakati dalam Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI, di Jakarta, pada 17 Maret lalu.
Pada musim kompetisi mendatang, jumlah peserta kasta utama dipastikan sebanyak 24 klub. Rinciannya, 18 klub asal kompetisi Indonesia Super League (ISL), dan sisanya dari IPL yang berhasil finis di peringkat empat besar. Sedangkan sisanya, dipastikan bubar atau jadi pengangguran.
Selain itu, peserta kompetisi IPL juga gelisah akibat dana dari Newscorp dan PT Mitra Bola Indonesia yang dijanjikan PT Liga Prima Indonesia Sportindo (PT LPIS), tidak kunjung terlaksana.
Namun, Tony memberikan catatan, yakni jatah tidak akan diberikan untuk empat klub IPL yang dikenakan sanksi dalam kongres PSSI di Bali, Januari 2011. Sebut saja, Persema Malang dan Persibo Bojonegoro. Kedua klub tersebut dikenakan sanksi akibat hijrah ke kompetisi IPL musim 2010/2011, ketika masih berstatus sebagai breakaway league.
Yang pasti, PSSI tidak akan tinggal diam. Akan ada upaya untuk pemutihan sanksi terhadap Persema Malang dan Persibo Bojonegoro. Hal tersebut, rencananya akan dibahas dalam rapat Exco. Bila memang ada kesepakatan mengenai pemutihan sanksi, selanjutnya akan disahkan melalui Kongres Tahunan pada bulan Juni mendatang, ujarnya.
Ditegaskannya lagi, hal tersebut merupakan komitmen Exco terhadap hasil keputusan KLB PSSI pada 17 Maret lalu.
Kompetisi musim ini harus berjalan sesuai roadmap sebelum akhirnya menuju unifikasi pada 2014. Selain itu, yang boleh berkompetisi hanya klub asli dan bukan yang masih mengalami dualisme, tuntasnya. (esa/dzi)
Hal tersebut, menyusul konsep unifikasi kompetisi yang sudah disepakati dalam Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI, di Jakarta, pada 17 Maret lalu.
Pada musim kompetisi mendatang, jumlah peserta kasta utama dipastikan sebanyak 24 klub. Rinciannya, 18 klub asal kompetisi Indonesia Super League (ISL), dan sisanya dari IPL yang berhasil finis di peringkat empat besar. Sedangkan sisanya, dipastikan bubar atau jadi pengangguran.
Selain itu, peserta kompetisi IPL juga gelisah akibat dana dari Newscorp dan PT Mitra Bola Indonesia yang dijanjikan PT Liga Prima Indonesia Sportindo (PT LPIS), tidak kunjung terlaksana.
Namun, Tony memberikan catatan, yakni jatah tidak akan diberikan untuk empat klub IPL yang dikenakan sanksi dalam kongres PSSI di Bali, Januari 2011. Sebut saja, Persema Malang dan Persibo Bojonegoro. Kedua klub tersebut dikenakan sanksi akibat hijrah ke kompetisi IPL musim 2010/2011, ketika masih berstatus sebagai breakaway league.
Yang pasti, PSSI tidak akan tinggal diam. Akan ada upaya untuk pemutihan sanksi terhadap Persema Malang dan Persibo Bojonegoro. Hal tersebut, rencananya akan dibahas dalam rapat Exco. Bila memang ada kesepakatan mengenai pemutihan sanksi, selanjutnya akan disahkan melalui Kongres Tahunan pada bulan Juni mendatang, ujarnya.
Ditegaskannya lagi, hal tersebut merupakan komitmen Exco terhadap hasil keputusan KLB PSSI pada 17 Maret lalu.
Kompetisi musim ini harus berjalan sesuai roadmap sebelum akhirnya menuju unifikasi pada 2014. Selain itu, yang boleh berkompetisi hanya klub asli dan bukan yang masih mengalami dualisme, tuntasnya. (esa/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Timnas Indonesia vs Oman: Emil Audero
Tim Nasional 5 Juni 2026, 22:26
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47
















