PT LI Ajak Para Pelatih Diskusi Tentang Konsep Penjadwalan Berbeda
Editor Bolanet | 13 Agustus 2015 05:17
- PT Liga Indonesia (PT LI) memastikan tidak ingin membuat kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2015/2016 asal berjalan. Karena itu, kini tengah menyiapkan konsep dan jadwal berbeda.
CEO PT LI, Joko Driyono, menerangkan bahwa tidak ingin begitu saja mempertahankan apa yang sudah menjadi kebiasaan. Untuk itu, kemungkinan meninggalkan format dua kali kandang, kemudian dua kali tandang.
Karena itulah, PT Liga ingin memanggil beberapa pelatih. Syukur-syukur, mereka bersedia untuk bergabung pada 22 atau 23 Agustus 2015. Ini karena konsep jadwal berbeda, dari tahun sebelumnya dengan yang akan datang, ujar Joko Driyono.
Konsep kandang dua kali, kemudian tandang dua kali ini kami kritisi. Sebab, menjadi kompetisi yang mengabaikan aspek fairness, ada tekanan psikologi. Kami analisis dan selanjutnya sekali kandang, sekali tandang dan seterusnya, imbuhnya.
Dalam pemaparannya, Joko Driyono menilai jika hal tersebut akan memakan biaya yang lebih jika dibanding konsep dua kali kandang, kemudian dua kali tandang dan seterusnya.
Implementasinya apakah bisa keseluruhan dan parsial. Beberapa klub asal Papua apakah bisa mengadopsi karena ini lawannya efisiensi pembiayaan. Karena itu, kami ingin diskusi ke pelatih untuk mendapatkan tanggap tentang penjadwalan, pungkasnya.[initial]
(esa/yp)
CEO PT LI, Joko Driyono, menerangkan bahwa tidak ingin begitu saja mempertahankan apa yang sudah menjadi kebiasaan. Untuk itu, kemungkinan meninggalkan format dua kali kandang, kemudian dua kali tandang.
Karena itulah, PT Liga ingin memanggil beberapa pelatih. Syukur-syukur, mereka bersedia untuk bergabung pada 22 atau 23 Agustus 2015. Ini karena konsep jadwal berbeda, dari tahun sebelumnya dengan yang akan datang, ujar Joko Driyono.
Konsep kandang dua kali, kemudian tandang dua kali ini kami kritisi. Sebab, menjadi kompetisi yang mengabaikan aspek fairness, ada tekanan psikologi. Kami analisis dan selanjutnya sekali kandang, sekali tandang dan seterusnya, imbuhnya.
Dalam pemaparannya, Joko Driyono menilai jika hal tersebut akan memakan biaya yang lebih jika dibanding konsep dua kali kandang, kemudian dua kali tandang dan seterusnya.
Implementasinya apakah bisa keseluruhan dan parsial. Beberapa klub asal Papua apakah bisa mengadopsi karena ini lawannya efisiensi pembiayaan. Karena itu, kami ingin diskusi ke pelatih untuk mendapatkan tanggap tentang penjadwalan, pungkasnya.[initial]
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Persipura Batal Gelar TC di Batu
Bola Indonesia 18 Januari 2017, 14:20
-
Playmaker Asing Jadi Prioritas Transfer Persib
Bola Indonesia 18 Januari 2017, 10:16
-
Cari Pengganti Basna, Persib Lirik Pemain Lokal
Bola Indonesia 17 Januari 2017, 14:02 -
Persegres Sudah Tentukan Pengganti In-Kyun
Bola Indonesia 16 Januari 2017, 09:38
-
McMenemy Segera Pimpin Latihan Bhayangkara FC
Bola Indonesia 13 Januari 2017, 19:25
LATEST UPDATE
-
Karim Adeyemi Resmi Gabung Barcelona dari Borussia Dortmund
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 18:24
-
Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Persaingan Ketat dan Optimisme Juara
Tim Nasional 23 Juli 2026, 15:59
-
Jordi Amat Bidik Gelar Juara Piala AFF 2026 Bersama Timnas Indonesia
Bola Indonesia 23 Juli 2026, 15:31
-
Jurgen Klopp Selangkah Lagi Latih Timnas Jerman
Piala Dunia 23 Juli 2026, 12:01
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34













