PT LI Serahkan Jadwal Ulang Persib vs Persija ke Komdis PSSI
Editor Bolanet | 21 Februari 2014 23:13
- Setelah dipastikan batal digelar, laga Persib Bandung menjamu Persija Jakarta dalam lanjutan kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2013-2014, belum bisa ditentukan kelanjutannya.
Semula, laga tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Bandung, Sabtu (22/2). Namun karena pihak kepolisian daerah Jawa Barat tidak memberikan izin maka laga tersebut batal digelar.
Ditegaskan Sekretaris PT Liga Indonesia (PT LI), Tigor Shalom Boboy, bahwa pihaknya sudah berkomunikasi dengan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI sebagai salah satu opsi penyelesaian.
PT LI juga sudah memperoleh surat dari Persib bernomor 041/DIR-PBB/I/2014 tertanggal 20 Februari 2014 yang memuat pernyataan Panpel Persib terkait ketidakmampuan menggelar laga sesuai dengan jadwal. Sehingga, tanggal 7 Maret 2014 telah ditetapkan menjadi batas waktunya.
Status pertandingan memang paling lambat tanggal 7. Tetapi, bisa saja diputuskan nanti malam atau bisa segera dibawa ke Komdis. Kita juga sudah komunikasi ke mereka. Keputusan yang nanti dihasilkan oleh PT LI maupun Komdis, akan berlaku untuk putaran kedua laga Persija menjamu Persib, sambungnya.
Dikatakannya lagi, keputusan menyerahkan nasib laga ke Komdis tidak lepas dari kisruh suporter saat laga Pelita Bandung Raya (PBR) versus Persija. Ketika itu, The Jakmania-sebutan suporter Persija- yang menyaksikan langsung laga di Stadion Jalak Harupat, dihadang kelompok suporter tidak dikenal.
Kesulitan kita dalam mendapat izin, berawalnya dari laga tersebut (PBR lawan Persija). Kita juga akan selidiki hal tersebut. Maksudnya, apakah ada kesengajaan oknum Bobotoh- sebutan suporter Persib- menghambat pertandingan atau dendam kedua suporter, tuntas Tigor. (esa/dzi)
Semula, laga tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Bandung, Sabtu (22/2). Namun karena pihak kepolisian daerah Jawa Barat tidak memberikan izin maka laga tersebut batal digelar.
Ditegaskan Sekretaris PT Liga Indonesia (PT LI), Tigor Shalom Boboy, bahwa pihaknya sudah berkomunikasi dengan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI sebagai salah satu opsi penyelesaian.
PT LI juga sudah memperoleh surat dari Persib bernomor 041/DIR-PBB/I/2014 tertanggal 20 Februari 2014 yang memuat pernyataan Panpel Persib terkait ketidakmampuan menggelar laga sesuai dengan jadwal. Sehingga, tanggal 7 Maret 2014 telah ditetapkan menjadi batas waktunya.
Status pertandingan memang paling lambat tanggal 7. Tetapi, bisa saja diputuskan nanti malam atau bisa segera dibawa ke Komdis. Kita juga sudah komunikasi ke mereka. Keputusan yang nanti dihasilkan oleh PT LI maupun Komdis, akan berlaku untuk putaran kedua laga Persija menjamu Persib, sambungnya.
Dikatakannya lagi, keputusan menyerahkan nasib laga ke Komdis tidak lepas dari kisruh suporter saat laga Pelita Bandung Raya (PBR) versus Persija. Ketika itu, The Jakmania-sebutan suporter Persija- yang menyaksikan langsung laga di Stadion Jalak Harupat, dihadang kelompok suporter tidak dikenal.
Kesulitan kita dalam mendapat izin, berawalnya dari laga tersebut (PBR lawan Persija). Kita juga akan selidiki hal tersebut. Maksudnya, apakah ada kesengajaan oknum Bobotoh- sebutan suporter Persib- menghambat pertandingan atau dendam kedua suporter, tuntas Tigor. (esa/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
3 Hal yang Tersisa dari Final Carabao Cup: Kisah Tentang Dua Kiper Pelapis
Liga Inggris 23 Maret 2026, 14:01
-
Barcelona Menang dan Pujian untuk Joan Garcia: Fantastis!
Liga Spanyol 23 Maret 2026, 13:30
-
Jeda Internasional Tak Menguntungkan untuk Real Madrid!
Liga Spanyol 23 Maret 2026, 12:30
-
Guardiola Tak Menyangka Man City Bisa Dominasi Arsenal di Final Carabao Cup
Liga Inggris 23 Maret 2026, 11:15
-
Mainkan Kepa di Final Carabao Cup Sudah Tepat! Begini Penjelasan Arteta
Liga Inggris 23 Maret 2026, 10:45
LATEST EDITORIAL
-
5 Calon Pelatih Baru Chelsea Jika Liam Rosenior Dipecat, Mourinho Masuk Daftar
Editorial 18 Maret 2026, 17:00
-
4 Pemain yang Pernah Membela Arsenal dan Bayer Leverkusen
Editorial 17 Maret 2026, 19:28










