QNB League Dihentikan PSSI, Arema Rugi Besar
Editor Bolanet | 2 Mei 2015 21:52
- Penghentian QNB League 2015 dinilai merugikan Arema Cronus, baik secara moril maupun materiil. Hal ini diungkapkan Media Officer Arema Cronus, .
Menurut Sudarmaji, kerugian yang ditimbulkan atas dihentikannya kompetisi tidak terhitung jumlahnya.
Sangat besar, karena kerugian kita materiil maupun moril, ujar mantan wartawan ini.
Sebelumnya, PSSI memutuskan menghentikan gelaran QNB League musim ini. Menurut Wakil Ketua Umum PSSI, Hinca Panjaitan, penghentian ini disebabkan adanya force majeure. Hinca menyebut force majeure ini tak lepas dari pembekuan PSSI dan tak keluarnya izin kepolisian untuk pertandingan QNB musim ini.
Kompetisi ISL 2015 dinyatakan force majeure sehubungan dengan kondisi luar biasa di luar PSSI yang menyebabkan kompetisi tidak bisa berjalan dengan baik, kompetisi tidak bisa tuntas diselesaikan, jadi kompetisi dihentikan, ucap Hinca.
Sementara itu, Sudarmaji mengaku kesal terhadap Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi dan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI). Menurutnya, dua pihak ini adalah biang di balik dihentikannya kompetisi.
Ini yang jadi penyebab izin Polri tidak keluar dan federasi dibekukan. Intervensi pemerintah begitu kebablasan, tukasnya. (den/gia)
Menurut Sudarmaji, kerugian yang ditimbulkan atas dihentikannya kompetisi tidak terhitung jumlahnya.
Sangat besar, karena kerugian kita materiil maupun moril, ujar mantan wartawan ini.
Sebelumnya, PSSI memutuskan menghentikan gelaran QNB League musim ini. Menurut Wakil Ketua Umum PSSI, Hinca Panjaitan, penghentian ini disebabkan adanya force majeure. Hinca menyebut force majeure ini tak lepas dari pembekuan PSSI dan tak keluarnya izin kepolisian untuk pertandingan QNB musim ini.
Kompetisi ISL 2015 dinyatakan force majeure sehubungan dengan kondisi luar biasa di luar PSSI yang menyebabkan kompetisi tidak bisa berjalan dengan baik, kompetisi tidak bisa tuntas diselesaikan, jadi kompetisi dihentikan, ucap Hinca.
Sementara itu, Sudarmaji mengaku kesal terhadap Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi dan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI). Menurutnya, dua pihak ini adalah biang di balik dihentikannya kompetisi.
Ini yang jadi penyebab izin Polri tidak keluar dan federasi dibekukan. Intervensi pemerintah begitu kebablasan, tukasnya. (den/gia)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Asian Games 2026: Aturan Baru Jegal Timnas Indonesia, PSSI Wajib Lobi AFC!
Tim Nasional 13 Februari 2026, 15:47
-
Timnas Indonesia U-23 Dikabarkan Terancam Absen di Asian Games 2026, Ini Respons PSSI
Tim Nasional 12 Februari 2026, 18:37
LATEST UPDATE
-
Jadwal Liga Inggris Pekan Ini Live di Vidio, 4-6 Maret 2026
Liga Inggris 4 Maret 2026, 19:49
-
Susul Casemiro, Gelandang MU Ini Bakal Cabut di Musim Panas 2026?
Liga Inggris 4 Maret 2026, 15:30
-
Streak Terhenti? MU Diprediksi Bakal Terpeleset di Kandang Newcastle
Liga Inggris 4 Maret 2026, 15:01
-
Rekam Jejak Alvaro Arbeloa di Real Madrid Lebih Buruk dari Xabi Alonso
Liga Spanyol 4 Maret 2026, 14:49
-
Jamu MU, Newcastle Tidak Diperkuat Pemain Kunci Mereka?
Liga Inggris 4 Maret 2026, 14:30
LATEST EDITORIAL
-
5 Perebutan Transfer Panas Man Utd vs Man City: Siapa Lebih Unggul?
Editorial 4 Maret 2026, 14:37
-
Butuh Tembok Baru, 5 Bek Tengah Kidal yang Bisa Direkrut Barcelona
Editorial 2 Maret 2026, 15:19
-
Boros Tanpa Hasil, 5 Kesalahan Transfer Terbesar Manchester United
Editorial 27 Februari 2026, 16:12













