Rencana Besar John Herdman: 3 Minggu Lagi Staf Pelatih Timnas Indonesia Rampung, Prioritaskan Talenta Lokal

Editor Bolanet | 14 Januari 2026 09:28
Rencana Besar John Herdman: 3 Minggu Lagi Staf Pelatih Timnas Indonesia Rampung, Prioritaskan Talenta Lokal
Pelatih baru Timnas Indonesia, John Herdman saat diperkenalkan ke publik. (c) Bola.net/Bagaskara Lazuardi

Bola.net - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mulai membuka kartu soal komposisi tim kepelatihannya. Pelatih asal Inggris ini memastikan tidak akan bekerja sendirian dalam menukangi Skuad Garuda.

Herdman menargetkan penyusunan struktur staf pelatih akan rampung dalam waktu dekat. Ia menyebut proses ini memakan waktu sekitar dua hingga tiga minggu ke depan.

Advertisement

Menariknya, Herdman membawa misi khusus di balik perekrutan para pembantunya nanti. Ia berkomitmen memberikan porsi besar bagi pelatih-pelatih lokal Indonesia untuk terlibat di dapur pacu tim nasional.

Langkah ini bukan sekadar pemenuhan kuota, melainkan visi jangka panjang. Herdman ingin membangun fondasi kokoh dan mewariskan ilmu bagi sepak bola Tanah Air.

1 dari 4 halaman

Proses Rampung 2-3 Minggu

Saat ini, negosiasi dan seleksi untuk posisi asisten pelatih sedang berjalan intensif. Herdman mengaku belum bisa mengumumkan nama-nama spesifik karena prosesnya masih digodok matang.

Ia meminta publik bersabar menunggu hingga tim bentukannya benar-benar siap diperkenalkan. Fokus utamanya adalah memastikan setiap individu yang bergabung memiliki visi yang selaras.

"Ya, untuk pelatih asisten, itu akan menjadi proses selama dua hingga tiga minggu ke depan," ungkap Herdman kepada awak media.

"Kami akan membuat beberapa penunjukan di sana. Saya belum bisa bicara banyak saat ini, tapi prosesnya sedang berjalan," tambahnya.

2 dari 4 halaman

Prioritas untuk Analis dan Staf Sains Lokal

Komitmen Herdman terhadap talenta lokal tidak main-main. Ia membidik posisi-posisi strategis seperti analis pertandingan dan staf sports science untuk diisi oleh putra bangsa.

Tujuannya jelas, yakni memberikan ruang berkembang dan pengalaman level internasional bagi praktisi sepak bola Indonesia. Herdman percaya kolaborasi ini akan berdampak positif bagi ekosistem sepak bola nasional.

"Untuk staf lokal, analis, staf sains olahraga, dan lainnya, kami akan berkomitmen melibatkan mereka," tegas pelatih yang sukses membawa Kanada ke Piala Dunia tersebut.

3 dari 4 halaman

Misi Meninggalkan 'Legacy'

Filosofi ini berkaca dari pengalamannya saat membangun Timnas Kanada bersama asistennya, Cesar Meylan—yang kini juga diboyong ke Indonesia. Kala itu, mereka sukses mentransfer ilmu kepada banyak tenaga lokal di sana.

Herdman ingin memastikan bahwa ketika eranya berakhir nanti, ia meninggalkan jejak positif yang nyata. Ia ingin para staf lokal menyerap ilmu sebanyak mungkin selama bekerja bersamanya.

"Saat saya di Kanada bersama Cesar Meylan, tujuan kami adalah meninggalkan legacy, memastikan kami sebisa mungkin melibatkan banyak orang lokal agar mereka mendapat pengalaman," tutur Herdman.

"Karena itu penting, itulah warisan yang ingin ditinggalkan," sambungnya.

4 dari 4 halaman

Harapan Jangka Panjang

Herdman menutup penjelasannya dengan harapan bisa bertahan lama di Indonesia. Namun, ia sadar bahwa dalam sepak bola, persiapan untuk masa depan harus dimulai sejak hari pertama.

Baginya, warisan terbesar seorang pelatih asing bukan hanya trofi, melainkan peningkatan kualitas sumber daya manusia di negara tempatnya bekerja.

"Ketika suatu saat saya meninggalkan negara ini, semoga tidak terlalu cepat, mungkin saya bisa tinggal di sini selamanya, siapa tahu! Anda harus meninggalkan warisan itu bagi orang-orang lokal. Mereka sangat penting," pungkasnya.

LATEST UPDATE