Review IPL: Diwarnai Mogok, Arema Bekuk Persebaya
Editor Bolanet | 23 Juni 2013 17:24
- Arema Indonesia sukses menaklukkan lawan bebuyutan mereka Persebaya Surabaya. Dalam laga panas -diwarnai mogoknya penggawa Persebaya- yang berlangsung di Stadion Gajayana Malang, Minggu (23/6), tuan rumah berhasil menaklukkan Persebaya dengan skor 2-1.
Berstatus sebagai tim tamu tak membuat Persebaya bermain defensif. Mengandalkan kecepatan Andik Vermansyah dan Rendi Irwan, Bajul Ijo -julukan Persebaya- menekan pertahanan Arema.
Dua menit laga berjalan, solo run Andik gagal dihadang barisan pertahanan. Sayang, umpan matangnya ke Mario Karlovic masih gagal dimanfaatkan dengan baik. Tendangan gelandang asal Australia ini masih melambung di atas gawang Arema, yang dikawal Ade Mochtar.
Menit ke-15 giliran Fernando Soler mengancam gawang Arema. Namun, kali ini sundulannya, menerima umpan silang Mat Halil, masih melambung.
20 menit laga berjalan, pelatih Persebaya, Ibnu Grahan terpaksa mengubah taktik. Fernando Soler, yang nampak kurang fit, ditarik dan diganti Feri Ariawan. Keluarnya Soler membuat para penggawa Arema percaya diri. Legimin Raharjo dan kawan-kawan mulai berani tampil lebih ofensif.
Menit 40, justru Persebaya yang berhasil memecah kebuntuan. Umpan silang dari sisi kiri pertahanan Arema mampu dimanfaatkan Mario Karlovic dengan tendangan first time, yang tidak bisa diantisipasi Ade Mochtar.
Kebobolan, Arema berusaha membalas. Mereka sempat memiliki peluang di akhir babak pertama. Sayang, tendangan bebas Herman Romansyah masih menghajar mistar gawang Persebaya.
Di babak kedua, Arema bermain lebih menyerang. Alhasil, mereka sempat mendapat peluang emas di menit 47. Duani Pasatria berhasil menguasai bola di kotak penalti Persebaya. Sayang bola akhirnya berhasil disapu barisan pertahanan Persebaya.
Arema akhirnya berhasil menyamakan kedudukan pada menit 68. Memanfaatkan kemelut di mulut gawang Persebaya, Putut Waringin Jati, yang tidak terkawal, melepas sundulan terarah yang tidak bisa diantisipasi Dimas Galih.
Para pemain Persebaya sempat melancarkan protes atas prosesnya gol ini. Mereka menganggap Putut berada dalam posisi offside. Namun, wasit Saripudin memutuskan bahwa gol ini sah.
Kebobolan, Persebaya berusaha kembali menekan. Sebuah peluang emas didapatkan anak asuh Ibnu Grahan tersebut menit 76. Sundulan Karlovic, dari tendangan sudut Andik, masih bisa ditepis Ade Mochtar.
Menit ke-80, Arema justru mendapat hadiah penalti dari wasit. Penalti ini menyusul pelanggaran Yusuf Hamzah pada Duani Pasatria. Keputusan wasit ini kontan diprotes keras para penggawa Persebaya. Mereka memilih tak meneruskan permainan.
Setelah sekitar 15 menit 'mogok main' para penggawa Persebaya akhirnya memutuskan untuk melanjutkan permainan. Laga dilanjutkan dengan eksekusi penalti oleh Herman Romansyah. Tanpa kesulitan, Herman sukses mengeksekusi tendangan penalti dan membawa Arema balik unggul.
Sepanjang sisa laga, para penggawa Persebaya berusaha menyamakan kedudukan. Namun, hingga laga usai, kedudukan tetap bertahan bagi keunggulan tuan rumah. (den/dzi)
Berstatus sebagai tim tamu tak membuat Persebaya bermain defensif. Mengandalkan kecepatan Andik Vermansyah dan Rendi Irwan, Bajul Ijo -julukan Persebaya- menekan pertahanan Arema.
Dua menit laga berjalan, solo run Andik gagal dihadang barisan pertahanan. Sayang, umpan matangnya ke Mario Karlovic masih gagal dimanfaatkan dengan baik. Tendangan gelandang asal Australia ini masih melambung di atas gawang Arema, yang dikawal Ade Mochtar.
Menit ke-15 giliran Fernando Soler mengancam gawang Arema. Namun, kali ini sundulannya, menerima umpan silang Mat Halil, masih melambung.
20 menit laga berjalan, pelatih Persebaya, Ibnu Grahan terpaksa mengubah taktik. Fernando Soler, yang nampak kurang fit, ditarik dan diganti Feri Ariawan. Keluarnya Soler membuat para penggawa Arema percaya diri. Legimin Raharjo dan kawan-kawan mulai berani tampil lebih ofensif.
Menit 40, justru Persebaya yang berhasil memecah kebuntuan. Umpan silang dari sisi kiri pertahanan Arema mampu dimanfaatkan Mario Karlovic dengan tendangan first time, yang tidak bisa diantisipasi Ade Mochtar.
Kebobolan, Arema berusaha membalas. Mereka sempat memiliki peluang di akhir babak pertama. Sayang, tendangan bebas Herman Romansyah masih menghajar mistar gawang Persebaya.
Di babak kedua, Arema bermain lebih menyerang. Alhasil, mereka sempat mendapat peluang emas di menit 47. Duani Pasatria berhasil menguasai bola di kotak penalti Persebaya. Sayang bola akhirnya berhasil disapu barisan pertahanan Persebaya.
Arema akhirnya berhasil menyamakan kedudukan pada menit 68. Memanfaatkan kemelut di mulut gawang Persebaya, Putut Waringin Jati, yang tidak terkawal, melepas sundulan terarah yang tidak bisa diantisipasi Dimas Galih.
Para pemain Persebaya sempat melancarkan protes atas prosesnya gol ini. Mereka menganggap Putut berada dalam posisi offside. Namun, wasit Saripudin memutuskan bahwa gol ini sah.
Kebobolan, Persebaya berusaha kembali menekan. Sebuah peluang emas didapatkan anak asuh Ibnu Grahan tersebut menit 76. Sundulan Karlovic, dari tendangan sudut Andik, masih bisa ditepis Ade Mochtar.
Menit ke-80, Arema justru mendapat hadiah penalti dari wasit. Penalti ini menyusul pelanggaran Yusuf Hamzah pada Duani Pasatria. Keputusan wasit ini kontan diprotes keras para penggawa Persebaya. Mereka memilih tak meneruskan permainan.
Setelah sekitar 15 menit 'mogok main' para penggawa Persebaya akhirnya memutuskan untuk melanjutkan permainan. Laga dilanjutkan dengan eksekusi penalti oleh Herman Romansyah. Tanpa kesulitan, Herman sukses mengeksekusi tendangan penalti dan membawa Arema balik unggul.
Sepanjang sisa laga, para penggawa Persebaya berusaha menyamakan kedudukan. Namun, hingga laga usai, kedudukan tetap bertahan bagi keunggulan tuan rumah. (den/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jorg Mundur, Rudi Keltjes Jadi Pelatih PSM Makassar
Bola Indonesia 12 Februari 2014, 16:23
-
Kontrak Pemain PSM Diharapkan Beres Pekan Depan
Bola Indonesia 17 Januari 2014, 20:26
-
Manajemen PSM Juga Coret Samsidar
Bola Indonesia 30 Desember 2013, 19:26
-
Kaleidoskop Sepakbola Nasional 2013
Editorial 24 Desember 2013, 20:37
-
Komdis PSSI Buktikan Adanya Mafia Sepak Bola di IPL
Bola Indonesia 20 Desember 2013, 22:41
LATEST UPDATE
-
Tantang Australia, Menang Harga Mati untuk Timnas Indonesia U-20
Tim Nasional 6 September 2026, 11:00
-
Jadwal Timnas Indonesia U-20 vs Australia Sore Ini: Laga Hidup dan Mati Garuda Muda!
Liga Inggris 6 September 2026, 10:30
-
Messi Bikin Assist, Inter Miami Dua Kali Kena Comeback Atlanta United
Bola Dunia Lainnya 6 September 2026, 10:08
-
Real Madrid Terpeleset Lawan Real Betis, Bos Barcelona: Bodo Amat!
Liga Spanyol 6 September 2026, 10:00
-
Tantang Valencia, Lamine Yamal Bakal Absen Bela Barcelona?
Liga Spanyol 6 September 2026, 09:30
-
Jamu Chelsea, 3 Pemain Arsenal Berpotensi Comeback
Liga Inggris 6 September 2026, 09:00
-
Arsenal vs Chelsea, Mikel Arteta Siap Kesampingkan Pertemanan dengan Xabi Alonso
Liga Inggris 6 September 2026, 08:30
-
Xabi Alonso Terheran-heran dengan Kegacoran Morgan Rogers di Chelsea
Liga Inggris 6 September 2026, 08:00
-
Tantang Arsenal, Moises Caicedo Bisa Perkuat Chelsea?
Liga Inggris 6 September 2026, 07:30
-
MU Tandang ke Everton, Benjamin Sesko Sudah Siap Jadi Starter?
Liga Inggris 6 September 2026, 07:00
-
Michael Carrick Prediksi MU Bakal Kerepotan di Kandang Everton
Liga Inggris 6 September 2026, 06:30
-
Bos Inter Milan Sanjung Napoli: Mereka Lawan yang Benar-benar Merepotkan!
Liga Italia 6 September 2026, 06:00
-
Cristiano Ronaldo Tak Berkutik, Al-Nassr Telan Kekalahan Pertama di Musim 2026/2027
Asia 6 September 2026, 05:28
-
Comeback Lawan Napoli, Chivu Sanjung Mental Juara Inter Milan
Liga Inggris 6 September 2026, 05:03
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51

