Review: PSIM Yogyakarta Tundukkan Persip Kota Pekalongan
Editor Bolanet | 2 Maret 2012 03:00
- PSIM Yogyakarta mampu memenuhi ambisinya menundukkan Persip Kota Pekalongan, Jawa Tengah, pada laga lanjutan kompetisi Divisi Utama di Stadion Kraton Pekalongan, Kamis petang.
Tim kesebelasan Kota Pekalongan yang sejak awal pertandingan mengandalkan serangan sayap, terlihat terus menggempur pertahanan lini belakang PSIM Yogyakarta, namun selalu gagal.
Akibat terlalu banyak menyerang, para pemain Persip terlena menjaga pertahanannya sehingga melalui serangan balik, pemain PSIM Yogyakarta, Cristian, pada menit ke-12 lolos dari pengawalan dan mampu menggolkan bola ke gawang Persip yang dijaga Nurul Subkhi.
Tertinggal 1-0, Persip terus mencoba melakukan serangan melalui sektor sayap kiri dan kanan untuk menyamakan kedudukannya. Namun, hingga peluit panjang babak pertama, skor tetap tidak berubah.
Memasuki babak kedua, Persip yang menargetkan mampu meraih poin di kandang sendiri terus berusaha menyamakan kedudukan dengan melakukan serangan ke lini pertahanan PSIM Yogyakarta.
Namun, upaya pemain Persip hanya sia-sia karena para pemain PSIM solid dan disiplin dalam menjaga lini pertahanannya.
Meski terus gagal menciptakan gol, para pemain anak asuh Nasal Mustofa itu pantang menyerah dan terus melakukan serangan ke lini pertahanan PSIM Yogyakarta.
PSIM Yogyakarta kembali menambah skor 2-0 pada menit ke-67 dari hasil sontekan Reinard setelah berhasil memanfaatkan kelengahan pemain belakang Persip.
Persip berhasil memperkecil kekalahannya setelah Dede Tamboura pada menit ke-75 mampu memanfaatkan umpan silang dan memasukkan bola ke gawang PSIM yang dijaga Agung Prasetyo.
Memasuki akhir pertandingan, dua tim kesebelasan terlihat menerapkan permainan kasar sehingga wasit Darul Ulum asal Surabaya banyak memberikan peringatan dan kartu kuning terhadap para pemain.
Wasit Darul Ulum terpaksa menghentikan pertandingan itu sekitar beberapa menit dari waktu normal karena para suporter dari dua kesebelasan saling bentrok. Pada saat itu kedudukan tetap 2-1 untuk PSIM Yogyakarta Pelatih PSIM Yogyakarta, Hanafing, mengatakan bahwa kemenangan atas Persip Pekalongan ini karena anak asuhnya bermain disiplin dan menjalankan instruksinya.
Kemenangan atas Persip Pekalongan ini memang kerja keras anak-anak untuk meraih poin di kandang lawan. Kami cukup bangga dengan permainan mereka yang bermain solid dan disiplin, katanya.
Pelatih Persip Nasal Mustofa mengatakan bahwa anak asuhnya banyak mendapatkan peluang menciptakan gol ke gawang PSIM Yogyakarta.
Kami akan mengevaluasi dari kekalahan ini, dan menjadikan pembelajaran agar anak asuhnya lebih displin dalam bertanding, katanya. (ant/Rev)
Tim kesebelasan Kota Pekalongan yang sejak awal pertandingan mengandalkan serangan sayap, terlihat terus menggempur pertahanan lini belakang PSIM Yogyakarta, namun selalu gagal.
Akibat terlalu banyak menyerang, para pemain Persip terlena menjaga pertahanannya sehingga melalui serangan balik, pemain PSIM Yogyakarta, Cristian, pada menit ke-12 lolos dari pengawalan dan mampu menggolkan bola ke gawang Persip yang dijaga Nurul Subkhi.
Tertinggal 1-0, Persip terus mencoba melakukan serangan melalui sektor sayap kiri dan kanan untuk menyamakan kedudukannya. Namun, hingga peluit panjang babak pertama, skor tetap tidak berubah.
Memasuki babak kedua, Persip yang menargetkan mampu meraih poin di kandang sendiri terus berusaha menyamakan kedudukan dengan melakukan serangan ke lini pertahanan PSIM Yogyakarta.
Namun, upaya pemain Persip hanya sia-sia karena para pemain PSIM solid dan disiplin dalam menjaga lini pertahanannya.
Meski terus gagal menciptakan gol, para pemain anak asuh Nasal Mustofa itu pantang menyerah dan terus melakukan serangan ke lini pertahanan PSIM Yogyakarta.
PSIM Yogyakarta kembali menambah skor 2-0 pada menit ke-67 dari hasil sontekan Reinard setelah berhasil memanfaatkan kelengahan pemain belakang Persip.
Persip berhasil memperkecil kekalahannya setelah Dede Tamboura pada menit ke-75 mampu memanfaatkan umpan silang dan memasukkan bola ke gawang PSIM yang dijaga Agung Prasetyo.
Memasuki akhir pertandingan, dua tim kesebelasan terlihat menerapkan permainan kasar sehingga wasit Darul Ulum asal Surabaya banyak memberikan peringatan dan kartu kuning terhadap para pemain.
Wasit Darul Ulum terpaksa menghentikan pertandingan itu sekitar beberapa menit dari waktu normal karena para suporter dari dua kesebelasan saling bentrok. Pada saat itu kedudukan tetap 2-1 untuk PSIM Yogyakarta Pelatih PSIM Yogyakarta, Hanafing, mengatakan bahwa kemenangan atas Persip Pekalongan ini karena anak asuhnya bermain disiplin dan menjalankan instruksinya.
Kemenangan atas Persip Pekalongan ini memang kerja keras anak-anak untuk meraih poin di kandang lawan. Kami cukup bangga dengan permainan mereka yang bermain solid dan disiplin, katanya.
Pelatih Persip Nasal Mustofa mengatakan bahwa anak asuhnya banyak mendapatkan peluang menciptakan gol ke gawang PSIM Yogyakarta.
Kami akan mengevaluasi dari kekalahan ini, dan menjadikan pembelajaran agar anak asuhnya lebih displin dalam bertanding, katanya. (ant/Rev)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Uruguay vs Cape Verde: Kevin Pina
Piala Dunia 22 Juni 2026, 07:20
-
Man of the Match Belgia vs Iran: Alireza Beiranvand
Piala Dunia 22 Juni 2026, 04:36
-
Hasil Belgia vs Iran: Setan Merah Gagal Jinakkan Cheetah Persia
Piala Dunia 22 Juni 2026, 04:04
LATEST EDITORIAL
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41
-
10 Negara dengan Koleksi Trofi Mayor Terbanyak, Argentina Ungguli Brasil
Editorial 11 Juni 2026, 14:28













