Sanksi Hermawan dan Eka Hera Membuat Dejan Kesal
Editor Bolanet | 6 Juni 2012 22:45
- Keputusan yang menjatuhkan sanksi pada dan Eka Hera direspon keras oleh Dejan Antonic. Pelatih Arema Indonesia IPL ini menyebut ada ketidakadilan dalam keputusan sanksi ini.
Dalam sesi konferensi pers seusai laga antara Arema versus Persibo Bojonegoro di laga Piala Indonesia, Rabu (06/06), Dejan mengungkapkan rasa kesalnya pada keputusan ini. Bayangkan, sehari sebelum pertandingan ini, turun surat keputusan mereka yang mengatakan Hermawan dan Eka Hera tidak boleh bermain, ujarnya dengan nada tinggi.
Saya tidak memasalahkan hukuman ke Hermawan dan Eka Hera. Tapi PSSI dan LPIS juga tak bisa menutup mata bahwa tiga pemain PSM dan seorang asisten pelatih mereka juga memukul wasit di insiden tersebut, sambung dia.
Sebelumnya, protes keras juga dilontarkan oleh Manajer Arema Indonesia, Brillyanes Sanawiri. Menurutnya, Arema Indonesia menghormati PSSI dan PT. LPIS sebagai regulator kompetisi. Tapi apabila kita diperlakukan seperti ini, kita akan melawan, ujar pria yang juga dosen di Universitas Brawijaya ini.
Kita melakukan protes karena proses belum berjalan sesuai ketentuan. Dua pemain ini seharusnya dipanggil lebih dulu dan diberi kesempatan membela diri dan menjelaskan duduk perkaranya. Tapi, ini tidak dilakukan PSSI dan LPIS. Bahkan tidak ada tanggapan terhadap permohonan banding mereka lalu tiba-tiba keluar Nota Larangan Bertanding pada dua pemain itu, tandasnya. (den/dzi)
Dalam sesi konferensi pers seusai laga antara Arema versus Persibo Bojonegoro di laga Piala Indonesia, Rabu (06/06), Dejan mengungkapkan rasa kesalnya pada keputusan ini. Bayangkan, sehari sebelum pertandingan ini, turun surat keputusan mereka yang mengatakan Hermawan dan Eka Hera tidak boleh bermain, ujarnya dengan nada tinggi.
Saya tidak memasalahkan hukuman ke Hermawan dan Eka Hera. Tapi PSSI dan LPIS juga tak bisa menutup mata bahwa tiga pemain PSM dan seorang asisten pelatih mereka juga memukul wasit di insiden tersebut, sambung dia.
Sebelumnya, protes keras juga dilontarkan oleh Manajer Arema Indonesia, Brillyanes Sanawiri. Menurutnya, Arema Indonesia menghormati PSSI dan PT. LPIS sebagai regulator kompetisi. Tapi apabila kita diperlakukan seperti ini, kita akan melawan, ujar pria yang juga dosen di Universitas Brawijaya ini.
Kita melakukan protes karena proses belum berjalan sesuai ketentuan. Dua pemain ini seharusnya dipanggil lebih dulu dan diberi kesempatan membela diri dan menjelaskan duduk perkaranya. Tapi, ini tidak dilakukan PSSI dan LPIS. Bahkan tidak ada tanggapan terhadap permohonan banding mereka lalu tiba-tiba keluar Nota Larangan Bertanding pada dua pemain itu, tandasnya. (den/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Lamine Yamal Raih Pemain Terbaik La Liga 2025/2026
Liga Spanyol 6 Juni 2026, 16:05
-
Agen Jurgen Klopp Buka Suara soal Rumor ke Real Madrid
Liga Spanyol 6 Juni 2026, 16:00
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47


















