Soal Salary Cap di ISL, Ini Kata Joko Driyono
Editor Bolanet | 18 Agustus 2015 16:31
- Penerapan financial fair play dan salary cap dalam kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2015/2016 masih dipertimbangkan PT Liga Indonesia bersama klub. Karena itu, regulasi rasionalisasi pembiayaan klub, nantinya baru bisa diputuskan pada 31 Agustus mendatang.
CEO PT Liga Indonesia, Joko Driyono mengatakan jika semua opsi yang ada sedang dianalisis. Dengan demikian, mampu mendapatkan keputusan yang tepat.
Ada respons dari publik atau pemain, gaji akan turun. Kalau budgeting cap yang dipakai, sebenarnya turun, bisa ya atau tidak. Kalau budgeting cap Rp 7,5 miliar dan ada pemain dibayar Rp 2 miliar, artinya tersisa Rp 5 miliar untuk belanja. Ini tugas klub untuk mengelola, ujar Jokdri.
Budgeting cap Rp 7,5 miliar untuk pemain. Murni untuk pemain kalau memang diputus. Ada opsi karena ada klub yang merasa kaya dan banyak uang, kenapa dibatasi menggunakan marquee player. Mungkin ada 1-2 pemain yang melampaui Rp 7,5 miliar, tuturnya.
Marquee player merupakan pemain top yang bayarannya di atas rata-rata. Biasanya, hal tersebut ikut dibiayai pihak sponsor. Marquee player sebelumnya sudah digunakan di Major League Soccer (MLS) dan A-League.
Sesuai analisis, dana keluar untuk membayar pemain berada di kisaran Rp 185 miliar. Kalau dibagi 18 klub, artinya sekitar Rp 10 miliar. Kalau Rp 10 miliar dimiliki seluruh klub, maka pemain di liga Indonesia akan terserap main di ISL. Tapi, tidak semua klub Rp 10 miliar untuk pemain, karena ada tambahan biaya lain, imbuhnya.
Ada fakta, beberapa klub yang pembiayaan rasional, pencapaian keolahragaannya sangat baik. Persela dan PBR, mereka pembiayaan di angka Rp 4-8 miliar, tapi posisi mereka selalu baik. Kalau prestasi indikator dan determinannya itu jadi basis sebagai budgeting cap rasional untuk klub ISL. Kalau Liga Indonesia memutuskan budgeting cap Rp 7,5 miliar, maka klub yang mampu Rp 5 miliar tidak perlu dalam posisi tertekan karena klub hebat pun tidak bisa keluarkan uang sampai Rp 15-20 miliar, tutupnya. [initial]
(esa/pra)
CEO PT Liga Indonesia, Joko Driyono mengatakan jika semua opsi yang ada sedang dianalisis. Dengan demikian, mampu mendapatkan keputusan yang tepat.
Ada respons dari publik atau pemain, gaji akan turun. Kalau budgeting cap yang dipakai, sebenarnya turun, bisa ya atau tidak. Kalau budgeting cap Rp 7,5 miliar dan ada pemain dibayar Rp 2 miliar, artinya tersisa Rp 5 miliar untuk belanja. Ini tugas klub untuk mengelola, ujar Jokdri.
Budgeting cap Rp 7,5 miliar untuk pemain. Murni untuk pemain kalau memang diputus. Ada opsi karena ada klub yang merasa kaya dan banyak uang, kenapa dibatasi menggunakan marquee player. Mungkin ada 1-2 pemain yang melampaui Rp 7,5 miliar, tuturnya.
Marquee player merupakan pemain top yang bayarannya di atas rata-rata. Biasanya, hal tersebut ikut dibiayai pihak sponsor. Marquee player sebelumnya sudah digunakan di Major League Soccer (MLS) dan A-League.
Sesuai analisis, dana keluar untuk membayar pemain berada di kisaran Rp 185 miliar. Kalau dibagi 18 klub, artinya sekitar Rp 10 miliar. Kalau Rp 10 miliar dimiliki seluruh klub, maka pemain di liga Indonesia akan terserap main di ISL. Tapi, tidak semua klub Rp 10 miliar untuk pemain, karena ada tambahan biaya lain, imbuhnya.
Ada fakta, beberapa klub yang pembiayaan rasional, pencapaian keolahragaannya sangat baik. Persela dan PBR, mereka pembiayaan di angka Rp 4-8 miliar, tapi posisi mereka selalu baik. Kalau prestasi indikator dan determinannya itu jadi basis sebagai budgeting cap rasional untuk klub ISL. Kalau Liga Indonesia memutuskan budgeting cap Rp 7,5 miliar, maka klub yang mampu Rp 5 miliar tidak perlu dalam posisi tertekan karena klub hebat pun tidak bisa keluarkan uang sampai Rp 15-20 miliar, tutupnya. [initial]
Jangan Lewatkan!
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Resmi, Joko Driyono Divonis 1,5 Tahun Penjara
Bola Indonesia 23 Juli 2019, 17:03
-
Jadwal Lawan Persib Bandung Digeser ke Agustus, Arema Keberatan
Bola Indonesia 31 Mei 2019, 22:05
-
Sidang Ke-2 Joko Driyono Digelar 9 Mei 2019, Berikut Agendanya
Bola Indonesia 7 Mei 2019, 14:38
-
Jalani Proses Sidang, Joko Driyono Minta Doa
Bolatainment 6 Mei 2019, 22:45
-
PSM Desak PSSI Segera Gelar KLB
Bola Indonesia 2 Mei 2019, 19:18
LATEST UPDATE
-
Bagaimana Nasib Rodrygo di Real Madrid usai Cedera Lutut Serius?
Liga Spanyol 5 Maret 2026, 23:53
-
Real Madrid Mau Rekrut Vitinha? Lupakan Saja!
Liga Spanyol 5 Maret 2026, 23:00
-
Hasil Persik vs PSBS Biak: Comeback Manis Macan Putih
Bola Indonesia 5 Maret 2026, 22:41
-
Hasil Persijap vs Persis: Tanpa Gol di Stadion Gelora Bumi Kartini
Bola Indonesia 5 Maret 2026, 22:30
LATEST EDITORIAL
-
5 Perebutan Transfer Panas Man Utd vs Man City: Siapa Lebih Unggul?
Editorial 4 Maret 2026, 14:37














