Somasi Apung, PSSI Dinilai Cederai Demokrasi
Editor Bolanet | 13 Februari 2014 18:43
- Kritikan pada PSSI kembali dilontarkan pegiat Save Our Soccer (SOS). Kali ini, federasi sepakbola Indonesia itu dituding mencederai prinsip demokrasi dengan melontarkan somasi pada Apung Widadi.
Somasi ke Apung ini mencederai prinsip demokrasi, ujar Ali Nursahid, salah seorang pegiat SOS.
Sebagai lembaga publik, wajar apabila ada sejumlah masyarakat yang kritis dan bertanya soal pengelolaan dana publik, imbuhnya.
Sebelumnya, salah seorang pegiat SOS lainnya, Apung Widadi disomasi oleh PSSI. Hal ini buntut tulisan Apung di grup FDSI yang berbunyi, Kasihan ya timnas U-19, pendapatan dari hak siar SCTV senilai 16M diputar LNM untuk membiayai Persebaya palsu.
Melalui Direktur Direktorat Hukumnya, Aristo Pangaribuan, PSSI menyebut tulisan Apung tersebut tak benar. Mereka meminta Apung membuktikan kebenaran anggapannya tersebut.
Lebih lanjut, Ali menyebut somasi PSSI merupakan salah satu bentuk karut marutnya situasi pengelolaan lembaga tersebut. Seharusnya, sambung Ali, PSSI menanggapi komentar Apung dengan membeberkan pengelolaan keuangan mereka. (den/dzi)
Somasi ke Apung ini mencederai prinsip demokrasi, ujar Ali Nursahid, salah seorang pegiat SOS.
Sebagai lembaga publik, wajar apabila ada sejumlah masyarakat yang kritis dan bertanya soal pengelolaan dana publik, imbuhnya.
Sebelumnya, salah seorang pegiat SOS lainnya, Apung Widadi disomasi oleh PSSI. Hal ini buntut tulisan Apung di grup FDSI yang berbunyi, Kasihan ya timnas U-19, pendapatan dari hak siar SCTV senilai 16M diputar LNM untuk membiayai Persebaya palsu.
Melalui Direktur Direktorat Hukumnya, Aristo Pangaribuan, PSSI menyebut tulisan Apung tersebut tak benar. Mereka meminta Apung membuktikan kebenaran anggapannya tersebut.
Lebih lanjut, Ali menyebut somasi PSSI merupakan salah satu bentuk karut marutnya situasi pengelolaan lembaga tersebut. Seharusnya, sambung Ali, PSSI menanggapi komentar Apung dengan membeberkan pengelolaan keuangan mereka. (den/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
FIFA Hapus Kartu Merah Leandro Paredes di Final Piala Dunia 2026
Piala Dunia 21 Juli 2026, 22:29
-
Real Madrid dan Seragam Putih yang Lahir dari Sebuah Mimpi di Inggris
Liga Spanyol 21 Juli 2026, 22:10
-
Pemain PSG di Piala Dunia 2026: Fabian Ruiz Juara, Dembele Bersinar
Piala Dunia 21 Juli 2026, 21:21
-
Marcos Santos Bangun Identitas Baru untuk Arema FC Musim 2026/2027
Bola Indonesia 21 Juli 2026, 21:07
-
Setelah Jadi Pahlawan Spanyol, Ferran Torres Diincar Real Madrid dan PSG
Liga Spanyol 21 Juli 2026, 21:00
-
Menanti Daya Ledak Kembalinya Iwan Budianto Tangani Arema FC
Bola Indonesia 21 Juli 2026, 20:59
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55














