SOS: PSSI Harus Bisa Dapatkan Sekjen yang Lebih Baik dari Ratu Tisha
Dimas Ardi Prasetya | 14 April 2020 22:46
Bola.net - Sebuah asa diungkapkan Save Our Soccer (SOS) ihwal sosok pengganti Ratu Tisha Destria untuk mengisi posisi Sekretaris Jenderal PSSI. Lembaga yang fokus pada perbaikan tata kelola sepak bola Indonesia ini berharap PSSI bisa mendapat sosok pengganti yang lebih baik ketimbang Ratu Tisha.
"Ratu Tisha sudah menjalankan tugasnya dengan baik. Namun, tantangan ke depan kian berat. Ekspektasi publik agar sepak bola Indonesia bersih dan berprestasi pun kian besar. Ada banyak aspirasi juga yang perlu ditangkap," kata Akmal Marhali, pada Bola.net.
"Karenanya, kita perlu sekjen yang lebih baik lagi ketimbang sebelumnya," sambungnya.
Menurut Akmal, untuk memilih posisi sekjen, PSSI tak bisa main-main. Pasalnya, menurut eks CEO Persiraja Banda Aceh ini, sosok sekjen sangat vital bagi organisasi sebesar PSSI.
"Sekjen, menurut saya, adalah motor organisasi. Dalam perusahaan, ia ibarat CEO. Seorang sekjen harus bisa mengatur organisasi dari semua aspeknya," tutur Akmal.
"Inilah yang harus diingat dalam mencari sosok sekjen anyar," imbuhnya.
Sebelumnya, Ratu Tisha Destria resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Sekjen PSSI. Selain berpamitan melalui surat resmi, dia pun berpamitan melalui unggahan di akun instagramnya.
Tisha sendiri sebelumnya merupakan sekjen perempuan pertama sekaligus termuda yang dimiliki PSSI. Dia menjabat sebagai sekjen mulai 2017 silam.
Sebelum menjabat sebagai Sekjen PSSI pun, alumnus ITB ini sudah lekat dengan sepak bola. Setelah menjadi manajer tim sepak bola di kampusnya, pada 2013, dia menempuh pendidikan master di FIFA.
Tisha menjadi satu dari 28 orang yang terpilih mengikuti program tersebut. 28 orang ini terpilih dari 6400 pendaftar. Pada akhir program, dia menempati peringkat tujuh dari 28 peserta.
Sepulang dari program tersebut, Tisha bersama sejumlah rekannya mendirikan Labbola, lembaga penyedia data statistik sepak bola. Kemudian, pada 2016, ia menjadi Direktur Kompetisi Indonesia Soccer Championship (ISC).
Simak artikel selengkapnya di bawah ini
Kriteria Sekjen
Lebih lanjut, Akmal menyebut ada sejumlah kriteria yang harus dimiliki sosok sekjen anyar, pengganti Ratu Tisha. Salah satunya, menurut mantan jurnalis olahraga ini, adalah kesamaan visi dengan kepengurusan yang ada.
"Ia harus bisa menerjemahkan keinginan Ketua Umum PSSI dan pemangku kepentingan lain. Selain itu, ia juga harus bisa berkomunikasi dengan semua pemangku kepentingan, baik di luar maupun internal PSSI," ucap Akmal.
"Selain itu, yang pasti, ia harus juga punya kemampuan manajerial yang bagus," tandasnya.
(Bola.net/Dendy Gandakusumah)
Baca Juga:
Ratu Tisha Mundur, Waketum PSSI Jelaskan Proses Pencarian Calon Sekjen
Bhayangkara FC Sikapi Langkah Ratu Tisha Mundur dari Sekjen PSSI
Tinggalkan PSSI Tiba-Tiba, Ini 3 Fakta Menarik Tentang Ratu Tisha
PSSI Belum Siapkan Pengganti Ratu Tisha sebagai Sekjen
Mundurnya Ratu Tisha dari PSSI Disebut Sebagai Hal Wajar
Ihwal Pengganti Ratu Tisha, Ini Asa Arema FC
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Michael Carrick Patah Hati! Mantan Anak Asunya Ogah Gabung MU!
Liga Inggris 7 Juni 2026, 07:30
-
Hasil Brasil vs Mesir: Endrick Jadi Penentu Kemenangan Selecao
Piala Dunia 7 Juni 2026, 07:26
-
Prediksi Timnas Indonesia U-19 vs Vietnam U-19 7 Juni 2026
Tim Nasional 7 Juni 2026, 07:00
-
Lewis Hall Mahal, MU Kejar Bek Lincah Barcelona Ini
Liga Inggris 7 Juni 2026, 06:00
-
Bintang Everton Ini Tolak Kontrak Baru Demi Gabung MU
Liga Inggris 7 Juni 2026, 05:40
-
Wonderkid MU Ini Kaget Tiba-tiba Diminta Main di Piala Dunia 2026!
Piala Dunia 7 Juni 2026, 05:20
-
Anthony Martial Tinggalkan Klubnya Setelah Hanya 20 Laga
Bola Dunia Lainnya 7 Juni 2026, 04:55
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47













