Suporter Deltras Kencingi Kantor PSSI
Editor Bolanet | 21 Juni 2013 15:12
- Kenyamanan Kantor Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Senayan, Jakarta, Jumat (21/6) kembali terusik. Namun, bukan lagi aksi demo dari para pemain PSMS Medan dalam menuntut tunggakan gaji selama 10 bulan.
Melainkan, ratusan Delta Mania- julukan suporter klub Deltras Sidoarjo-yang hendak meminta penjelasan ke PSSI terkait dugaan pengaturan skor di kompetisi Divisi Utama yang dinilai merugikan klub Deltras Sidoarjo.
Aksi yang dimulai sejak pagi tersebut, semula berjalan biasa-biasa saja. Hingga akhirnya, terjadi peristiwa konyol. Salah satu anggota Delta Mania, mengencingi pintu utama kantor PSSI yang digembok dari bagian dalam.
Tidak cukup itu saja, mereka menurunkan bendera PSSI dan menggantinya dengan bendera yang sudah mereka siapkan berisi tulisan Hancurkan Mafia Sepakbola, Dimana Fair Play.
Ketua Koordinator Lapangan (Korlap) Delta Mania, Agustin Agus Purwanto mengaku jumlah anggota yang hadir sekitar 200-300 orang. Sebelumnya, sejak Rabu (19/6) lalu, lima perwakilan Delta Mania telah bertemu dengan ketua Komisi Disiplin PSSI (Komdis) Hinca IP Panjaitan untuk membahas dugaan pengaturan skor.
Mereka datang dengan membawa bukti berupa rekaman pertandingan dan kliping berita dari koran. Sayangnya, hingga kini belum ada kepastian karena Komdis PSSI minta bukti otentik lainnya.
Kami minta, PSSI segera melakukan investigasi. Mereka harus menyelidiki dengan cara memanggil pemain, pelatih, dan wasit, kata Agus.
Aksi tersebut, merupakan akibat dari gagalnya Deltras Sidoarjo lolos ke babak 12 besar kompetisi Divisi Utama versi PT Liga Indonesia (PT LI). Deltras yang sukses membungkam Persid Jember 4-1 di laga pamungkas, gagal lolos karena di saat bersamaan Perseba dianggap mengalah 2-3 dari tamunya Perseta.
Perseba dan Perseta dituding sepakat mengatur skor agar Deltras tersingkir. Dua dari tiga gol Perseta ke gawang Perseba terjadi melalui penalti. Hal tersebutlah yang dianggap sebagai skenario untuk menyingkirkan Deltras.
Untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan, puluhan polisi terus berjaga-jaga di depan kantor PSSI. Selain itu, kantor PSSI pun juga digembok sejak tadi pagi. (esa/mac)
Melainkan, ratusan Delta Mania- julukan suporter klub Deltras Sidoarjo-yang hendak meminta penjelasan ke PSSI terkait dugaan pengaturan skor di kompetisi Divisi Utama yang dinilai merugikan klub Deltras Sidoarjo.
Aksi yang dimulai sejak pagi tersebut, semula berjalan biasa-biasa saja. Hingga akhirnya, terjadi peristiwa konyol. Salah satu anggota Delta Mania, mengencingi pintu utama kantor PSSI yang digembok dari bagian dalam.
Tidak cukup itu saja, mereka menurunkan bendera PSSI dan menggantinya dengan bendera yang sudah mereka siapkan berisi tulisan Hancurkan Mafia Sepakbola, Dimana Fair Play.
Ketua Koordinator Lapangan (Korlap) Delta Mania, Agustin Agus Purwanto mengaku jumlah anggota yang hadir sekitar 200-300 orang. Sebelumnya, sejak Rabu (19/6) lalu, lima perwakilan Delta Mania telah bertemu dengan ketua Komisi Disiplin PSSI (Komdis) Hinca IP Panjaitan untuk membahas dugaan pengaturan skor.
Mereka datang dengan membawa bukti berupa rekaman pertandingan dan kliping berita dari koran. Sayangnya, hingga kini belum ada kepastian karena Komdis PSSI minta bukti otentik lainnya.
Kami minta, PSSI segera melakukan investigasi. Mereka harus menyelidiki dengan cara memanggil pemain, pelatih, dan wasit, kata Agus.
Aksi tersebut, merupakan akibat dari gagalnya Deltras Sidoarjo lolos ke babak 12 besar kompetisi Divisi Utama versi PT Liga Indonesia (PT LI). Deltras yang sukses membungkam Persid Jember 4-1 di laga pamungkas, gagal lolos karena di saat bersamaan Perseba dianggap mengalah 2-3 dari tamunya Perseta.
Perseba dan Perseta dituding sepakat mengatur skor agar Deltras tersingkir. Dua dari tiga gol Perseta ke gawang Perseba terjadi melalui penalti. Hal tersebutlah yang dianggap sebagai skenario untuk menyingkirkan Deltras.
Untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan, puluhan polisi terus berjaga-jaga di depan kantor PSSI. Selain itu, kantor PSSI pun juga digembok sejak tadi pagi. (esa/mac)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Mantan Pelatih Persegres Tangani Klub Liga 3
Bola Indonesia 23 November 2017, 01:47
-
Ini Agenda Uji Coba Terdekat Persebaya
Bola Indonesia 31 Oktober 2017, 05:18
-
Persema: 99,99 Persen ke Divisi Utama
Bola Indonesia 23 Januari 2017, 17:46
-
Kerjasama Persebaya dan Investor Terhambat Administrasi
Bola Indonesia 16 Januari 2017, 09:30
-
Persebaya Sempat Lirik Dejan Antonic
Bola Indonesia 16 Januari 2017, 09:19
LATEST UPDATE
-
Lamine Yamal Raih Pemain Terbaik La Liga 2025/2026
Liga Spanyol 6 Juni 2026, 16:05
-
Agen Jurgen Klopp Buka Suara soal Rumor ke Real Madrid
Liga Spanyol 6 Juni 2026, 16:00
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47













