Talenta Langka Gavin Kwan Adsit: Bisa Bermain di 5 Posisi Berbeda
Asad Arifin | 30 Mei 2020 13:05
Bola.net - Gavin Kwan Adsit bukan nama asing dalam sepak bola Indonesia. Dia termasuk pemain langka di sepak bola Indonesia. Sebab, pemain yang kini membela Bali United itu bisa bermain pada lima posisi berbeda.
Pemain blasteran Amerika Serikat-Bali itu mengawali karier setelah lulus dari akademi Villa 2000 pada 2012. Pemain berusia 24 tahun itu kemudian berkarier di Eropa dengan memperkuat CFR II Cluj (Romania) dan Niendorfer TSV (Jerman).
Pada awal kariernya, Gavin Kwan merupakan pemain yang dimainkan sebagai penyerang. Namun, perlahan posisi tersebut ditinggalkannya ketika kembali ke Indonesia dengan bergabung bersama Borneo FC.
Gavin diberi posisi baru, yakni bermain di posisi bek kanan dan tetap menjadi penyerang ketika membela tim Borneo U-21. Kedua peran tersebut dijalani Gavin dengan gemilang.
Pengalaman Gavin di posisi lainnya kemudian bertambah ketika bergabung dengan Barito Putera. Pemain berpostur 180 cm tersebut diberi posisi sebagai sayap kanan dan juga penyerang.
Sementara itu, di Timnas Indonesia Gavin mendapatkan posisi bek kanan. Menjadi pemain yang andal saat menyerang dan bertahan tentu sangat jarang ditemui pada dewasa ini.
Namun, semuanya ternyata ada dalam diri Gavin Kwan. Hal itulah yang membuat Gavin bisa diandalkan di posisi manapun ketika mendukung skema permainan pelatih.
Gavin mengaku sebenarnya lebih nyaman bermain sebagai penyerang. Akan tetapi, dirinya siap bermain di posisi apa pun jika mendapatkan kepercayaan pelatih.
"Sebenarnya saya lebih nyaman bermain di depan. Akan tetapi, mau ditempatkan di mana pun saya siap. Menyesuaikan dengan kebutuhan tim dan terpenting berkontribusi untuk tim," kata Gavin.
Meski demikian, Gavin sadar setiap posisi yang dimainkan memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Contohnya adalah ketika dimainkan sebagai penyerang maka peluang mencetak gol lebih besar, namun jarang mendapatkan bola.
"Kalau menjadi penyerang, kesempatan mencetak gol lebih besar, tapi jarang mendapatkan bola. Sementara kalau menjadi pemain sayap atau bek, saya lebih sering mendapakan bola, akan tetapi kesempatan mencetak golnya sedikit," ujar Gavin.
Selain bek kanan, sayap kanan, dan penyerang, Gavin Kwan Adsit juga bisa dimainkan sebagai bek tengah maupun gelandang bertahan. Inilah yang membuat pemain seperti Gavin sangat langka di Indonesia.
Berbeda-beda Posisi di Bali United
Gavin Kwan Adsit membuat gebrakan dengan bergabung dengan Bali United pada pengujung 2019. Kemampuan bermain di berbagai posisi diyakini sebagai satu dari beberapa alasan pelatih Stefano Cugurra Teco mau merekrut Gavin.
"Dalam sepak bola modern, pemain harus bisa bermain dalam beberapa posisi. Bisa dua atau tiga," kata Teco.
Tantangan yang diberikan Teco dijawab dengan penuh keyakinan oleh Gavin. Menurutnya, di mana pun posisi yang diberikan pelatih maka dia akan bersungguh-sungguh memberikan penampilan maksimal.
"Tentunya saya siap di posisi manapun. Kontribusi tim menujukkan performa, bersatu agar semua lancar. Kemauan saya dan ambisi saya sangat tinggi untuk menjadi juara," tegas Gavin.
Gavin Kwan sejauh ini baru bermain sebanyak 6 kali bersama Bali United di semua kompetisi. Gavin dipercaya tiga kali bermain sebagai pemain sayap dan tiga kali sebagai bek kanan.
Jejak Karier

Nama Gavin Kwan Adsit mulai dikenal luas publik sepak bola Indonesia sejak tergabung dalam proyek Indra Sjafri yang mengejar tampil di Piala Dunia U-20 pada periode 2012-2013 silam.
Meski mimpi tersebut tak tercapai, Gavin mendapatkan berkah tersendiri dari salah satu agenda persiapan sang pelatih. Ia tampil gemilang di sebuah turnamen usia muda yang bertajuk Hong Kong Jockey Club (HKJC) bersama Timnas Indonesia U-18. Indonesia saat itu keluar sebagai juara dan Gavin terpilih menjadi salah satu pemain terbaik.
Secara mengejutkan Gavin memutuskan untuk menimba ilmu di Eropa untuk bergabung dengan skuat junior CFR Cluj di Rumania. Ia harus kehilangan kesempatan membela Timnas Indonesia U-19 di Piala AFF U-19 2013 dan Kualifikasi Piala AFC U-19 2014. Indra Sjafri sempat melontarkan kekecewaan, walau bisa memahami keputusan salah satu pemain binaannya tersebut.
"Gavin sudah dewasa ia tahu pilihannya. Saya tidak mungkin mengistimewakan seorang pemain. Saat ia tidak bisa ikut pelatnas jangka panjang, konsekuensinya ia tidak jadi bagian dari timnas," kata Indra.
Gavin sadar pilihannya akan memunculkan konsekuensi negatif. "Tapi saya sudah bulat dengan pilihan saya. Ini demi karier saya juga," katanya.
Tak lama bermain di Cluj, Gavin pindah ke klub Jerman, TSV Niendorfer, untuk bergabung dengan skuat U-19 mereka. Pemain kelahiran 5 April 1996 ini lalu memutuskan untuk kembali ke Tanah Air, pada awal tahun 2015 demi memulai karier profesionalnya di level senior hingga saat ini.
Disadur dari Bola.com (Penulis: Zulfirdaus Harahap/Editor: Ario Yoshia - 30 Mei 2020)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil BRI Super League: Dua Kartu Merah Warnai Laga, Borneo FC Tekuk Bali United 1-0
Bola Indonesia 20 September 2026, 17:31
-
Link Streaming Borneo vs Bali United, 20 September 2026
Liga Inggris 20 September 2026, 14:00
-
Prediksi BRI Super League: Borneo FC vs Bali United 20 September 2026
Bola Indonesia 19 September 2026, 15:15
-
Johnny Jansen Girang Bali United Sapu Bersih 2 Laga Awal BRI Super League 2026/2027
Bola Indonesia 16 September 2026, 21:07
LATEST UPDATE
-
Prediksi BRI Super League: Persebaya vs Persijap 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 20:06
-
Prediksi BRI Super League: Java United vs Bhayangkara FC 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 20:02
-
Bruno Fernandes On Fire, Siap Bawa MU Menang di Kandang Chelsea
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 18:00
-
Jorge Martin Nekat Balapan di MotoGP Malaysia 2026 dengan Kondisi Patah Tulang
Otomotif 29 Oktober 2026, 17:51
-
Sir Jim Ratcliffe Pantau Langsung Laga Chelsea vs MU, Tekanan untuk Michael Carrick?
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 17:34
-
Tangan Dingin Carlos Pena Bikin Persita Tangerang Sulit Ditaklukkan
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 17:34
-
Jadwal Pekan ke-8 BRI Super League 2026/2027, Live di Indosiar dan Vidio!
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 17:30
-
3 Pemain Muda Borneo FC yang Mencuri Perhatian di BRI Super League 2026/2027
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 17:27
-
Rafael Struick Tegaskan Siap Kembali Perkuat Timnas Indonesia
Tim Nasional 29 Oktober 2026, 17:20
-
Terungkap, Roy Keane Nyaris jadi Staff Pelatih Manchester United
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 17:17
-
Update Nasib Piala Asia 2027, Erick Thohir Ungkap Jadwal Rapat Exco AFC
Tim Nasional 29 Oktober 2026, 17:12
-
Terus Cadangkan Estevao, Ini Penjelasan Xabi Alonso
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 16:15
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18




