Tapak Tilas Karir Shin Tae-yong: Punya Banyak Gelar Sejak Menjadi Pemain
Asad Arifin | 27 Juni 2020 10:09
Bola.net - Reputasi Shin Tae-yong sebagai pelatih papan atas Asia tidak perlu diragukan lagi. Namun, mantan pelatih timnas Korea Selatan tersebut juga punya rekam jejak yang gemilang ketika masih menjadi pemain profesional.
PSSI berharap banyak terhadap Shin Tae-yong. Berlabel pelatih Asia yang pernah berkancah di Piala Dunia, dia dipercaya mengemban peran strategis: manajer pelatih. PSSI sengaja membuat jabatan tersebut untuk mengakomodir keinginannya yaitu membawahi timnas seluruh kelompok usia.
Tugas pertama Shin Tae-yong adalah menggeber pemusatan latihan (training centre) untuk Timnas Indonesia U-19 pada Januari 2020 di Cikarang, Kabupaten Bekasi. Arsitek berusia 50 tahun ini memanggil 59 pemain.
Pelatnas lalu pindah ke Chiang Mai, Thailand, pada akhir bulannya. Komposisi pemain mengerucut menjadi 28 nama. Wajah-wajah langganan timnas U-19 seperti Beckham Putra Nugraha, Rendy Juliansyah, dan Mochammad Supriadi tersingkir.
Di sini, tabiat Shin Tae-yong perlahan terlihat. Fisik Bagas Kaffa dan kawan-kawan terus digenjot. Dalam sehari, tidak jarang Timnas Indonesia U-19 berlatih tiga kali: latihan di gym, fisik, dan di lapangan.
Hari-hari pertama TC di Thailand, Shin Tae-yong langsung menggelar tes fisik. "Hasilnya, masih jauh dari harapan coach Shin Tae-yong," ujar asisten pelatih Timnas Indonesia U-19, Nova Arianto.
"Jadi kami fokus ke latihan fisik selama TC di Thailand. Kami juga menerapkan latihan cross country atau lari jarak jauh sekitar 5 km untuk terus menggeber kondisi fisik para pemain Timnas Indonesia U-19," terangnya.
Selama di Thailand, Timnas Indonesia U-19 menjalani enam pertandingan uji coba. Hasilnya lima kalah dan sekali menang. Shin Tae-yong bodo amat dengan hasil. Yang dipikirkannya adalah bagaimana meningkatkan kondisi fisik para pemainnya.
"Mau tak mau coach Shin Tae-yong tidak mementingkan hasil. Tapi, sejauh mana kondisi pemain terkait masalah fisik. Fokus kami selama TC di Thailand ini peningkatan fisik pemain untuk mencapai level yang diinginkan coach Shin Tae-yong," jelas Nova.
Pernah dalam sebuah kesempatan setelah ditetapkan sebagai manajer pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong pernah berujar bahwa para pemain Indonesia hanya mampu maksimal bermain selama 70 menit. Namun, setelah TC timnas U-19 di Thailand rampung, dia meralatnya.
Sukses Menjadi Pemain, Mengejar Gelar sebagai Pelatih

Sebelum menekuni dunia kepelatihan, Shin Tae-yong adalah pemain dengan limpahan gelar di Korea Selatan. Tercatat, mantan pemain berposisi gelandang serang ini enam kali merengkuh trofi K League 1 bersama Seongnam Ilhwa Chunma pada 1993, 1994, 1995, 2001, 2002, dan 2003.
Shin Tae-yong banting setir menjadi pelatih pada 2005 lalu setelah didapuk sebagai asisten pelatih klub Australia, Queensland Roar FC, klub terakhir yang dibelanya di sepak bola profesional.
Pengabdian Shin Tae-yong kepada Queensland Roar berakhir pada 2008 dan ia kembali ke Korea Selatan untuk menangani Seongnam. Bersama klub ini, ia sukses besar.
Shin Tae-yong berhasil mengantar Seongnam menjuarai Liga Champions Asia (LCA) pada 2010 dan Piala FA Korea Selatan setahun berselang.
Kebersamaan Shin Tae-yong bersama Seongnam berakhir pada 2012. Dua tahun kemudian, ia sempat menjabat sebagai caretaker Timnas Korea Selatan sebelum dipermanenkan menjadi pelatih Korea Selatan U-23.
Ia membawa Korea Selatan U-23 hingga babak perempat final Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro, Brasil.
Selain bersama Korea Selatan U-23, Shin Tae-yong juga rangkap jabatan sebagai pelatih Korea Selatan U-20.
Tidak bertahan lama, Shin Tae-yong mendapatkan promosi jabatan. Ia dipilih sebagai pengganti Uli Stielike menjadi pelatih Korea Selatan senior pada 2017.
Shin Tae-yong berhasil meloloskan Korea Selatan ke Piala Dunia 2018 di Rusia. Taeguk Warriors, julukan tim itu, tersingkir di babak penyisihan.
Tapi, setidaknya Shin Tae-yong mampu membuat juara bertahan Jerman bertekuk lutut setelah Korea Selatan menang 2-0.
Tidak lagi bersama Korea Selatan, Shin Tae-yong mendapatkan tawaran untuk melatih Timnas Indonesia. Ia setuju dengan kontrak selama empat tahun dengan peran sebagai manajer pelatih.
Namun, baru seumur jagung, karier Shin Tae-yong bersama Timnas Indonesia terancam tamat. Hanya gara-gara wawancaranya dengan media Korea Selatan, ia dianggap tidak profesional dan melakukan pembohongan publik.
"Kami akan pakai yang ada. Harus jalan terus. Ada coach Indra Sjafri yang bisa menggantikannya. Nanti bisa kami bicarakan. Akan kami lihat, tapi dia sudah di posisi dirtek. Kalau menjadi pelatih kepala, saya tidak tahu apakah bisa merangkap jabatan atau tidak," terang Syarif.
Bagaimana menggambarkan perjalanan KarierShin Tae-yong dalam angka? Berikut ringkasannya:
2009
Tahun pertama Shin Tae-yong menjadi pelatih kepala. Ia dipilih sebagai nakhoda Seongnam Ilhwa Chunma FC.
2010
Gelar pertama untuk Shin Tae-yong sebagai pelatih. Ia mengantar Seongnam Ilhwa Chunma menjadi juara Liga Champions Asia (LCA) pada 2010.
Gelar pertama untuk Shin Tae-yong sebagai pelatih. Ia mengantar Seongnam Ilhwa Chunma menjadi juara Liga Champions Asia (LCA) pada 2010.
2014
Awal mula karier Shin Tae-yong sebagai pelatih Timnas Korea Selatan. Pada 2014, ia didapuk sebagai caretaker pelatih Korea Selatan.
Pada tahun yang sama, Shin Tae-yong juga berstatus sebagai asisten pelatih Korea Selatan, pelatih Korea Selatan U-23, dan Korea Selatan U-20 hingga 2017.
Pada 2017-2018, Shin Tae-yong memimpin Korea Selatan ke Piala Dunia 2018.
28
Shin Tae-yong diperkenalkan menjadi manajer pelatih Timnas Indonesia pada 28 Desember 2019. Ia dikontrak selama empat tahun.
6
Jumlah gelar K League atau kasta teratas Liga Korea Selatan Shin Tae-yong ketika masih aktif sebagai pemain. Seluruh trofi diraihnya ketika membela Seongnam Ilhwa Chunma.
4
Trofi individual bergengsi yang pernah direngkuh Shin Tae-yong sebagai pemain. Ia menjadi pemain muda terbaik K League 1992, pemain terbaik K League pada 1995 dan 2001 serta pencetak gol terbanyak K League 1996.
Disadur dari Bola.com (Muhammad Adiyaksa/ Wiwig Prayugi, 27 Juni 2020)
Baca Ini Juga:
Ian Rush dan Para Legenda yang Berikan Ucapan Selamat Setelah Liverpool Juara
Bagaimana Reaksi Pemain Liverpool Usai Juara Premier League? Intip Yuk!
Dari Alexis Sanchez Hingga Bruno Fernandes, Ini 5 Pemain Top yang Pernah Membela Udinese
Meme Kocak Liverpool yang Sudah Juara Premier League: Rekor MURI Puasa 30 Tahun!
Hehehe, Meme Kocak Sindiran untuk Manchester United Usai Liverpool Juara Premier League
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Elkan Baggott Bangga Jadi Bagian Timnas Indonesia yang Juara FIFA ASEAN Cup 2026
Tim Nasional 6 Oktober 2026, 09:14
-
John Herdman Berbagi Kebahagiaan usai Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026
Tim Nasional 6 Oktober 2026, 08:44
LATEST UPDATE
-
Andoni Iraola Kesal Liverpool Tumbang di Kandang Fenerbahce
Liga Champions 5 November 2026, 14:16
-
Douvikas, Nama Baru yang Mengancam Para Predator Gol Eropa
Liga Champions 5 November 2026, 12:21
-
Real Madrid dan Keistimewaan Menang pada Menit-menit Akhir
Liga Champions 5 November 2026, 09:42
-
Liverpool Kebobolan dari 3 Bola Mati
Liga Champions 5 November 2026, 09:30
-
Ismail Yuksek, Motor Lini Tengah di Balik Kemenangan Fenerbahce atas Liverpool
Liga Champions 5 November 2026, 09:17
-
Ketika Konstantinos Karetsas Mengubah Arah Pertandingan
Liga Champions 5 November 2026, 09:04
-
Gabriel Veiga, Kreator Kemenangan Telak Porto atas Napoli
Liga Champions 5 November 2026, 08:56
-
Viktor Gyokeres vs Slavia Praha: Gol, Assist, Man of the Match
Liga Champions 5 November 2026, 08:38
-
Enzo Fernandez, Kunci Permainan Man City Saat Kalahkan Leipzig
Liga Champions 5 November 2026, 08:28
-
Erling Haaland Memang Mimpi Buruk Leipzig
Liga Champions 5 November 2026, 08:16
-
Liverpool, Dirk Kuyt, dan Bagaimana Sakitnya Dilukai Mantan
Liga Champions 5 November 2026, 07:51
-
Jude Bellingham, Katalis Kebangkitan Real Madrid di Athena
Liga Champions 5 November 2026, 07:38
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18




