Tiga Alasan yang Membuat Persipura Jayapura Terjebak di Zona Degradasi BRI Liga 1
Dimas Ardi Prasetya | 31 Maret 2022 22:52
Bola.net - Kompetisi BRI Liga 1 dilanda kesedihan setelah Persipura Jayapura dipastikan terdegradasi ke kompetisi Liga 2 musim 2022-23 mendatang.
Kepastian terdegradasinya Persipura dari Liga 1 didapat di pekan ke-34 BRI Liga 1 2021-22. TIm Mutiara Hitam hanya bisa finis di posisi 16 klasemen dengan koleksi 36 angka saja.
Total, Persipura Jayapura meraih 10 menang, 9 menang, dan 15 kalah dalam 34 pertandingan. Persipura pun menyusul Persiraja Banda Aceh dan Persela Lamongan yang juga terdegradasi sekaligus berkompetisi di Liga 2 musim depan.
Tim Mutiara Hitam sebenarnya berhasil menang 3-0 atas Persita Tangerang dalam pekan terakhir di Stadion Kompyang Sujana, Denpasar, Kamis (31/3/2022). Tapi, kemenangan itu tidak cukup bagi timnya.
Sebab, mereka bergantung pada pertandingan dua tim lain yang juga ingin keluar dari ancaman zona merah. Persipura bertarung dengan Barito Putera dan PSS Sleman untuk menghindari slot degradasi di hari yang sama.
PSS Sleman berhasil menang atas Persija Jakarta dengan skor 2-0 dan itu membuat mereka mengemas 39 angka dan sudah pasti tidak bisa diungguli Persipura.
Sedangkan Barito Putera bermain imbang 1-1 kontra Persib yang otomatis membuat Laskar Antasari mengemas 36 poin. Jumlah poin ini sama dengan Persipura, namun Barito Putera unggul head-to-head dengan dua kemenangan.
Hasil akhir ini disayangkan. Sebab, Persipura adalah klub yang sarat prestasi dengan talenta pemain lokal Papua. Jangan lupakan prestasi mereka pernah meraih juara Divisi Utama 2005, dan tiga trofi ISL, yakni musim 2008-2009, 2010-2011, dan 2013.
Persipura juga sempat menjadi perbincangan karena tidak hadir dalam pertandingan kontra Madura United pada 21 Februari 2022. Akibatnya, Persipura kalah walkover (WO) dengan skor 0-3 dan dikurangi tiga poin. Keputusan mereka tidak hadir kontra Madura United juga berdampak karena seharusnya mereka bisa mengoleksi 39 angka.
Secara keseluruhan, performa Persipura selama musim ini memang sangat labil. Mereka sempat terseok-seok di papan bawah saat ditangani Jacksen F. Tiago pada awal musim. Alfredo Vera yang jadi pengganti pun tidak mampu keluar sebagai juru selamat. Padahal, pelatih asal Argentina ini yang mempersembahkan trofi terakhir untuk Persipura, yakni ISC A 2016.
Setidaknya, terdapat 3 faktor kesalahan fatal yang dilakukan Persipura Jayapura musim ini hingga harus mengakhiri petualangan di kasta tertinggi. Simak saja ulasannya berikut ini.
Persiapan Minim
Persipura sempat memberi kejutan di awal tahun 2021. Saat itu, seluruh kontestan Liga 1 tampil dalam Piala Menpora 2021 sebagai persiapan Liga 1 musim ini. Turnamen pramusim ini juga penting setelah setahun lebih tak ada ajang kompetitif akibat pandemi.
Sayangnya, Mutiara Hitam menolak berpartisipasi dengan alasan keuangan. Di saat tim lain sibuk memanaskan mesin, Persipura tidak mau ambil bagian. Akibatnya, Piala Menpora 2021 pun hanya diikuti oleh 17 peserta.
Di pramusim, kasus indisipliner yang dilakukan dua sosok penting, Boaz Solossa dan Tinus Pae. Boaz memilih bergabung dengan Borneo FC, sedangkan Tinus Pae berkiprah bersama Dewa United di Liga 2 2021. Otomatis, Persipura kehilangan teladan.
Sejak Juli 2021, kontestan BRI Liga 1 mulai bersiap menjalani pramusim dengan pemusatan latihan. Maklum saja, kompetisi akan dimulai lagi Agustus 2021.
Tapi, Persipura baru memulai persiapan pada Agustus atau tak sampai sebulan sebelum kompetisi digelar. Alhasil, kondisi kebugaran pemain jadi masalah yang membuat awal musim mereka berantakan.
Regenerasi Terhambat
Persipura masih mengandalkan nama-nama lawas untuk bersaing di BRI Liga 1. Sebut saja Ian Kabes, Nelson Alom, hingga Ricardo Salampessy.
Nama-nama lain yang masuk skuat adalah putra Papua yang dipulangkan ke Persipura macam Ricky Kayame, Elisa Basna, Israel Wamiau, hingga Feri Pahabol. Ada Todd Ferre yang diharapkan bisa jadi tumpuan lini depan.
Satu-satunya pemain yang bisa melahirkan ketenangan adalah Ramai Rumakiek. Sayangnya, dia banyak absen karena harus membela Timnas Indonesia.
Sisanya, ada beberapa nama yang kurang berpengalaman di kasta tertinggi. Di antaranya Donny Monim, Fridolin Yoku, Brian Fatari, Theo Numberi, David Rumakiek, Joshua Isir, Wulf Horota, sampai Alfons Migau.
Nama Ricky Cawor mungkin sempat mencuri perhatian karena direkrut dengan statusnya sebagai top scorer di PON 2020 Papua. Sayang, regenerasi ini terkesan terlambat. Skuat utama masih dihuni oleh para pemain yang sudah menua.
Rekrutmen Kurang Greget
Sudah jadi rahasia umum bahwa perekrutan pemain asing menjadi faktor keberhasilan di Liga 1. Sayangnya, Persipura tidak mendapatkan amunisi terbaiknya dalam mengimpor pemain.
Saat ditangani Jacksen Tiago, Persipura hanya memiliki tiga pemain asing, yakni Henrique Motta, Yevhen Bokhashvili, dan Takuya Matsunaga. Apes, tiga nama tersebut gagal menunjukkan performa maksimal.
Motta yang diharapkan jadi komandan lini belakang kerap absen akibat cedera. Begitu pula Takuya Matsunaga. Sedangkan Bokhashvili tampak mandul, karena jarang mendapat suplai bola matang rekan-rekannya.
Persipura baru mendatangkan Hedipo Gustavo pada akhir putaran pertama. Ketika Alfredo Vera datang sebagai pelatih pengganti, Hedipo Gustavo hanya beberapa kali bermain karena cedera dan COVID-19.
Persipura lantas merekrut Ramiro Fergonzi sebagai tandem Bokhashvili. Keduanya mulai menemukan chemistry, tapi justru psikis Bokhashvili terganggu menyusul kabar invasi Rusia ke Ukraina, negara asal striker jangkung ini.
Posisi Persipura di Klasemen BRI Liga 1 2021-22
Disadur dari: Bola.com/Penulis Aditya Wany/Editor Gregah Nurikhsani
Published: 31/03/2022
Baca Juga:
- Highlights BRI Liga 1 2021-22: Persita Tangerang 0-3 Persipura Jayapura
- Persipura Degradasi, Akhir Perjalanan Kolektor Gelar Juara Terbanyak
- Netizen Auto Sedih Lihat Persipura Terdegradasi: Comeback Stronger! Segera Balik ke Liga 1!
- Kisah Persipura Jayapura: Dibentuk dari Sekumpulan Anak STM Hingga Jadi Jawara Liga Indonesia
- Hasil BRI Liga 1: Persipura Menang Sia-sia, Barito putera & PSS Aman dari Degradasi
- Sedih, Tidak Ada Tim Papua dan Sumatera di Liga 1 2022/23
- Persipura Jayapura Jadi Tim Terakhir yang Terdegradasi dari BRI Liga 1 2021/22
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Chelsea Tuntaskan Transfer Pertama di Era Liam Rosenior, Satu Gelandang Pergi
Liga Inggris 10 Januari 2026, 19:49
-
Jadwal Persib vs Persija di BRI Super League
Bola Indonesia 10 Januari 2026, 18:20
LATEST UPDATE
-
Prediksi Inter vs Napoli 12 Januari 2026
Liga Italia 11 Januari 2026, 02:45
-
Prediksi Barcelona vs Real Madrid 12 Januari 2026
Liga Spanyol 11 Januari 2026, 02:00
-
Man of the Match Man City vs Exeter City: Antoine Semenyo
Liga Inggris 11 Januari 2026, 01:49
-
Head-to-Head Barcelona vs Real Madrid Jelang Final Piala Super Spanyol 2026
Liga Spanyol 11 Januari 2026, 00:10
-
Joan Garcia Siap Jalani Debut El Clasico Sebagai Kiper Terbaik Eropa
Liga Spanyol 10 Januari 2026, 23:57
-
Prediksi Bayern vs Wolfsburg 11 Januari 2026
Bundesliga 10 Januari 2026, 23:56
-
Prediksi Man United vs Brighton 11 Januari 2026
Liga Inggris 10 Januari 2026, 23:51
-
Rodrygo Goes Dipastikan Fit, Siap Guncang El Clasico Final Piala Super Spanyol
Liga Spanyol 10 Januari 2026, 23:48
-
Prediksi Fiorentina vs Milan 11 Januari 2026
Liga Italia 10 Januari 2026, 23:47
-
Prediksi Portsmouth vs Arsenal 11 Januari 2026
Liga Inggris 10 Januari 2026, 23:41
-
Hansi Flick Pastikan Lamine Yamal Siap Hadapi El Clasico
Liga Spanyol 10 Januari 2026, 23:33
-
5 Pertanyaan yang Harus Dijawab Ole Gunnar Solskjaer dalam Wawancara Manajer Man Utd
Liga Inggris 10 Januari 2026, 23:00
LATEST EDITORIAL
-
8 Mantan Anak Buah Ole Gunnar Solskjaer yang Masih Bertahan di Manchester United
Editorial 9 Januari 2026, 11:22
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52





