'Tuduhan Komdis PSSI Pada PSIS Tak Benar'
Editor Bolanet | 26 November 2014 19:26
- Manajer Tim PSIS Semarang, Wahyu Winarto, angkat bicara ihwal hukuman berat yang menimpa dirinya dan tim PSIS. Menurutnya, tuduhan Komdis PSSI -yang berujung sanksi berat- itu tak benar.
Tuduhan Komdis bahwa insiden ini direncanakan sebelumnya tak benar. Kita spontan melakukan ini karena melihat aksi PSS Sleman yang tidak sportif, ujar Liluk, sapaan karib Wahyu, pada .
Tak pernah sekalipun kita rencanakan sebelumnya, sambungnya.
Liluk menambahkan dirinya tak kuasa mencegah timnya mencetak gol bunuh diri. Pasalnya, menyusul gol-gol bunuh diri Sleman, seluruh penggawa PSIS terpancing emosinya.
Semua berjalan cepat. Selain itu, semua sudah emosi, paparnya.
Sebelumnya, lima gol bunuh diri tercipta pada Babak Delapan Besar Grup 1 Divisi Utama antara PSS Sleman melawan PSIS Semarang di Stadion Sasana Krida Akademi Angkatan Udara, Yogyakarta, Minggu (26/10). Laga tersebut berakhir dengan kemenangan PSS Sleman dengan skor 3-2.
Pada laga tersebut, PSIS sempat unggul dua gol melalui gol-gol bunuh diri Agus Setyawan dan Hermawan Putra Jati. Namun, seolah ogah menang, Laskar Mahesa Jenar -julukan PSIS- membalas mencetak tiga gol bunuh diri yang memberi kemenangan pada PSS Sleman. Dua gol bunuh diri PSIS dilakukan Komedi pada menit 90 dan 91. Sebelumnya, pada menit 89, M. Fadli membobol gawang timnya sendiri.
Menyusul insiden tersebut, Kamis (20/11), Komdis PSSI mengumumkan hasil investigasi ihwal sepakbola gajah antara PSIS Semarang dan PSS Sleman. Dari hasil investigasi mereka, lembaga yang dipimpin Hinca Panjaitan ini menjatuhkan sanksi berat pada kedua tim tersebut.
Lebih lanjut, Liluk juga menampik tengara bahwa timnya memilih kalah untuk menghindari bertemu Pusamania Borneo FC pada Semifinal Divisi Utama. Menurutnya, jika memang ingin menghindari PBFC, mereka akan memilih strategi lain yang tak mencolok.
Kalau takut, kami nggak akan berangkat ke Sleman. Kami memilih kalah walk over (WO) saja. Kita hanya akan dikurangi tiga poin tapi tetap masuk Semifinal dan nggak ketemu Borneo, tandasnya. (den/dzi)
Tuduhan Komdis bahwa insiden ini direncanakan sebelumnya tak benar. Kita spontan melakukan ini karena melihat aksi PSS Sleman yang tidak sportif, ujar Liluk, sapaan karib Wahyu, pada .
Tak pernah sekalipun kita rencanakan sebelumnya, sambungnya.
Liluk menambahkan dirinya tak kuasa mencegah timnya mencetak gol bunuh diri. Pasalnya, menyusul gol-gol bunuh diri Sleman, seluruh penggawa PSIS terpancing emosinya.
Semua berjalan cepat. Selain itu, semua sudah emosi, paparnya.
Sebelumnya, lima gol bunuh diri tercipta pada Babak Delapan Besar Grup 1 Divisi Utama antara PSS Sleman melawan PSIS Semarang di Stadion Sasana Krida Akademi Angkatan Udara, Yogyakarta, Minggu (26/10). Laga tersebut berakhir dengan kemenangan PSS Sleman dengan skor 3-2.
Pada laga tersebut, PSIS sempat unggul dua gol melalui gol-gol bunuh diri Agus Setyawan dan Hermawan Putra Jati. Namun, seolah ogah menang, Laskar Mahesa Jenar -julukan PSIS- membalas mencetak tiga gol bunuh diri yang memberi kemenangan pada PSS Sleman. Dua gol bunuh diri PSIS dilakukan Komedi pada menit 90 dan 91. Sebelumnya, pada menit 89, M. Fadli membobol gawang timnya sendiri.
Menyusul insiden tersebut, Kamis (20/11), Komdis PSSI mengumumkan hasil investigasi ihwal sepakbola gajah antara PSIS Semarang dan PSS Sleman. Dari hasil investigasi mereka, lembaga yang dipimpin Hinca Panjaitan ini menjatuhkan sanksi berat pada kedua tim tersebut.
Lebih lanjut, Liluk juga menampik tengara bahwa timnya memilih kalah untuk menghindari bertemu Pusamania Borneo FC pada Semifinal Divisi Utama. Menurutnya, jika memang ingin menghindari PBFC, mereka akan memilih strategi lain yang tak mencolok.
Kalau takut, kami nggak akan berangkat ke Sleman. Kami memilih kalah walk over (WO) saja. Kita hanya akan dikurangi tiga poin tapi tetap masuk Semifinal dan nggak ketemu Borneo, tandasnya. (den/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Barcelona Kian Kokoh di Puncak Klasemen, Hansi Flick: Bodo Amat!
Liga Spanyol 7 September 2026, 11:03
-
Kalah dari Arsenal, Xabi Alonso Soroti Rapuhnya Pertahanan Chelsea
Liga Inggris 7 September 2026, 10:37
-
Bukan Main Jelek, MU Gak Hoki Aja Gagal Menang Lawan Everton!
Liga Inggris 7 September 2026, 09:47
-
Wow! Baru Tiga Laga, Fiorentina Pecat Pelatih Kepala Mereka
Liga Italia 7 September 2026, 09:08
-
Rapor Pemain AC Milan Saat Ditahan Imbang Juventus: Cisse Brillian, De Winter Solid!
Liga Italia 7 September 2026, 08:30
-
Comeback di Menit Akhir, Luciano Spalletti Acungi Jempol Perjuangan Juventus
Liga Italia 7 September 2026, 08:00
-
Rapor Pemain Chelsea Usai Kalah dari Arsenal: Rogers Menjanjikan, Palmer Tenggelam!
Liga Inggris 7 September 2026, 07:45
-
Pengakuan Jujur Ruben Amorim: AC Milan Tidak Layak Menang Lawan Juventus!
Liga Italia 7 September 2026, 07:30
-
Rapor Pemain Arsenal usai Comeback Lawan Chelsea: Saka Mematikan, Odegaard Pembeda!
Liga Inggris 7 September 2026, 07:15
-
Cetak Gol Tapi MU Gagal Menang, Perasaan Benjamin Sesko Campur Aduk
Liga Inggris 7 September 2026, 07:00
-
Barcelona Hancurkan Valencia, Hansi Flick Full Senyum!
Liga Spanyol 7 September 2026, 06:30
-
Kena Comeback Arsenal, Xabi Alonso Akui Chelsea Sempat Lengah
Liga Inggris 7 September 2026, 05:45
-
Bekuk Chelsea, Mikel Arteta Sanjung Mental Juara Arsenal
Liga Inggris 7 September 2026, 05:15
-
Man of the Match Juventus vs AC Milan: Francisco Conceicao
Liga Italia 7 September 2026, 04:34
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51






