Waktu Tak Ideal, PT LI Kesulitan Formulasikan Permintaan BOPI
Editor Bolanet | 14 Februari 2015 21:06
- PT Liga Indonesia memberikan pendapat terbaru terkait permintaan Tim Sembilan bentukan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI).
CEO PT LI, Joko Driyono, berpandangan bahwa apa yang telah dikemukakan Tim Sembilan dan BOPI tidak ideal untuk dipenuhi. Sebab, kata Joko, hal tersebut terkait waktu yang diberikan.
Posisi PT LI ingin memenuhi seluruh aspek yang diminta. Jika hal tersebut didiskusikan enam bulan atau setahun sebelumnya, tentu saja bisa diformulasikan. Bahkan, klub juga mempertanyakan, ternyata bukan PSSI dan PT LI saja yang memverifikasi, tapi ada lembaga lain, ujar Jokdri.
Permintaan-permintaan tersebut, sulit kami penuhi. Misalnya saja, akta pendirian klub walau datanya ada di PT LI kemudian kaitan dengan finansial. Klub harus diaudit dan laporannya diserahkan. Kemudian soal NPWP, saya pastikan seluruh klub punya NPWP. Ada lagi data soal status bebas utang, tuturnya.
Kesulitan lain yang dihadapi, yakni adanya permintaan agar pemain diharuskan untuk menjalani tes kesehatan di rumah sakit yang ditunjukkan pihak BOPI. Permintaan tersebut, sudah didistribusikan seminggu yang lalu. Selanjutnya, terkait kontra pemain karena kaitannya dengan pembukaan pendaftaran pemain.
Termasuk, soal laporan stadion juga. Belum lagi daftar pemain usia muda, CSR Program dan sebagainya, tuturnya. [initial]
(esa/pra)
CEO PT LI, Joko Driyono, berpandangan bahwa apa yang telah dikemukakan Tim Sembilan dan BOPI tidak ideal untuk dipenuhi. Sebab, kata Joko, hal tersebut terkait waktu yang diberikan.
Posisi PT LI ingin memenuhi seluruh aspek yang diminta. Jika hal tersebut didiskusikan enam bulan atau setahun sebelumnya, tentu saja bisa diformulasikan. Bahkan, klub juga mempertanyakan, ternyata bukan PSSI dan PT LI saja yang memverifikasi, tapi ada lembaga lain, ujar Jokdri.
Permintaan-permintaan tersebut, sulit kami penuhi. Misalnya saja, akta pendirian klub walau datanya ada di PT LI kemudian kaitan dengan finansial. Klub harus diaudit dan laporannya diserahkan. Kemudian soal NPWP, saya pastikan seluruh klub punya NPWP. Ada lagi data soal status bebas utang, tuturnya.
Kesulitan lain yang dihadapi, yakni adanya permintaan agar pemain diharuskan untuk menjalani tes kesehatan di rumah sakit yang ditunjukkan pihak BOPI. Permintaan tersebut, sudah didistribusikan seminggu yang lalu. Selanjutnya, terkait kontra pemain karena kaitannya dengan pembukaan pendaftaran pemain.
Termasuk, soal laporan stadion juga. Belum lagi daftar pemain usia muda, CSR Program dan sebagainya, tuturnya. [initial]
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hak Komersial Dibagi, Arema Terima Rp509 Juta
Bola Indonesia 19 Mei 2020, 19:34
-
Minimalisir Persebaran Virus Corona, Ini Imbauan BOPI
Olahraga Lain-Lain 18 Maret 2020, 02:30
-
BOPI dan PT LIB Evaluasi Liga 1: Hukuman Pengurangan Poin Diwacanakan
Bola Indonesia 6 September 2019, 22:16
LATEST UPDATE
-
Nonton Piala Dunia 2026 Full 104 Laga Cukup Beli Voucher FolaPlay di GoPay
Lain Lain 23 Juli 2026, 11:03
-
Kabar Duka, Legenda Sepak Bola Indonesia M Basri Tutup Usia
Bola Indonesia 23 Juli 2026, 11:00
-
Joshua Zirkzee Tegaskan Ingin Bertahan di Manchester United
Liga Inggris 23 Juli 2026, 09:16
-
Al Hilal Terus Berburu Bintang, Kini Bidik Ousmane Dembele
Asia 23 Juli 2026, 08:46
-
Masih Ada yang Kurang dari Performa Lamine Yamal di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 23 Juli 2026, 07:27
-
Kabar Buruk untuk Arsenal, William Saliba Menepi dalam Waktu Lama
Liga Inggris 23 Juli 2026, 06:07
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34











