Walikota Solo Tuduh Keputusan Komdis PSSI Berbau Politis
Editor Bolanet | 24 Oktober 2014 14:21
- Walikota Solo yang juga Ketua Umum Persis Solo, FX Hadi Rudyatmo menyayangkan keputusan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI yang melarang kota tersebut menggelar aktivitas sepakbola selama enam bulan terhitung sejak Kamis (23/10).
Menurut pria yang akrab disapa Rudy tersebut, keputusan Komdis dilakukan secara sepihak, tanpa melalui proses identifikasi permasalahan, penyelidikan dan penyidikan terhadap kasus yang terjadi di lapangan.
“Saya menyayangkan dengan keputusan sepihak yang dilakukan Komdis PSSI. Karena yang namanya keputusan pemberian sanksi itu harus ada identifikasi, penyelidikan dan penyidikan kemudian ada sidang komisi disiplin,” ujar Rudy kepada wartawan, di Rumah Dinas Loji Gandrung, Jumat (24/10).
“Sehingga kalau belum sidang komisi disiplin sudah memutuskan member sanksi pada Persis Solo, tidak boleh melakukan aktivitas sepakbola, ini organisasi macam apa ? Karena organisasi PSSI ini organisasi yang dianut oleh Pengcab seluruh Indonesia. Harus dicari dulu penyebabnya apa, kok bisa terjadi kerusuhan,” tegasnya.
Rudy juga menuduh adanya suap di kalangan wasit yang memimpin setiap pertandingan sepakbola di Indonesia. Ia mencontohkan timnya, Persis Solo yang selalu dirugikan oleh kepemimpinan wasit PSSI. Tak hanya saat pertandingan tandang, namun juga saat pertandingan kandang.
“Persis Solo ini main di manapun selalu dikerjain, main sebagai tuan rumah saja dikerjain. Indikasi suap itu ada, tapi kita kan susah membuktikannya. Banyak sms yang masuk ke saya, dari suporter, katanya kalau tak bayar wasit, pasti dikerjai wasit,” katanya.
Rudy mencontohkan, dulu saat pemain timnas Greg Nwokolo masih bermain di Solo, dalam satu pertandingan, gol Greg tiga kali selalu dianulir oleh wasit.
“Dianulir tiga kali itu kan sudah keterlaluan. Kalau seperti ini komdis harus diganti dengan orang-orang yang tidak berbau politik. Sepakbola ini jangan dibawa ke ranah politik. Jangan dianggap Persis Solo ini hanya sebagai pelengkap penderitaan untuk menyukseskan kompetisi saja. Persis kan juga ingin meraih prestasi,” tandasnya.
Terkait kerusuhan suporter, ia meminta agar Pasoepati lebih dewasa dalam menyikapi kondisi di lapangan. Meskipun wasit bertindak tidak adil, ia meminta agar mereka tidak bertindak anarkis yang akan merugikan semua pihak.
“Ini menjadi pelajaran bagi Pasoepati, jangan sampai hal seperti ini terulang lagi,” pungkasnya. [initial]
(ars/pra)
Menurut pria yang akrab disapa Rudy tersebut, keputusan Komdis dilakukan secara sepihak, tanpa melalui proses identifikasi permasalahan, penyelidikan dan penyidikan terhadap kasus yang terjadi di lapangan.
“Saya menyayangkan dengan keputusan sepihak yang dilakukan Komdis PSSI. Karena yang namanya keputusan pemberian sanksi itu harus ada identifikasi, penyelidikan dan penyidikan kemudian ada sidang komisi disiplin,” ujar Rudy kepada wartawan, di Rumah Dinas Loji Gandrung, Jumat (24/10).
“Sehingga kalau belum sidang komisi disiplin sudah memutuskan member sanksi pada Persis Solo, tidak boleh melakukan aktivitas sepakbola, ini organisasi macam apa ? Karena organisasi PSSI ini organisasi yang dianut oleh Pengcab seluruh Indonesia. Harus dicari dulu penyebabnya apa, kok bisa terjadi kerusuhan,” tegasnya.
Rudy juga menuduh adanya suap di kalangan wasit yang memimpin setiap pertandingan sepakbola di Indonesia. Ia mencontohkan timnya, Persis Solo yang selalu dirugikan oleh kepemimpinan wasit PSSI. Tak hanya saat pertandingan tandang, namun juga saat pertandingan kandang.
“Persis Solo ini main di manapun selalu dikerjain, main sebagai tuan rumah saja dikerjain. Indikasi suap itu ada, tapi kita kan susah membuktikannya. Banyak sms yang masuk ke saya, dari suporter, katanya kalau tak bayar wasit, pasti dikerjai wasit,” katanya.
Rudy mencontohkan, dulu saat pemain timnas Greg Nwokolo masih bermain di Solo, dalam satu pertandingan, gol Greg tiga kali selalu dianulir oleh wasit.
“Dianulir tiga kali itu kan sudah keterlaluan. Kalau seperti ini komdis harus diganti dengan orang-orang yang tidak berbau politik. Sepakbola ini jangan dibawa ke ranah politik. Jangan dianggap Persis Solo ini hanya sebagai pelengkap penderitaan untuk menyukseskan kompetisi saja. Persis kan juga ingin meraih prestasi,” tandasnya.
Terkait kerusuhan suporter, ia meminta agar Pasoepati lebih dewasa dalam menyikapi kondisi di lapangan. Meskipun wasit bertindak tidak adil, ia meminta agar mereka tidak bertindak anarkis yang akan merugikan semua pihak.
“Ini menjadi pelajaran bagi Pasoepati, jangan sampai hal seperti ini terulang lagi,” pungkasnya. [initial]
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil Persis vs Persebaya: Tanpa Gol di Manahan
Bola Indonesia 9 Mei 2026, 21:11
-
Link Nonton Siaran Langsung Persis vs Persebaya Hari Ini
Bola Indonesia 9 Mei 2026, 10:26
LATEST UPDATE
-
AC Milan vs Inter Milan: 10 Fakta Menarik Jelang Derby della Madonnina
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:50
-
Chelsea Bisa Percepat Pemecatan Michael Carrick di Man Utd
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 07:36
-
3 Hal yang Patut Diperhatikan Jelang Barcelona vs Alaves
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:27
-
Kylian Mbappe Kini Memahami Kekecewaan Vinicius Junior di Ballon d'Or
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:23
-
Jadwal Lengkap La Liga 2026/2027
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:05
-
Jadwal Lengkap Serie A 2026/2027
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:03
-
Jadwal Lengkap Premier League 2026/2027
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 07:01
-
Lille vs Lens: Giroud Masuk Menit 72, Cetak Gol Kemenangan Menit 86
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:40
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18





